Daftar Pemeriksaan Kesehatan untuk Dads agar Promil Sukses

Supaya lekas dapat momongan, jangan ragu lakukan tes kesehatan berikut ini!

14 Maret 2022

Jangan ragu lakukan medical check up agar promil lancar | Photo by Gustavo Fring from Pexels via ://

Masalah kesuburan sering kali dibebankan kepada perempuan sebagai pemilik rahim. Padahal, Moms dan Dads sama-sama memiliki peran penting dalam menyukseskan program kehamilan. Kesehatan calon Dads akan berpengaruh pada proses pembuahan yang optimal. Calon Dads juga memerlukan serangkaian pemeriksaan agar proggram kehamilan yang dijalankan bisa berjalan optimal.

Karena itu, bukan hanya calon Moms, calon Dads pun perlu cek kesehatan lo sebelum program memiliki momongan. Lalu, jenis pengecekan apa saja yang perlu dilakukan oleh calon Dads? Simak ulasannya berikut ini!

1. Tes kesehatan menyeluruh diperlukan untuk mengecek kemungkinan penyakit menular

medical check up
Jangan ragu lakukan medical check up agar promil lancar | Photo by Gustavo Fring from Pexels

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terdengar agak sensitif karena penyakit menular kerap dikatikan dengan perilaku seks bebas atau berganti-ganti pasangan. Namun, inti dari pemeriksaan ini sama sekali bukan untuk mengetahui riwayat hubungan seksual pasangan, melainkan untuk mencegah infeksi menular yang dapat membahayakan calon buah hati maupun calon Moms.

Itu sebabnya, tes kesehatan menyeluruh sekaligus tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui beberapa penyakit berbahaya seperti hepatitis, HIV/AIDS, atau penyakit menular seksual lainnya.

2. Uji lab sperma dilakukan untuk mengetahui kondisi kesuburan Dads

uji lab
Uji laboratorium | Foto oleh Pixabar dari Pexels

Semua Dads pasti ingin memiliki kondisi sperma yang sehat. Indikator sperma yang sehat bukan hanya terletak pada kualitas, tetapi juga kuantitasnya. Untuk proses pembuahan yang optimal, normlanya diperlukan sekitar 200 hingga 300 juta sel sperma sehat yang akan berburu satu sel telur.

Melalui uji lab sperma, Dads akan mendapatkan informasi mengenai kondisi, jumlah, bentuk, gerakan, bahkan warna sperma. Jika diperlukan, dokter akan memberikan saran untuk mengoptimalkan kondisi sperma sebelum Moms dan Dads memulai program hamil.

3. Sebagian besar alergi yang dialami anak diturunkan dari orangtuanya, jika memungkinkan lakukanlah tes genetik untuk pencegahan

Tes genetika memungkinkan orang tua mengantisipasi potensi alergi pada anak | Photo by Edward Jenner from Pexels

Tes genetik sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh Dads karena risiko alergi diturunkan dari kedua orangtua. Melalui tes genetik, Moms dan Dads bisa mendapat petunjuk mengenai kemungkinan penyakit yang diturunkan kepada calon buah hati.

Jangan anggap sepele risiko alergi karena beberapa penyakit genetik yang umum terjadi bisa sangat berbahaya sepeti thalaseemia, cystic fibrosis,  atau kelainan darah. Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan kerusakan organ, menggangu pertumbuhan, bahkan kematian pada bayi.

4. Lakukan pengecekan kesehatan untuk mengetahui penyakit kronis yang mungkin  menggangu kesuburan

cek kesehatan
Beberapa penyakit kronis dapat menggangu kesuburan | Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Apakah Dads mengidap penyakit diabetes? Ternyata penyakit ini tidak hanya berbahaya untuk kesehatan Dads tetapi dapat menggangu fungsi reproduksi. Selain diabetes, Dads juga perlu mewaspadai penyakit tiroid atau kanker. Kondisi tersebut akan membuat kesehatan reproduksi Dads ikut terganggu. Jika ingin melakukan program kehamilan, sebaiknya Dads memahami dulu kondisi kesehatan diri.

5. Deteksi kelainan pada organ reproduksi melalui USG

pemeriksaan kesehatan
USG dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan organ reproduksi | Photo by Los Muertos Crew from Pexels

Pemeriksaan ultrasonografi atau lebih dikenal dengan sebutan USG bukan hanya berfungsi untuk mengecek kondisi janin di dalam kandungan. USG juga dapat digunakan untuk pemeriksaan kesuburan Moms maupun Dads. Untuk Dads, pemeriksaan USG dapat dilakukan untuk memantau kondisi organ reproduksi dan mendeteksi kelainan yang mungkin terdapat pada organ tersebut, misalnya penyumbatan pada saluran reproduksi.

6. Pengecekan hormon mungkin diperlukan untuk mengetahui kondisi kesuburan Dads

konsultasi dokter
Berkonsultasilah dengan dokter mengenai pengecekan kesehatan yang diperlukan | Photo by Los Muertos Crew from Pexels

Salah satu kemungkinan yang menyebabkan ketidaksuburan pada Dads adalah gangguan hormon, tertutama hormon yang mendorong produksi sperma. Jikah omron tersebut berkurang otomatis produksi sperma akan menurun. Meski hal ini cukup jarang terjadi, tetapi opsi pemeriksaan hormon dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesuburan Dads secara menyeluruh.

Itulah beberapa pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan Dads yang sedang menjalankan program kehamilan bersama pasangan. Perlu diketahui bahwa tingkat kesuburan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, gaya hidup, dan riwayat konsumsi obat-obatan tertentu. Jadi, selalu pastikan Moms dan Dads menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat agar lancar menjalani program kehamilan.