Sama-sama Bisa ‘Mengintip’ Wajah Janin di Perut, Inilah Bedanya USG 2D, 3D, 4D dan Trans Vaginal

perbedaan USG abdominal 2D dan 3D dan transvaginal

09 Januari 2019

Macam-macam jenis USG via https://www.hashimg.com

Di masa-masa kehamilan, prosedur USG atau Ultrasonography mungkin sudah jadi salah satu hal yang tak asing lagi bagi para ibu. Selain untuk memastikan kehamilan di awal gejala hamil, juga untuk memantau perkembangan janin agar selalu dalam kondisi baik dan sehat. FYI, USG juga kerap digunakan para ahli medis untuk memantau indikasi medis lain, seperti pembengkakan organ dalam, batu ginjal atau radang usus buntu.

Nah, sebagai salah satu pemeriksaan esensial pada kehamilan masa kini, penting bagimu para calon ibu untuk tahu perbedaan USG 2D, 3D, 4D dan transvaginal. Ya supaya kelak nggak bingung lagi saat berkonsultasi ke dokter kandungan. Nggak asal minta 3D atau transvaginal cuma buat pengen-pengen doang gitu~

Secara garis besar, USG terbagi atas dua macam jenis berdasarkan teknik pemeriksaannya, yaitu USG Abdominal dan USG Transvaginal. Apa itu USG Abdominal?

Pemeriksaan USG

Dilansir dari laman hellosehat.com, USG transvaginal maupun USG abdominal sebenarnya sama-sama bisa dilakukan sebelum atau selama kehamilan. Bedanya, USG abdominal atau USG perut adalah pemeriksaan yang dilakukan melalui bagian luar perut, dengan cara mengoleskan gel ke seluruh area perut. Gel ini berguna untuk memperlancar pergerakan transduser serta mencegah hadirnya udara antara kulit dan transduser. Kemudian dokter akan menggunakan stik bernama transduser yang digerakkan di atas perut guna menangkap gambaran nyata mengenai seluruh organ-organ internal di dalamnya. Untuk USG ini, kamu bisa mendapatkan hasil 2D, 3D dan 4D.

Sedikit berbeda, USG Transvaginal menggunakan alat yang mirip dengan USG Abdominal namun harus dimasukan lewat vagina untuk pemindaiannya

USG Transvaginal

Nah, sementara USG transvaginal merupakan metode pemeriksaan internal yang melibatkan penggunaan transduser sepanjang 2-3 inchi untuk dimasukkan langsung ke dalam vagina. Kamu akan memperoleh gambaran hasil pemeriksaan yang lebih terperinci seputar organ reproduksi wanita, meliputi vagina, rahim, saluran telur, indung telur, hingga leher rahim. Ini juga bisa digunakan untuk memantau kantong kehamilan di kehamilan muda yang masih sulit dipantau USG abdominal.

Selain teknik pemeriksaan, waktu pemeriksaan juga jadi hal yang membedakan antara USG Abdominal dengan USG Transvaginal

Hasil USG yang selalu bikin para ibu terharu

Dilansir dari laman hellosehat.com, USG abdominal boleh dilakukan kapan pun segera setelah direkomendasikan oleh dokter, baik untuk periksa kehamilan ataupun cek kondisi medis. Sedangkan USG transvaginal ternyata punya aturan waktu khusus, yaitu pada trimester awal kehamilan alias sebelum usia kehamilan menginjak minggu ke-8 baik itu hamil atau ketika sudah memasuki fase ovulasi atau masa subur untuk wanita yang nggak sedang hamil.

Nah, USG 2D, 3D dan 4D yang kerap digunakan orang saat memeriksakan kehamilannya umumnya menggunakan teknik pemeriksaan USG Abdominal, yaitu memeriksa kandungan dari luar perut. Bedanya apa saja?

Bedanya 2D, 3D, 4D

Selain perbedaan biaya pemeriksaan (dimana 4D jelas lebih mahal), ternyata perbedaan ketiga jenis USG ini, yaitu 2D, 3D dan 4D hanya terletak pada hasil pindaian yang dihasilkan. FYI, Ultrasonografi adalah alat diagnostik atau skrining yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memberikan gambaran dari organ di dalam tubuh atau janin di dalam rahim. Nah, gelombang yang dikirimkan melalui alat tersebut akan direfleksikan kembali dan dikirim dari sudut yang berbeda. USG 3D dan 4D sebenarnya menggunakan teknologi yang sama dengan USG 2D.

Bedanya, USG 2D hanya memberikan gambar 2 dimensi hitam putih. Sedangkan USG 3D memberikan gambar 3 dimensi dimana dokter dan orangtua dapat melihat lebar, panjang, dan kedalaman dari gambar yang direkam. Perbadaan 3D dan 4D hanyalah pada ‘motion’ atau gerakan. Pada USG 4D, dilakukan teknik yang memungkinkan visualisasi janin di dalam rahim untuk bergerak secara ‘real time’. 

Beda dari kekhawatiran orang banyak selama ini, kenyataannya pemeriksaan USG relatif aman untuk janin pada usia berapa pun juga. Jika memang diperlukan, USG dapat dilakukan lebih dari satu kali di ketiga trimester tanpa ada efek samping. Namun tentu saja USG hanya dilakukan dengan indikasi tertentu atau atas saran dari dokter yang menangani. Tapi biasanya, meski dinyatakan sehat dan baik-baik saja para orangtua tetap suka melakukan USG karena ingin melihat langsung bentuk dan perkembangan janin yang dikandung sang Ibu. Sekarang sudah nggak bingung lagi kan mau melakukan USG apa?