Tantangan dan Cara Menyikapi Kehamilan di Usia 40 Tahun. Kenali Juga Risikonya, Yuk!

Tantangan hamil di usia 40 tahun

19 Maret 2021

Kehamilan di usia 40 | Credit: Commons wikipedia via https://www.freepik.com

Hamil di usia 40 tahun bukanlah suatu hal yang tak mungkin. Meski termasuk kehamilan berisiko tinggi dan lebih rentan komplikasi di bandingkan hamil di usia muda, namun bukan berarti Moms tak dapat melahirkan bayi yang sehat dan kuat.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) angka kehamilan di usia ini telah meningkat sejak tahun 1970-an dan terjadi peningkatan lebih dari dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2012, hal itu nyatanya memberikan pengalaman berbeda bagi setiap wanita yang hamil pada usia tersebut. Untuk Moms yang tengah hamil di usia 40 tahun, berikut Hipwee YoungMom rangkum apa saja hal yang perlu diperhatikan supaya kesehatan ibu dan janin tetap sehat hingga persalinan tiba.

1. Risiko kehamilan di usia 40 tahun berpotensi lebih rumit, Moms harus tahu apa saja kemungkinan yang bisa terjadi supaya tetap waspada

Credit: freepik.com

Melansir dari Halodockehamilan di usia 40 tahun seringkali lebih menantang secara fisik dibandingkan hamil di usia 20-an atau 30-an. Komplikasi yang lebih rumit juga bisa Moms alami jika mempunyai riwayat penyakit kronis sebelumnya seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau tiroid. Beberapa hal yang kemungkinan lebih rentan dialami, di antaranya kelahiran sesar, bayi mengalami berat badan lahir rendah hingga kelahiran prematur.

2. Untuk itu, dari awal Moms sudah harus melakukan pemeriksaan rutin atau antenatal care (ANC). Tujuannya agar dokter bisa menyarankan yang terbaik selama proses kehamilan

Credit: freepik.com

Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Pemeriksaan ini dapat berupa pemeriksaan darah, USG, hingga pemeriksaan fisik untuk mengetahui masalah yang dapat muncul selama kehamilan. Biasanya pemeriksaan bisa dilakukan setiap bulan, namun Moms bisa tanyakan lagi pada dokter kapan jadwal yang tepat untuk melakukan semua tes tersebut.

Dengan berkonsultasi, Moms pun jadi tahu gambaran penting tentang kondisi janin termasuk bagaimana menjaga kesehatan hingga persalinan tiba. Jadi jangan lupa untuk melakukan cek rutin, ya!

3. Jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen khusus yang diberikan dokter, sebab kebutuhan gizi saat kehamilan akan meningkat

Credit: freepik.com

Selama kehamilan, Moms harus memastikan kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik. Kehamilan di usia 40 tahun biasanya memerlukan suplemen tambahan yang mengandung asam folat, zat besi dan kalsium. Dikutip dari hallosehatsuplemen tersebut bermanfaat untuk mencegah beberapa cacat lahir terkait dengan sumsum tulang belakang dan otak, salah satunya spina bifida. Perhatikan petunjuk dokter, sebab tak semua obat bisa dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil.

4. Istirahat yang cukup jadi faktor penting mendapatkan kehamilan yang sehat, jangan paksakan diri untuk selalu beraktivitas. Apalagi di usia yang nggak muda lag

Credit: freepik.com

Seperti dikutip dari Verywellfamily, wanita usia 40 tahun justru lebih bersemangat dalam beraktivitas, sehingga cenderung ingin terus melakukan semuanya sendiri. Untuk itu Moms harus lebih peka dengan kesehatan tubuh, istirahat sesering mungkin dan jangan memaksakan diri. Lebih baik simpan tenaga dengan menjaga kehamilan di usia yang nggak lagi muda ini.

5. Teruskan untuk selalu mengonsumsi makanan bernutrisi yang baik untuk tubuh dan janin. Bila Moms penyuka makanan seafood hati-hati dalam pemilihannya, ya!

Credit: freepik.com

Penuhi makanan bergizi terutama yang mengandung asam folat seperti sayuran hijau, jeruk, sereal atau produk makanan lain yang telah diperkaya mineral. Banyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah untuk menjaga kebutuhan serat harian dan hindari makanan cepat saji untuk sementara waktu.

Bila Moms penyuka makanan seafood lebih baik berhati-hati, sebab beberapa makanan laut ada yang mengandung merkuri misalnya ikan hiu, king makerel atau ikan todak. Moms diperbolehkan kok untuk mengkonsumsi salmon, udang ataupun tuna yang tak menyebabkan alergi.

6. Lakukan skrining untuk kemungkinan down syndrome yang biasanya ditawarkan saat kunjungan pemeriksaan kehamilan

Dokter kandungan atau obgyn | Credit: Freepik

Pemeriksaaan genetik sebenarnya direkomendasikan untuk wanita hamil di usia berapa pun. Namun pasa usia 40-an skrining genetik menjadi hal yang diutamakan. Hal tersebut karena ibu salah satu faktor utama adanya mendeteksi down syndrome.

Wanita usia 25 tahun memiliki peluang 1 dari 12.000 anak dengan down syndrome. Sedangkan pada usia 40 tahun menjadi 1 dari 100 kemudian melonjak menjadi 1 dari 10 pada usia 49 tahun. Artinya risiko ibu melahirkan dengan down syndrome lebih tinggi, jadi jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan yang satu ini.

7. Terakhir, terapkan pola hidup yang sehat dibarengi dengan olahraga yang sesuai anjuran dokter

olahraga ibu hamil | Credit: Avrielle Suleiman

Makanan sehat yang diimbangi dengan olahraga teratur sesuai saran dokter akan menjaga kondisi tetap bugar. Bila sebelumnya Moms atau Dads mengkonsumsi minuman beralkohol atau perokok, yuk sama-sama hentikan kebiasaan itu, ingat semuanya demi janin yang ada di dalam kandungan, ya.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika hamil di usia 40 tahun. Yang terpenting jaga selalu kesehatan Moms dan juga janin dengan baik, ya. Semoga tetap sehat hingga persalinan tiba!