6 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Harus Diwaspadai. Yuk, Mulai Antisipasi!

Tanda Anak Kurang Protein

05 Desember 2021

Photo by Lukas via https://www.pexels.com

Kebutuhan nutrisi anak yang tercukupi tentu akan memberikan dampak yang bagus untuk tumbuh kembangnya. Salah satunya adalah kebutuhan protein. Khususnya pada anak-anak, protein sangat penting untuk membentuk otot-otot, membantu koordinasi anggota gerak tubuh dan merupakan sumber energi. Kurangnya protein pada anak tentu akan menyebabkan pertumbuhannya terganggu.

Sebagai ibu, Moms pasti ingin memaksimalkan kebutuhan nutrisi anak. Jangan sampai si kecil kekurangan protein di masa-masa pertumbuhannya. Kekurangan protein pada anak biasanya juga menunjukkan beberapa gejala atau tanda sehingga Moms harus lebih peka. Sekilas sih, gejalanya sering dianggap sepele sehingga banyak ibu yang mengabaikannya.

Berikut beberapa tanda kalau si kecil kekurangan protein!

1. Pertumbuhannya terhambat. Anak-anak yang kekurangan protein biasanya akan mengalami stunting

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding dengan tinggi badan anak seusianya. Melansir dari Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan protein yang nggak memadai dapat menunda atau menghambat pertumbuhan anak. Moms harus waspada akan hal ini, pertumbuhan yang terhambat juga disebabkan oleh kolagen (dari protein fibrosa) yang nggak cukup dalam menjalankan tugasnya.

2. Perubahan suasana hati pada anak. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan anak sering mengalami kecemasan hingga berujung depresi

Protein juga merupakan asam amino esensial, di mana otak akan menggunakan asam amino untuk neurotransmitter yang mampu membuat anak merasa tenang dan bahagia. Apabila kebutuhan proteinnya kurang, secara otomatis, anak akan mudah mengalami perubahan suasana hati. Yang paling parah jika dibiarkan akan membuatnya cemas berlebih hingga menyebabkan depresi.

3. Merasa sering lapar dan mudah lelah. Mesi nggak sedang bermain atau melakukan kegiatan, mereka cenderung mudah mengalami kelelahan

Memenuhi kebutuhan nutrisi anak nggak hanya soal banyaknya memberi makan. Banyak dalam artian nggak ada proteinnya hanya akan membuatnya sering lapar. Asupan yang cukup tentunya membuat anak selalu merasa kenyang. Anak yang kekurangan asupan protein juga mudah lelah karena massa ototnya berkurang sehingga akan sulit menjaga keseimbangan dan memperlambat metabolisme.

4. Mereka mudah sakit dan sulit sembuh. Protein yang nggak tercukupi akan membuatnya sering sakit karena sistem kekebalan tubuhnya berkurang

Moms pasti pernah merasa mengapa si kecil sering sakit dan sembuhnya lama. Ini adalah salah satu tanda kekurangan protein. Ketika asam amino yang memengaruhi sistem imun tubuh nggak tercukupi, maka tubuh juga nggak bisa membentuk antibodi yang berfungsi untuk mengaktifkan sel darah putih. Hal tersebut membuat anak nggak bisa melawan berbagai virus, bakteri dan toksin sehingga menyebabkan mereka gampang sakit.

5. Anak lebih mudah rewel. Mereka yang kurang asupan protein akan lebih sering rewel dibanding anak yang tercukupi kebutuhan proteinnya

Anak-anak cenderung akan merasa rewel nggak jelas ketika asupan proteinnya kurang. Moms perlu tahu kalau Omega 3 dalam ikan salmon, teri, dan makarel ternyata dapat membuat suasana hati si kecil lebih stabil dan nggak gampang rewel.

6. Bermasalah pada kulit, kuku dan rambut. Tanda yang paling jelas ketika anak kekurangan protein bisa dilihat dari masalah pada bagian tersebut

Protein sangat penting untuk menyusun kulit, rambut dan kuku. Jika anak kekurangan protein, maka akan langsung terlihat dari kukunya yang lebih kering dan mudah mengelupas. Untuk warna rambutnya juga lebih kemerahan, orange hingga kuning terang. Parahnya juga rambut akan mudah rontok dan menjadi lebih tipis.

Tanda tersebut memang sering muncul pada anak yang kekurangan protein. Yuk, jangan diabaikan ya Moms! Penuhi kebutuhan si kecil agar tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas 🙂