3 ‘Kesalahan’ Pola Asuh Han-seo di K-Drama ‘Vincenzo’ yang Bisa Jadi Pelajaran. Apa Saja, Ya?

Pola asuh anak di Vincenzo

05 Mei 2021

Belajar dari kesalahan pola asuh Han-seo | Photo by sportskeeda via https://www.sportskeeda.com

Baru-baru ini penggemar KDrama sedang ramai membicarakan drama terbaru berjudul “Vincenzo”. Apakah Moms juga mengikuti series ini? “Vincenzo” mengisahkan pengacara yang mengungkap kejahatan para mafia di Korea selatan. Salah satu tokoh “Vincenzo” adalah Jang Han-seo, CEO Babel Group. Han-seo memiliki karakter unik, cerdas, tampan, mahir berbahasa Inggris, tapi terkenal akan kegilaan, obsesinya untuk selalu menang, meski dengan cara yang kejam.

potongan adegan di Vincenzo by Sportskeeda.com

Han-seo didiagnosis sebagai psikopat saat berusia 16 tahun, lo! Dilansir dari Klik Dokter, dalam bahasa medis psikopat disebut sebagai kepribadian anti-sosial. Belum diketahui secara pasti penyebab gangguan kepribadian ini, tapi salah satu faktornya adalah pola asuh orang tua. Yuk Moms, pahami kesalahan pola asuh orangtua Han-seo. Kok bisa ya, Han-seo menderita psikopatik di usia yang masih sangat muda? Padahal ia dikenal sebagai sosok yang cerdas!

Orangtua Han-seo selalu melindungi dan menutupi kesalahan anaknya dengan berbagai cara. Pola asuh ini nggak baik untuk perkembangan emosi dan perilaku anak, ya Moms!

Jangan melindungi atau menutupi kesalahan anak | Photo by Bearfotos

Sejak kecil, Han-seo sering melakukan kekerasan fisik dan verbal pada adik dan teman-temannya. Alih-alih ayahnya selalu menutupi kesalahan Han-seo supaya anaknya nggak mendapat hukuman dari pihak sekolah. Akibatnya, Han-seo nggak pernah mendapatkan konsekuensi negatif atas semua kesalahannya. Hal ini membuat perilaku tersebut terus berulang sehingga membentuk kepribadian.

Hukuman atau teguran untuk anak ketika melakukan kesalahan sama pentingnya dengan penghargaan atau apresiasi ketika anak melakukan pencapaian. Hukuman atau teguran merupakan konsekuensi yang harus diterima anak ketika melakukan kesalahan. Hukuman bisa dilakukan dengan berbagai cara yang baik supaya nggak menimbulkan trauma pada anak, tapi bisa memberikan efek jera. Sehingga, kesalahan nggak terulang dan anak bisa memperbaiki sikapnya.

Orangtua Han-seo nggak pernah menyelesaikan kenakalan anaknya hingga ke akar permasalahan. Kurangnya komunikasi orangtua dan anak berpengaruh buruk pada tumbuh kembang dan perilaku anak!

Selesaikan masalah kenakalan anak dengan komunikasi yang baik | Photo by Breafotos

Bukannya mencari penyebab kenakalan Han-seo dan memperbaiki pola asuhnya, orangtua Han-seo justru mengirim anaknya ke luar negeri. Mereka menyekolahkan Han-seo di luar negeri yang jauh dari keluarga. Bahkan, orangtua Han-seo nggak pernah membangun komunikasi dengan anaknya. Hal ini membuat Han-seo merasa diabaikan, dan semakin berperilaku seenaknya.

Padahal orangtua harusnya menunjukkan perhatian dengan meningkatkan komunikasi, ketika anak mengalami masalah perilaku. Misalnya dengan menanyakan perasaan anak, apa kemauannya dan menjelaskan bagaimana perilaku yang seharusnya. Hal ini dilakukan supaya anak nggak melakukan pembenaran sendiri atas perilakunya.

Sikap otoriter orangtua mengakibatkan Han-seo banyak menekan pendapat atau keinginannya

Pola asuh yang buruk memicu masalah psikologis pada anak | Photo by People Creation

Han-seoa nggak pernah diberi kesempatan untuk mengutarakan keinginannya. Orangtuanya selalu memberikan keputusan mutlak yang harus selalu Han-seo turuti. Akibanya, Han-seo kecil melakukan banyak kenakalan sebagai bentuk protes dan meminta perhatian orangtuanya. Meski nggak dibahas dalam series, Moms juga perlu tahu nih bahwa gangguan kepribadian psikopatik seperti yang dialami oleh Han-seo biasanya memiliki latar belakang pola asuh yang buruk.

Nggak hanya otoriter, orangtua yang acuh dan kurang hangat atau kurang bonding dengan anak juga bisa menyebabkan masalah psikologis pada anak. Dilansir dari artikel Ciputra Hospital, pola asuh yang buruk seperti pola asuh yang cenderung keras dan nggak kosisten juga bisa membentuk kepribadian yang psikopatik.

Nah, setelah mempelajari kesalahan pola asuh tokoh Han-seo, Moms jadi paham kan, bahwa mendidik anak menjadi cerdas aja nggak cukup! Han-seo memang dikenal sangat cerdas saat sekolah, bahkan ia bisa menjadi pengusaha muda yang kaya raya. Sayangnya pola asuh yang buruk dari orangtua membuatnya berperilaku buruk sejak kecil dan menjadi sangat kejam saat ia dewasa.