8 Tes Kesehatan yang Harus dilakukan Sebelum Punya Anak

Tes Kesehatan Sebelum Hamil

14 November 2021

Photo by Thirdman via https://www.pexels.com

Bagi pasangan yang sedang merencanakan untuk memiliki anak biasanya disarankan untuk mengikuti serangkaian tes kesehatan. Bahkan dari American Congress of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) telah merekomendasikan pada semua pasangan yang sedang merencanakan kehamilan untuk melakukan medical check-up yang diperlukan demi kehamilan yang lebih sehat.

Tes kesehatan sebelum memiliki anak sangat penting dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan masalah kesuburan sejak dini. Menurut pemaparan dari Grace Lau, MD, dokter spesialis kandungan dari NYU Langone Medical Center, menjalani tes kesehatan ketika program hamil mampu meningkatkan peluang kehamilan yang aman dan bayi lahir dengan lebih sehat.

Berikut beberapa tes kesehatan yang diperlukan sebelum memiliki anak yang perlu dilakukan!

1.Tes tekanan darah

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Tes ini sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki riwayat darah tinggi atau darah rendah. Tekanan darah yang terlalu tinggi maupun rendah akan menyebabkan komplikasi pada kehamuilan yang berisiko pada janin. Sebelum terlambat, sebaiknya lakukan tes ini terlebih dulu.

2.Pap smear

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Bagi perempuan khususnya yang sudah menikah diwajibkan untuk melakukan pap smear setiap dua hingga tiga tahun sekali. Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya sel abnormal di dalam rahim yang bisa berkembang menjadi kanker.

3.TORCH

Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Dengan melakukan tes ini maka akan lebih mudah mendeteksi apakah terpapar virus toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes. TORCH sangat dianjurkan agar lebih dini untuk mengetahui kemungkinan kelainan bawaan atau bahkan keguguran. Hingga saat ini masih banyak ibu hamil yang nggak melakukan tes tersebut sehingga terlambat mengetahuinya.

4.Tes fungsi tiroid

Photo by Павел Сорокин from Pexels

Adanya hormon tiroid sangat penting diperlukan dalam perkembangan janin. Hormon itulah yang nantinya akan mempengaruhi apakah pertumbuhan janin normal atau terhambat hingga mengalami kecacatan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui lebih dini sehingga bisa langsung diatasi.

5.Tes glukosa dengan HbA1c

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Sebelum melakukan program hamil, ada baiknya untuk melakukan tes glukosa. Banyak kasus yang terjadi jika penderita diabetes yang kurang terkontrol memiliki risiko tinggi menngalami keguguran. Mereka yang memiliki gula darah tak terkontrol juga berisiko mengalami persalinan caesar hinggi bayi meninggal saat persalinan.

6.Tes ultrasonografi (USG)

Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Pasalnya, USG nggak hanya dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Tes USG juga dilakukan sebelum merencanakan kehamilan agar dapat mengetahui kondisi rahim, indung telur, saluran telur dan adanya tumor kandungan sepertti kista, mioma dan lainnya.

7.Tes analisa gen

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Dokter kandungan sering menyarankan pasangan suami istri yang ingin melakukan program hamil untuk melakukan tes analisa gen. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan gen. Ketika pasangan memiliki gen resesif, maka ada kemungkinan janin mendapatkan dua gen tersebut yang dapat menyebabkan masalah tertentu. Namun, dokter akan melakukan penanganan lebih cepat ketika diketahui sejak awal.

8.Tes penyakit kelamin

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Sexually Transmitted Infection Test (STI) atau yang lebih familiar dengan tes penyakit kelamin dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi kesehatan cukup baik untuk menjalani kehamilan dan nggak berisiko. Pasalnya penyakit seksual dapat menyebabkan gangguan pada saluran telur dan menjadi penyebab utama sulit hamil.

Itulah beberapa tes kesehatan yang dilakukan sebelum punya anak. Masa kehamilan sangatlah penting sehingga harus benar-benar memaksimalkan kesehatannya. Buat pasangan baru yang ingin memiliki anak dan melalui masa kehamilan yang lebih sehat, maka akan lebih baik jika melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan seperti yang sudah Mamin share di atas. Semoga bermanfaat, ya!