8 Tahapan Perkembangan dalam Rumah Tangga yang Menjadi Kunci Keluarga Bahagia

Tahap Perkembangan Keluarga

26 Oktober 2021

Photo by Muhamad Faizal Awal on Pexels.com via https://www.pexels.com

Memahami tahap perkembangan keluarga sangatlah penting khususnya bagi pasanagan yang akan menikah. Menikah itu bukan perlombaan dan bukan juga tentang banyaknya umur harus sudah menikah. Pasalnya, banyak hal harus dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk hidup bersama. Namun bukan berarti menakut-nakuti seolah kehidupan setelah menikah sangat menakutkan. Itulah mengapa tahap perkembangan keluarga penting untuk dipahami.

Nah, buat yang mau menikah, sebaiknya pahami dulu tahap perkembangan keluarga seperti berikut agar nantinya lebih mudah beradaptasi. Modal cinta saja nggak cukup, lo. Yuk, simak apa saja tahap perkembangan keluarga agar pernikahan bahagia!

1.Tahap pengantin baru dan belum memiliki anak. Ini juga merupakan tahap Beginning Family

Photo by Asad Photo Maldives from Pexels

Setelah sah menjadi suami istri, maka akan memulai hidup baru di mana belum ada kehadiran anak. Kedua pasangan akan saling menyesuaikan dengan keluarga besar. Pada tahap ini biasanya mulai muncul ketidakcocokan dengan keluarga suami atau istri karena suatu hal. Itu itu sangat penting untuk mengenal keluarga pasangan.

2.Tahap memiliki anak atau bertambahnya anggota keluarga baru. Tahap ini disebut dengan Child Bearing Family

Photo by Yan Krukov from Pexels

Pada tahap ini, pasangan akan memiliki buah hati dan saling belajar menjadi orang tua baru. Keduanya harus menyesuaikan perbedaan karena hadirnya si kecil. Dan yang paling penting adalah bagaimana tetap menjaga hubungan yang memuaskan antara suami dan istri.

3.Tahap anak mulai memasuki usia pra-sekolah. Ini dikenal dengan tahap Families with Preschooler

Photo by Tatiana Syrikova from Pexels

Tahap ketiga ini, ada yang sudah memiliki anak lagi dan ada yang masih memiliki satu anak. Mereka mulai masuk usia prasekolah. Di sini peran kedua orang tua sangat penting untuk mendampingi anak sehingga mereka mudah beradaptasi. Selain itu juga penting untuk membagi waktu antara anak dan pasangan.

4.Tahap anak sudah masuk sekolah. Tahapan ini juga disebut dengan Families with Children

Photo by Yan Krukov from Pexels

Anak yang memasuki usia prasekolah dan sekolah sangat berbeda. Bagi yang sudah memiliki dua anak tentunya tantangannya lebih berat karena harus mendampingi dua anak secara adil. Namun segalanya akan terselesaikan jika keduanya kompak dan dibicarakan bersama.

5.Tahap memiliki anak usia remaja. Ini merupakan tahap Families with Teenager

Photo by duy dinh from Pexels

Mendidik anak usia remaja tentu banyak tantangannya. Pada usia remaja, anak sudah mulai punya pandangan terhadap banyak hal di luar sana. Hal ini bisa jadi boomerang ketika orang tua salah dalam mendidiknya. Untuk itu, perlu dipersiapkan keterampilan mengatasi anak remaja. Orang tua harus pandai menjalin komunikasi dengan anak.

6.Tahap keluarga yang kini memiliki anak usia dewasa. Tahap ini disebut dengan Launching Center Families

Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Setelah keberhasilan orang tua dalam mendidik anak usia remaja, kini mulai memasuki tahap Launching Center Families. Di mana anak-anak sudah beranjak dewasa dan punya kehidupan sendiri. Orang tua perlu membekali pola asuh yang tepat sehingga menjadikannya tumbuh menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

7.Tahap keluarga dengan anak yang sudah mulai menikah. Ini merupakan tahap Middle Age Families

Photo by Engin Akyurt from Pexels

Pada tahap ini, para orang tua sudah mulai berpikir untu pensiun. Hal ini karena anak-anak sudah bekerja bahkan sudah ada yang menikah. Mereka sudah punya keluarga kecil. Tugas orang tua hampir selesai mendampingi anaknya.

8.Tahap keluarga usia lanjut. Ini juga merupakan tahap akhir dari perkembangan keluarga

Photo by Marcus Aurelius from Pexels

Pada tahap ini biasanya orang tua sudah memutuskan pensiun dan menikmati masa tua. Mereka juga menghabiskan waktu dengan cucunya. Pada tahap inilah orang tua harus saling menjaga dan menikmati masa tua bersama. Yang paling menyenangkan dari masa tua adalah bercerita tentang masa muda. Itulah mengapa enak diajak ngobrol adalah ciri calon pasangan yang baik karena saat tua dan nggak bisa apa-apa, yang dilakukan hanyalah bercerita sambil menikmati masa tua.

Hm..ternyata modal cinta saja nggak cukup ya? harus ada kerjasama antar keduanya. Memutuskan untuk menikah berarti harus menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan karena nanti akan bersanding selamanya. So, sangat penting memahami tahap perkembangan keluarga agar pernikahan bahagia. Semoga bermanfaat ya!