Mengenal 5 Tradisi Kehamilan yang Dilakukan Orang Indonesia. Ada Makna Baik di Baliknya!

Tradisi Kehamilan di Indonesia

09 Oktober 2021

Photo by @therealmomogeisha via https://www.instagram.com

Meski zaman sudah semakin modern, namun berbagai tradisi ternyata masih sangat kental dan masih dilakukan beberapa orang di Indonesia. Seperti halnya tradisi kehamilan yang hingga kini masih dilestarikan. Tradisi atau ritual merupakan kebijakan yang dilakukan secara turun menurun berdasarkan keyakinan, norma dan nilai yang masih dipercayai. Yang pasti, tradisi kehamilan pada setiap daerah berbeda-beda.

Kehamilan merupakan salah satu tonggak perjalanan hidup penting sehingga selalu disambut dengan istimewa. Di Indonesia sendiri, tradisi kehamilan juga masih sangat kental sehingga selalu diadakan acara khususnya bagi mereka yang ingin menyambut bayi dengan adat istiadat tertentu. Adanya tradisi tersebut juga sebagai salah satu wujud syukur kepada Tuhan atas kehadiran calon anak.

Beberapa orang mungkin masih menganggap kalau adanya tradisi kehamilan hanyalah mitos belaka, namun ada juga yang hingga saat ini masih menjalankan tradisi kehamilan. Setiap daerah di Indonesia tentunya punya tradisi yang berbeda-beda.

1.Tradisi kehamilan Tingkeban atau Mitoni. Tradisi ini berasal dari Adat Jawa

Photo by Ömürden Cengiz on Unsplash

Mitoni merupakan tradisi kehamilan yang sampai sekarang masih sangat kental di Jawa. Ini dilakukan ketika usia kehamilan memasuki bulan ke tujuh. Yang menarik dengan tradisi mitoni ini adalah serba-serbinya dilakukan dengan angka tujuh, mulai dari tumpengan yang berjumlah tujuh, ibu hamil yang nantinya dimandikan dengan tujuh kali guyuran dan lainnya. Hal tersebut karena orang Jawa meyakini bahwa angka tujuh adalah angka istimewa dan memberikan banyak keuntungan.

2.Tradisi kehamilan Mappanre to-Mangideng. Ini merupakan tradisi kehamilan yang dilakukan oleh Suku Bugis

Photo by Alicia Petresc on Unsplash

Berbeda dengan mitoni yang dilakukan ketika ibu hamil menginjak usia kehamilan yang ke tujuh, mappanre-to-mangideng diadakan saat usia kehamilan berumur satu bulan. Dalam bahasa bugis, tradisi ini bermakna menyuapi ibu hamil dengan makanan sehat dan makanan kesukaan si ibu hamil. Tujuan dari tradisi ini agar usia kehamilan dua bulan, tiga bulan hingga selanjutnya akan lebih lapang dan nggak ngidam yang aneh-aneh.

Makna penting dari tradisi ini adalah untuk menghindari hal buruk selama kehamilan dan menjalankan proses kelahiran dengan lancar.

3.Tradisi kehamilan Mimbit Arep. Hingga sekarang, tradisi ini masih dilakukan oleh Suku Dayak

Photo by Suhyeon Choi on Unsplash

Dalam tradisi ini, ibu hamil nantinya akan diikat pinggangnya dengan tali yang disebut dengan paling pangereng. Melansir dari Folks of Dayak, secara harfiah “mimbit arep” berarti membawa diri. Maksudnya adalah membawa diri saja dalam berjalan atau bekerja. Menurut kepercayaan Suku Dayak, perempuan yang sedang hamil nggak boleh bekerja sebagaimana layaknya perempuan dalam keadaan nggak hamil. Mimbit arep juga merupakan salah satu dari beberapa tradisi yang dilakukan ibu hamil.

4.Tradisi kehamilan mengirimkan makanan saat kehamilan. Ini dilakukan oleh Suku Aceh

Photo by Andrew Seaman on Unsplash

Tradisi yang masih kental dari Aceh ini dilakukan pada usia kelima dna ketujuh kehamilan. Bedanya adalah, pada usia kandungan lima bulan, keluarga dari pihak istri akan mengirimkan makanan dan kue manis pada keluarga suami. Pada hari yang sama juga akan dilakukan pihak keluarga suami dengan mengirimkan lauk pauk ke keluarga istri. Sedang pada usia kehamilan ketujuh, kedua keluarga suami istri bertemu dan berlangsung acara makan bersama.

5.Tradisi kehamilan Mangirdak. Tradisi ini dilakukan oleh Suku Batak

Photo by Arteida MjESHTRI on Unsplash

Mangirdak merupakan tradisi tujuh bulan kehamilan yang dilakukan di rumah keluarga si ibu hamil. Pada tradisi ini, ibu dari perempuan yang sedang hamil bertugas memasak makanan kesukaan anaknya dengan ikan mas arsik yang merupakan makanan tradisional suku tersebut. Kemudian si ibu akan menyuapi anaknya yang sedang hamil dan mendoakan yang terbaik untuk kehamilan anaknya. Acara ini juga akan dihadiri sesepuh dari kedua keluarga untuk memberikan wejangan seputar kehamilan dan mendoakan keselamatan saat melahirkan.

Inti dari segala tradisi kehamilan yang berbeda-beda adalah demi keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Tradisi dari berbagai daerah tersebut juga masih dilakukan hingga sekarang. Nah, ada baiknya kita nggak serta merta menganggap sebuah tradisi itu sebagai hal yang kuno saja, lebih baik ambil hikmah di baliknya!