Nagita Slavina Alami Keguguran, Akui Sebelumnya Sempat Pijat. Amankah Pijat untuk Bumil?

pijat ibu hamil

03 Maret 2020

Gigi keguguran/ Credit: Nagita Slavina & Center of Exellence via https://www.centreofexcellence.com

Nagita Slavina atau akrab disapa Gigi sedang sedih karena harus rela kehilangan calon anak keduanya yang akan menjadi adik Rafathar. Di usia kehamilan 1 bulan, ia harus mengalami keguguran karena janin yang tak menempel sempurna di rahim hingga akhirnya harus luruh. Sedihnya lagi Gigi mengalami hal ini saat sedang buang air kecil di toilet mall saat meeting, pun harusnya ia baru menemui dokter keesokan harinya.

Akhirnya Gigi tetap menemui dokter setelahnya dan di sanalah ia dinyatakan keguguran. Namun untungnya rahim sudah bersih sehingga ia tak perlu menjalani kuret. Dilansir dari Hai Bunda, ternyata dokter memiliki dugaan bahwa hal ini terjadi karena Gigi terlalu lelah. Meski nggak mau menarik kesimpulan bahwa penyebabnya adalah pijat, namun ia mengakui melakukannya setelah sampai di Jakarta. Lalu, sebenarnya bolehkan ibu hamil dipijat? Kita simak yuk penjelasannya!

Pijat saat hamil memiliki beberapa manfaat positif untuk ibu baik untuk fisik maupun mental

Lebih relaks/ Credit: I Got Your Back Massage

Ternyata pijat selain bermanfaat untuk orang yang kelelahan, hal yang satu ini juga bisa bermanfaat untuk ibu hamil. Dilansir dari Orami Parenting, sebuah penelitian di University of Miami School of Medicine menyatakan bahwa manfaat yang diperoleh antara lain adalah mengurangi stres dan kecemasan, mengurangi gejala depresi, membantu tidur lebih baik, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mengurangi ketegangan otot.

Mungkin ada juga mitos manfaat lain yang selama ini beredar di masyarakat, namun kamu perlu super ekstra hati-hati

Biar nggak sungsang/ Credit: M Health

Mungkin kamu sering mendengar mitos mengenai manfaat pijat untuk kesuburan hingga membenarkan posisi bayi sungsang. Namun dilansir dari Kompas, menurut Dr Ardiansjah Dara SpOG dari MRCCC Siloam Semanggi anggapan ini ternyata hanyalah mitos belaka. Bahkan katanya pijat perut justru berbahaya. Ibu yang sedang hamil bisa memijat bagian apa saja kecuali perut. Ia juga mengatakan bahwa pijat perut untuk bayi yang sungsang ternyata berbahaya karena memiliki risiko pendarahan. Belum lagi si bayi juga berisiko terlilit tali pusar hingga pecah ketuban. Tambahan lagi, ternyata pijat perut tak hanya berbahaya bagi ibu hamil saja tapi bahkan juga pada orang biasa.

Walau dikatakan ibu hamil boleh dipijat di semua bagian kecuali perut, namun ada juga pertimbangan-pertimbangan lainnya

Selain perut/ Credit: Parenting First Cry

Biasanya beberapa fasilitas pijat akan menolak pijat kehamilan pada trimester pertama karena risiko keguguran akan meningkat di 12 minggu pertama. Kamu juga mesti mempertimbangkan lagi karena ternyata beberapa dokter juga masih ragu untuk menyarankan pijat pada ibu hamil karena adanya perbedaan pelatihan pijat. Pun tidak semua negara memiliki undang-undang yang tegas dalam mengatur terapis yang sudah disertifikasi.

Jika kamu memiliki kondisi tertentu kamu perlu mengonsultasikan dulu ke dokter jika ingin melakukan pijat saat hamil. Jangan sembarangan ya!

Konsul ulu deh/ Credit: Center of Exellence

Sebenarnya semua ibu hamil sebaiknya berkonsultasi saat akan pijat, namun akan semakin disarankan jika kamu memiliki kondisi-konisi seperti menjalani kehamilan dengan risiko tinggi, hipertensi selama hamil, preeklamsia, mengalami pembengkakan parah, baru saja melahirkan, mual dan muntah, berisiko tinggi mengalami keguguran, memiliki kehamilan dengan risiko tinggi seperti bayi yang lahir prematur.

Jika memang tak begitu dibutuhkan sebaiknya pijat dalam kondisi hamil dihindari. Namun kalau ingin tetap melakukannya kamu bisa konsultasi kepada dokter dan melakukan di terapis yang sudah terjamin bahkan jika bisa tersertifikasi. Yang penting diperhatikan juga, ada banyak faktor yang memicu keguguran, terutama di trimester pertama, bukan semata karena pijat saja. Kalau masih ragu dan bimbang ingin pijat, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan atau bidan yang menanganimu ya!