8 Ungkapan Perusak Mental Anak Hingga Ia Dewasa. Peringatan buat Orang Tua!

Trauma anak

16 Mei 2021

trauma anak via https://unsplash.com

Tanpa disadari, kadang sebagai orang tua Moms justru nggak dapat mengontrol emosi yang berujung menyakiti hati anak. Ada banyak sekali ungkapan-ungkapan yang sebenarnya jangan diucapka, tapi terlanjur disepelekan karena sudah biasa. Ungkapan-ungkapan seperti mengomentari negatif bentuk tubuh anak sangat nggak disarankan karena akan menyebabkan anak trauma di masa depan.

Nah, di bawah ini sudah Hipwee YoungMom berikan detail ungkapan apa saja yang jangan sampai diucapkan ke anak. Simak ya, Moms!

“Dasar kamu anak nakal!” memang terdengar sepele ketika anak melakukan sebuah kesalahan. Namun, hal ini justru bisa membekas di hati anak, sehingga ia akan menjadi sosok pembangkang nantinya

membekas

Usahakan untuk nggak mengungkapkan kata-kata yang menyangkut bentuk tubuh anak seperti, “kamu anak siapa sih, kok gendut banget!” atau “anak siapa sih ini item banget!” karena bisa membuatnya menjadi pribadi yang minder

anak minder

Jangan biarkan anak merasa payah dengan mengucapkan, “ah, kamu gini aja nggak bisa!” ya, Moms! Mengajari anak sesuatu memang butuh kesabaran ektsra, tapi Moms pasti bisa!

anak payah!

“Cowok tuh nggak boleh nangis! Dasar cengeng!!!” adalah kata-kata yang semestinya mulai dihindari untuk diucapkan ke anak laki-laki. Jangan jadikan anak laki-laki Moms menjadi sosok pendendam dan suka menyimpan amarah dengan melarangnya menangis

aanak cowok

Saat anak kebetulan mendapat nilai kurang bagus di sekolahnya, cukup nasehati dia dengan baik-baik tanpa harus mengucapkan, “kamu bodoh, kamu payah, masa’ gini aja nggak bisa sih!”

hujatan ke anak

Alih-alih ingin membuat anak memiliki semangat dan jiwa kompetitif, mengucapkan “lihat tuh kakak, dia udah bisa membaca pas masih seusia kamu!” justru akan membuat anak merasa minder dan makin nggak percaya diri karena selalu dibandingkan

membandingkan

Jangan terbiasa melampiaskan amarah ke anak dengan mengucapkan, “semua gara-gara kamu, akhirnya jadi berantakan!”. Anak bukanlah sasaran amarah orang tuanya, karena ia belum mengerti apa-apa

kasihan anak

Menyepelekan hobi atau potensi dalam diri anak juga imbasnya bisa bahaya, misalnya dengan mengucapkan, “hobi kok nyanyi sih, mau jadi apa kamu nanti?”

hobi anak

Mendidik anak memang bukalah perkara mudah. Banyak sekali hal yang perlu dipersiapkan, termasuk bekal di atas, di mana Moms dan Dads sebagai orang tua harus pandai-pandai mengelola stres dan menjaga perasaan anak.