Permainan Sederhana yang Bantu Cerdaskan Bayi Selain Ciluk Ba

Tidak perlu mahal, bayi bisa bermain sambil belajar menggunakan benda-benda sederhana!

01 Maret 2022

Pict form Pexels.com via ://

Salah satu wujud kasih sayang orangtua kepada anaknya adalah membelikan berbagai jenis mainan edukatif sejak dini. Hal ini tidak salah, tetapi sebetulnya ada banyak permainan yang bisa dilakukan dengan menggunakan benda-benda yang tersedia di rumah. Bahkan, permainan tersebut tidak hanya membuat bayi gembira tetapi juga membantu mencerdaskan bayi.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari setiap permainan, Moms dan Dads perlu memperhatikan tahap perkembangan bayi, ya. Jangan sampai memberikan permainan yang terlalu sulit ataupun terlalu mudah. Permainan yang tidak sesuai usia akan membuat bayi menjadi frustrasi karena terlalu sulit atau tidak ada tantangan. Kalau begitu, simak, yuk permainan sederhana yang bisa Moms dan Dads lakukan bersama bayi di rumah!

1. Bayi berusia 0-3 bulan perlu permainan yang membantu stimulasi panca inderanya

bayi menggengam mainan
Pada tiga bulan pertama, bayi perlu stimulasi panca indera | Photo by Dobromir Dobrev from Pexels

Pada usia ini, bayi sedang pada fase mengenal dunia sekitarnya. Moms dan Dads dapat menggunakan bahan sederhana seperti kain berwarna cerah, sisir bayi, selimut, maupun handuk untuk bermain sekaligus menstimulasi panca inderanya.

Contoh permainan pertama adalah lambaian kain warna. Bermain dengan kain berwarna terang bisa membantu bayi melatih fokus pengelihatannya. Saat bayi berada dalam posisi telentang, Moms atau Dads lambaikan kain berwarna cerah di atas bayi dengan jarak 20 hingga 25cm.

Permainan selanjutnya membutuhkan benda sehari-hari bayi seperti handuk, sisir, dan selimut. Kedua benda tersebut bisa jadi mainan yang merangsang indera peraba dan membuat bayi belajar tekstur, lho. Moms dapat menyentuhkan beberapa benda ke telapak tangan atau kaki bayi dan lihat reaksinya. Jika bayi tampak nyaman dengan tekstur benda tersebut, sentuhkan beberpa kali dan biarkan ia berekplorasi lewat kulitnya,

2. Pada usia 3-6 Bulan, bayi sangat menikmati permainan yang membantu perkembangan motoriknya

Bayi di atas bantal
Bantu bayi bergerak lewat permainan | Photo by RODNAE Productions from Pexels

Bayi pada usia ini sudah mulai mengendalikan tangan dan kakinya. Mereka pun suka membalikkan tubuh ke kanan atau kiri. Itu sebabnya, mereka pasti suka diajak bermain yang membuat mereka bergerak sesuai kemampuannya.

Permainan pertama bisa Moms atau Dads lakukan menggunakan guling. Letakkan guling di atas kasur atau alas tidur yang rata kemudian posisikan bayi tengkurap di atas guling. Setelah itu, gerakanlah guling ke kanan dan kiri. Permainan ini akan melatih otot bayi bagian atas dan pundak, lho.

Selain guling, Moms bisa gunakan selimut untuk bermain. Letakkan bayi dalam posisi telentang atau tengkurap di atas selimut. Setelah itu, tarik satu sisi selimut hingga bayi berguling ke arah berlawanan. Permainan ini cocok untuk melatih keseimbangan bayi dalam menggerakan dua sisi tubuhnya.

3. Memasuki usia 6-9 bulan, bayi pasti gembira dengan permainan yang membuatnya bereksplorasi

bayi merangkak
Bayi yang sudah bisa merangkak suka sekali bereksplorasi | Photo by Craig Adderley from Pexels

Jika bayi sudah bisa merangkak, ia akan senang sekali bermain kejar-kejaran bersama Moms dan Dads. Untuk melakukannya, tidak perlu mempersiapkan benda khusus hanya pastikan saja area bayi merangkak aman dari benda berbahaya.

Untuk melakukan permain ini, Moms atau Dads cukup merangkak di belakang bayi dan sesekali tangkap dia sambil memberikan ciuman atau sedikit kelitikan. Lakukan beberapa putaran dan nikmati waktu bersama bayi.

4. Bayi usia 9-12 bulan sudah bisa mengikuti permainan dengan instruksi sederhana

cahaya senter
Senter pun bisa jadi alat bermain seru dengan bayi | Photo by Artem Podrez from Pexels

Di usia ini, koordinasi dan gerak motorik bayi bisanya sudah lebih baik. Moms bisa memberikan permainan yang lebih menantang misalnya mengejar sinar. Permainan ini hanya butuh senter dan ruangan aman untuk bayi bergerak.

Di ruangan yang gelap, tarik perhatian bayi menggunakan cahaya senter. Jika bayi tampak penasarandan menghampiri sinarnya, arahkan senter ke tempat lain dan beri bayi semangat untuk mengejarnya. Permainan sederhana ini akan membantu bayi melatih motorik kasar dan halusnya sekaligus.

Itulah beberapa permainan sederhana yang bisa Moms dan Dads lakukan bersama bayi di rumah. Mudah bukan mengajak bayi bermain sambil belajar? Selamat mencoba.