4 Kalimat Julid yang Sebaiknya Jangan Mertua Ucapkan Saat Bertemu Menantunya

Pertanyaan Mertua ke Menantu

05 Desember 2021

Photo by Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Moms atau Dads adalah salah satu orang yang paling beruntung jika akur dengan mertua meski tinggal satu atap. Walaupun nggak semua menantu perempuan dekat dengan mertua, namun sepertinya akan lebih membahagiakan jika keduanya selalu akur. Hmm… mungkin nggak sih? Ada banyak kemungkinan asal keduanya saling memahami, toh mertua adalah orang tua dari suami yang tentunya juga harus dianggap sebagai orang tua sendiri.

Moms pasti sering mendengar kalau seseorang yang sudah menikah sebaiknya nggak tinggal dengan orang tua. Bukan karena ingin meninggalkan orang tua melainkan agar lebih mandiri dan bisa berjuang bersama dalam mengarungi bahtera dalam berumah tangga. Tapi, meski nggak satu rumah dengan orang tua, tetap saja mertua akan mengunjungi kita dan memastikan bahwa semua baik-baik saja.

Sebenarnya maksud orang tua yang ikut campur urusan rumah tangga adalah salah satu wujud perhatian. Hanya saja cara penyampaiannya beda dan kadang malah membuat menantu merasa risih. Apalagi kalau pas ketemu suka tanya yang aneh-aneh, pasti serba salah kalau mau jawab.

Namun, sebaiknya mertua menghindari 4 kalimat ini saat bertemu menantunya!

1. ”Kok suamimu sekarang kurusan sih, dulu pas tinggal sama mama kayaknya badannya bagus berisi gitu”

Sekian lama nggak bertemu, pasti yang paling dikomentarin pertama kali adalah anaknya yang nggak lain adalah si suami. Kalau kelihatan kurus biasanya orang yang pertama ditanya adalah menantu. Dikira nggak mencukupi kebutuhan nutrisinya. Padahal, kurus juga bukan berarti gizinya buruk. Bisa saja sedang melakukan pola hidup sehat. Tapi, pikiran mertua suka aneh-aneh gitu :'(

2. ”Kamu mentang-mentang udah punya suami dan anak jadi malas merawat diri ya, hati-hati nanti suami gampang bosan, lo”

Sebagai perempuan kadang selalu dituntut untuk menjadi sempurna. Namun, ketika melakukan kesalahan sedikit saja diungkit-ungkit. Anak masih kecil ya wajar kalau memprioritaskan segalanya untuk anak. Nanti kalau keseringan nyalon, merawat diri, dan meninggalkan anak-anak dikira jadi ibu yang egois karena mementingkan diri sendiri. Kita sebagai menantu juga ingin tampil cantik di mata suami kok, hanya sedang ada yang lebih penting.

3. ”Cucu mama kok malah di sekolahin di sana sih, apa nggak kemahalan?”

Bukan mertua kalau nggak ikutan ngurusin pendidikan anak. Padahal juga nggak ikut biayain, tapi kalau kita sebagai orang tua mampu dan itu yang terbaik untuk pendidikan anak ya harusnya nggak masalah. Ini tinggal jauh dari mertua aja masih dikomentarin perihal memilih sekolah anak, gimana tinggal satu rumah? Bisa ikut campur urus menu untuk anak kayaknya.

4. ”Tiap Mama ke sini kok rumah selalu berantakan sih, padahal juga kamu nggak kerja”

Kebiasaan orang tua kalau datang ke rumah anaknya pasti berasa sidak (inspeksi mendadak). Kalau melihat rumah berantakan aja langsung ngomel. Apalagi kalau pas datang, rumahnya selalu berantakan dan mainan anak berserakan ke mana-mana. Namanya juga punya anak kecil yang lagi aktif banget, diberesin bentar juga bakal berantakan lagi. Mungkin momen berantakin mainan selalu pas sama mertua pas lagi datang, jadi ya gitu deh, dikira kita nggak pernah beres-beres.

Meski nggak semua mertua begini, tapi semoga artikel ini bisa menjadi pembelajaran bagi semuanya agar hubungan antar mertua dan menantu selalu harmonis, ya!