6 Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak

Puzzle akan membantu anak mempelajari keterampilan kognitif, fisik, dan emosional :)

29 April 2022

Banyak manfaat yang akan didapatkan dari bermain puzzle | Photo by Ksenia Chernaya from Pexels via ://

Jika bicara tentang mainan edukatif, puzzle pasti selalu jadi opsi pertama yang terlintas di pikiran. Mainan ini memang sangat populer untuk anak. Selain banyak jenisnya, harganya pun tidak terlalu mahal. Tidak heran, bukan kalau puzzle jadi favorit banyak orang?

Meski banyak jenisnya, prinsip utama dari permainan puzzle adalah menyusun potongan gambar hingga menjadi sebuah bentuk utuh. Ada puzzle berbentuk balok, ada puzzle berbentuk kepingan, bahkan ada pula puzzle sebesar lantai. Moms cukup menyesuaikan dengan kemampuan kognitif dan motorik si kecil dengan jenis puzzle yang akan diberikan. Nah, selain mengasyikan puzzle ternyata punya segudang manfaat, lo untuk pertumbuhan si kecil. Yuk, kita simak!

1. Puzzle adalah permainan yang tepat untuk melatih konsentrasi anak

Bermain puzzle
Banyak manfaat yang akan didapatkan dari bermain puzzle | Photo by Ksenia Chernaya from Pexels

Jika anak mendapatkan puzzle yang sesuai usia dan kemampuannya, ia pasti akan larut dalam permainan hingga berhasil menyelesaikan gambarnya dengan sempurna. Momen ini merupakan latihan konsentransi yang sangat baik untuk anak.

  • 2. Puzzle juga berguna melatih kemampuan motorik kasar dan halus pada anak
bermain puzzle
Ajak anak bermain puzzle bersama | Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Saat bermain puzzle, anak berlatih untuk mengambil, menggengam, mencopot, hingga memasang kembali kepingan puzzle di lokasi yang tepat. Seluruh ktivitas tersebut sangat berguna dalam merangsang kemampuan motorik si kecil. Kemampuan motorik ini sangat berguna untuk saat si kecil belajar untuk menulis atau menggengam sendok.

3. Menyelesaikan puzzle sekaligus melatih koordinasi antara mata dan tangan anak

bermain puzzle
Berikan puzzle sesuai kemampuan anak | Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Saat memilih potongan puzzle yang tepat, si kecik pasti akan melakukan bongkar pasang beberapa kali. Ia akan memerhatikan gambar yang dibutuhkan, otak pun akan bekerja membayangkan versi gambar yang utuh dan mengarahkan tangan untuk mengambil potongan puzzlenya. Proses yang tampak sederhana tersebut sebetulnya berpengaruh besar pada perkembangan anak termasuk dalam melatih koordinasi mata dan tangannya.

4. Puzzle juga bermanfaat sebagai permainan yang melatih daya ingat

bermain puzzle
Dampingi anak saat bermain puzzle | Photo by Mikhail Nilov from Pexels

Saat anak menyusun puzzle, ia akan berusaha mencari potongan yang memiliki gambar atau warna yang terhubung. Aktivitas tersebut tentu membutuhkan daya ingat anak. Ia mesti mengingat potongan puzzle sebelumnya agar bisa mencari puzzle berikutnya. Hal ini membuat otak si kecil terus aktif. Ingatan anak pun akan semakin terlatih jika sering bermain puzzle.

5. Puzzle membantu anak meningkatkan kesadarannya terhadap ruang

puzzle
Dapatkan segudang manfaat dari bermain puzzle | Photo by Tara Winstead from Pexels

Tidak seperti orang dewasa, anak-anak butuh melakukan percobaan terlebih dahulu sebelum menyadari ukuran dari ruang dan benda di sekitarnya. Mereka tidak akan otomatis mengetaui jarak pendek, panjang, terlalu besar, atau terlalu kecil tanpa benar-benar mencobanya. Nah, ternyata bermain puzzle bermanfaat untuk melatih kesadaran spasial ini. Ketika anak berkali-kali membongkar pasang puzzle, anak sedang berlatih untuk melakukannya juga di dalam kepalanya. Lama-lama, anak hanya perlu membayangkan untuk menyelesaikan puzzle di hadapannya.

6. Lewat puzzle, anak akan belajar untuk memecahkan masalah

bermain puzzle
Puzzle melatih problem solving pada anak | Photo by Diva Plavalaguna from Pexels

Keterampilan memecahkan masalah adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh anak. Lewat puzzle, anak otomatis belajar untuk memecahkan masalah sambil bermain.

Satu hal yang perlu Moms dan Dads perhatikan agar mendapat manfaat yang optimal dari puzzle adalah tingkat kesulitannya. Memilih puzzle sesuai kemampuan anak sangatlah krusial. Puzzle yang terlalu mudah tidak akan membantu anak untuk berkembang. Sebaliknya, jika terlalu sulit anak justru akan merasa frustrasi. Jadi, berikanlah puzzle secara bertahap dan selalu dampingi anak saat bermain.