Prihatin, Ibu 17 Tahun Ini Tega Pukuli Bayi Hingga Tewas. Tak Sadar Anak Meninggal Malah Sempat Dibawa Karaokean

kisah sedih bayi tewas dipukuli ibu sendiri

25 Januari 2019

Jangan sampai deh begini! via https://onetrackmine.com

Anak adalah rezeki dan harta tak ternilai yang dititipkan ke Tuhan ke orangtuanya. Tak ada anak yang dapat memilih siapa orangtuanya, sehingga seyogyanya anak dikasihi dan dirawat oleh ayah dan ibunya dengan sebaik-baiknya. Mirisnya, tetap saja ada orangtua tak bertanggung jawab yang tega menganiaya, bahkan membunuh titipan tersebut.

Seperti yang dilakukan seorang ibu remaja asal Taiwan yang beberapa waktu lalu kedapatan menewaskan bayinya lantaran alasan sepele. Usia remaja memang sangat rentan dan labil, terlebih kalau tak ada dukungan moral dari suami mau pun kerabatnya. Untuk kamu yang penasaran, yuk simak bareng ulasannya berikut ini.

Seorang ibu berusia 17 tahun di Taiwan kedapatan menganiaya bayinya yang baru berusia 18 bulan lantaran si anak enggan menyusu hingga tewas. Duh, tega banget ya

Miris ya

Dilansir dari Oriental Daily, kejadiaan nahas ini dilaporkan terjadi pada tanggal 15 Januari 2019 lalu di Taiwan. Ibu muda tersebut tega memukul anaknya yang masih berusia 18 bulan hingga lebam dan tewas mengenaskan hanya lantaran si anak menolak minum susu dan sempat menumpahkan produk kosmetik milik si ibu.

Bayi tersebut kabarnya lahir dari pasangan yang relatif sangat muda. Sang ibu melahirkan anak saat berusia 16 tahun sedankan ayahnya masih berusia 20 tahun

Duh, sedihnya

Pasangan ini berpisah tahun lalu dan sang ibu akhirnya ditunjuk sebagai wali anak. Kemudian sang ibu pindah dan tinggal bersama 4 orang kerabatnya yang juga masih muda, sekitar 20-an tahun.

Di malam insiden keji itu terjadi, sang ibu secara brutal memukul anaknya menggunakan pemijat punggung lantaran si anak menolak minum susu dan menumpahkan produk kosmetiknya

Gambar hanya ilustrasi

Yang lebih menyedihkan adalah sang ibu memberikan kesempatan pada kerabatnya yang lain di rumah tinggalnya tersebut untuk ikut memukuli si anak hingga lebam dan penuh bekas luka cakaran. Si anak terus menangis hingga hilang kesadaran. Setelah meninggal, mereka mengira si anak hanya ketiduran. Sedihnya, mereka masih membawa bayi malang tersebut ke lokasi karaoke untuk menyanyi dan bersenang-senang. Bahkan saat melihat mata anaknya sudah terbalik di studio karaoke, si ibu sempat memukul si anak tanpa tahu anaknya sudah meninggal. Setelah sesi karaoke, ibu tersebut baru sadar anaknya telah tiada dan buru-buru membawa bayinya ke rumah sakit, namun sayangnya sudah terlambat.

Setelah diperiksa di rumah sakit dan dirawat oleh dokter setempat, ditemukan luka lebam tak wajar dan bekas kuku yang menggores bayi tersebut. Polisi pun dipanggil untuk mengkasuskan kejadian tersebut

Apa pun yang terjadi, jangan lakukan kekerasan pada anakmu ya

Post-mortem mengungkapkan bahwa sang bayi menderita pendarahan di tengkorak kepala, yang dikenal dengan istilah intracranial haemorrhage yang membuat polisi meyakini bahwa si kepala si bayi sudah dihantamkan ke dinding atau sempat terjatuh ke lantai. Saat polisi menggrebek rumah ibu dan para kerabatnya tersebut, ditemukan pemijat punggung, tongkat hingga pipa plastik yang diduga digunakan untuk menganiaya bayi tersebut. Sedihnya, ibu dan para kerabat yang turut menganiaya bayi malang tersebut justru berdalih si bayi kesurupan setan sehingga harus dipukul agar patuh. Ayah biologis dan sang nenek menyesali kejadian tersebut dan bahkan sempat membagikan penyesalannya di Facebook lantaran membiarkan si anak dibawa ibunya.

Moral dari cerita ini adalah, butuh kedewasaan lebih bagi pasangan untuk dapat bertanggung jawab membina hubungan apalagi sampai merawat bayi. Dukungan positif dari orang sekitar dan edukasi seks yang baik tentu untuk akan menjadikan ceritanya jauh berbeda. Intinya sih, jangan berani-berani berhubungan seks kalau nggak siap hamil dan berumah tangga. Pria dan wanita sama-sama punya punya beban untuk mempertanggungjawabkan hasil ‘pekerjaannya’. Semoga hal semacam ini nggak sampai terjadi lagi ya 🙁