Sama-Sama Berjasa untuk Ibu Hamil, Ini Bedanya Obgyn, Bidan dan Doula. Yuk, Kenali!

Perbedaan obgyn, bidan dan doula

13 Maret 2021

Perbedaan obgyn, bidan dan doula | Credit: Shutterstock via https://www.freepik.com

Kehamilan merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang disambut dengan suka cita oleh para orang tua. Persiapan yang terbaik pun dilakukan, mulai dari asupan nutrisi, berkonsultasi ke dokter hingga perincian lain yang berhubungan dengan kesehatan bayi. Namun, mungkin Moms yang saat ini tengah menanti kehadiran buah hati  ada yang sedikit bingung soal fungsi obgyn, bidan dan doula. Meskipun ketiganya sama-sama terlatih dan ahli di bidangnya, ada beberapa perbedaan yang harus diketahui nih.

Perannya hampir serupa, namun ketiga tenaga profesional tersebut mempunyai fungsinya masing-masing. Berikut ini penjelasan perbedaan antara obgyn, bidan dan doula yang perlu Moms ketahui, supaya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dan nggak bingung lagi. Yuk, simak bareng-bareng!

Tiga profesi tersebut berbeda dari segi kewenangan, cakupan dokter kandungan atau obgyn lebih luas terutama jika pasien perlu penangan khusus saat kehamilan dan persalinan

Dokter kandungan atau obgyn | Credit: Freepik

Dalam istilah umum, dokter spesialis obstetri dan ginekologi biasa disebut obgyn atau SpOG. Ia mempunyai peran tersendiri untuk menangani kehamilan dan persalinan normal maupun yang berisiko tinggi. Dokter kandungan berwenang untuk melakukan caesar, memberikan epidural, menuliskan resep hingga memberi bantuan saat persalinan seperti menggunakan forceps, vakum atau episiotomi.

Bidan sendiri mampu membantu persalinan normal hingga melakukan tindakan episiotomi, namun tak diperkenankan untuk melakukan operasi caesar atau menangani kehamilan dan persalinan dengan komplikasi. Biasanya jika pasien dianggap berisiko, bidan akan merujuk pasien ke dokter kandungan.

Di sisi lain doula berperan untuk mendampingi Moms selama proses persalinan, namun ia nggak berwenang untuk memberikan tindakan medis seperti dokter kandungan atau bidan.

Obgyn dan bidan sama-sama mempelajari seluk beluk kehamilan sampai persalinan. Bedanya, seorang bidan tak mengenyam sekolah kedokteran melainkan pendidikan formal jurusan kebidanan, minimal setara D3

Bidan | Credit: Pixnio

Setelah menyelesaikan sekolah kedokteran umum, seorang dokter obgyn harus melanjutkan spesialisasi obstetri (penanganan kehamilan dan persalinan) juga ginekologi (organ reproduksi wanita). Nantinya akan diberi gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi atau disingkat SpOG. Beberapa kasus yang ditangani pun beragam, dilansir dari Aldokter, kelainan seperti kehamilan ektopik, prematur, tali pusar menumbung, kehamilan usia tua menjadi salah satu pelayanan dokter kandungan atau obgyn.

Bidan termasuk tenaga medis yang membantu proses persalinan, masa pendidikan memang tak selama obgyn namun harus mengenyam jurusan kebidanan, minimal setara D3. Jika kehamilanmu normal dan tak berisiko adanya komplikasi, memeriksakan kehamilan dan persalinan di bidan dapat dilakukan. Bahkan banyak lo Moms yang merasa lebih nyaman dari segi sesama perempuan atau konsultasi yang lebih panjang dibanding dokter kandungan yang memiliki jadwal padat.

Beda lagi dengan doula yang tak wajib memiliki latar belakang pendidikan medis, meski begitu seorang doula perlu mengambil sertifikasi pelatihan

Peran doula | Credit: Shutterstock

Siapa saja bisa berprofesi sebagai doula, sepanjang ia memiliki panggilan hati untuk menjadi pendamping persalinan, namun tentu ada syaratnya berupa pelatihan yang mencakup teori dan praktik. Walau tak terlibat dalam penanganan medis, peran doula tetap krusial ia mampu menjelaskan teknik pernapasan yang meredakan rasa sakit hingga memberi semangat untuk mengurangi kecemasan. Saat ini pun sudah banyak penyedia jasa doula yang terpercaya, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan Moms, nih.

Penting diingat meski perannya tak serupa, ketiga profesi tersebut sama-sama memiliki andil untuk membantu selama kehamilan hingga proses persalinan

Proses kelahiran | Credit: Aditya Romansa

Ketiganya punya peran penting untuk Moms menghadapi masa persalinan. Semuanya tergantung dengan kebutuhan dan kondisi yang sedang Moms alami, jika ada risiko komplikasi saat kehamilan langsung saja konsultasi dengan dokter kandungan, bidan pun umumnya menjadi orang yang pertama kali menemani dengan segala macam kontraksi dan ‘bukaan’ sebelum dokter datang. Atau saat Moms perlu belajar mempersiapkan persalinan dan postpartum,¬†peran doula di sini jadi bagian yang tepat.

Itulah perbedaan dari obgyn, bidan dan doula yang perlu diketahui supaya nggak salah mendefinisikan lagi. Ketiga profesi mempunyai kelebihan pada masing-masing peran dan yang pasti memabantu Moms untuk segera bertemu dengan buah hati. Semoga bermanfaat, ya!