Sedihnya Jadi Ibu Rumah Tangga, Sudah Repot dan Sering Dinyinyiri Pakai 4 Perkataan Ini!

Problema ibu rumah tangga

27 September 2021

Photo from Freepik.com via https://www.freepik.com

Menyandang status sebagai ibu muda yang sudah punya anak memang selalu ada saja dramanya. Memilih bekerja dibilang lepas tanggung jawab menjadi seorang ibu, giliran memilih di rumah saja dibilang enak-enakan “nodong” uang suami. Bahkan perkataan nyelekit tersebut nggak hanya dilontarkan oleh tetangga, melainkan bisa saja dari suami sendiri. Tanpa sadar saat suami pulang kerja, mereka dengan entengnya bilang, “kamu enak di rumah terus nggak kerja”. Kira-kira rasanya gimana ya, Moms?

Ibu yang memilih untuk bekerja maupun hanya di rumah saja tentunya punya alasan tersendiri. Sayangnya banyak yang beranggapan bahwa menjadi ibu rumah tanggal itu bukanlah pekerjaan karena nggak dibayar. Selalu ada saja orang yang mengurusi keputusan orang lain. Anehnya, sesama perempuan malah justru saling meremehkan, seolah layak menghakimi seseorang tanpa tahu alasan di balik setiap keputusannya.

Hidup memang penuh cibiran, Moms. Tapi kita punya pilihan untuk nggak mendengarkan nyinyiran tersebut. Berikut ini perkataan yang seringkali didengar oleh ibu yang hanya di rumah saja mengurus anak.

1.”Cuma di rumah ngurus anak di rumah aja apa susahnya sih”

Photo by Paige Cody on Unsplash

Perkataan ini akan dengan mudah dilontarkan mereka yang nggak tau bagaimana repotnya mengurus anak. Mengurus anak nggak hanya asal urus saja. Sebagai seorang ibu pasti punya penerapan pola asuh yang nggak hanya sekadar mengurus anak namun juga mengasuhnya dengan benar. Hal tersebut karena cara didik anak sejak kecil akan menentukan pola pikir anak saat dewasa. Jadi ibu memang harus sabar, Moms.

2.”Kok rumahnya berantakan padahal Cuma di rumah aja ngurusin anak”

Photo by Volha Flaxeco on Unsplash

Keadaan rumah ketika sudah punya anak tentu berbeda saat masih berdua dengan suami. Akan ada mainan berserakan di mana-mana, rempahan bekas biskuit yang membuat para semut asyik berpesta, belum lagi kalau si kecil lari-larian keluar masuk rumah dan kakinya kotor. Wajar jika rumah seringkali tak terurus, Moms baru bisa bersih-bersih saat si kecil tidur. Sebaiknya jangan langsung menghakimi!

3.”Enak dong di rumah aja bisa bangun siang, nggak perlu macet-macetan di jalan buat ngantor!”

Photo by Becca Tapert on Unsplash

Di rumah saja bukan berarti fokus mengurus anak saja. Ada pekerjaan rumah tangga lain seperti mencuci baju, mencuci piring, menyiapkan makanan untuk suami yang akan bekerja dan memastikan kebersihan rumah lainnya. Ibu yang hanya di rumah saja justru harus lebih aktif ketika anak masih tidur agar nanti ketika bangun bisa fokus mengurus anak.

4.”Memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan mengandalkan gaji dari suami saja emang cukup?”

Photo by Louis Hansel on Unsplash

Masalah cukup atau nggak, hanya suami istri saja yang tahu. Rejeki sudah ada yang mengatur asal selalu berusaha. Sama halnya dengan ibu yang bekerja, pastinya mereka butuh bayar pengasuh anak dan asisten rumah tangga agar kebersihan rumah terjamin. Entah bekerja atau di rumah saja, pastinya kebutuhan akan tercukupi kok. Kalau ada perkataan yang kurang mengenakkan, nggak usah didengar saja. Toh, kita yang menjalani.

Dalam kehidupan memang seringkali ada yang mencampuri urusan rumah tangga orang. Tak heran jika ada beberapa perkataan yang membuat ibu yang hanya di rumah saja atau memilih sebagai ibu rumah tangga merasa down. Apapun itu, nggak perlu mendengar omongan orang yang menyakitkan Moms. Mereka dengan seenaknya nyinyir, tapi Moms juga punya hak untuk mengabaikannya karena nggak penting.