4 Faktor yang Menyebabkan Kepala Bayi Peyang dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kepala Bayi Peyang

03 Desember 2021

Photo by Enrique Hoyos via https://www.pexels.com

Kepala bayi yang peyang seringkali menjadi insyekuritas tersendiri bagi sang ibu. ut. Mengutip dari laman The Royal Children’s Hospital Melbourne, kondisi peyang pada bayi tidak memengaruhi perkembangan otak bayi. Hanya saja, kepala peyang pada bayi membuat bentuk wajah bayi menjadi nggak simetris.

Bayi yang baru lahir tentunya masih memiliki tulang tengkorak yang lunak. Jika terjadi tekanan yang berlebih, maka akan membuat bentuk kepalanya mudah berubah, salah satunya peyang. Dalam istilah medis, peyang disebut sebagai plagiocephaly. Ini juga merupakan masalah umum ketika kepala bayi berkembang dalam bentuk yang nggak normal atau simetris.

Meski nggak membahayakan, tapi kebanyakan ibu-ibu selalu berusaha gimana caranya agar kepala bayi berkembang normal. Ternyata berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab kepala bayi peyang;

1. Adanya masalah ketika bayi masih berada di dalam rahim

Kepala peyang pada bayi juga disebabkan karena tekanan besar di jalur lahir. Gangguan otot leher juga bisa menjadi faktor penyebab kepala bayi menjadi peyang. Hal tersebut biasanya terjadi ketika bayi masih berada dalam kandungan terkena tekanan di kepala atau kekurangan cairan ketuban.

2. Posisi tidur bayi yang selalu telentang

Sebenarnya ada baiknya jika bayi tidur telentang karena dapat terhindar dari kematian mendadak (sudden infant death syndrome). Sayangnya, keseringan tidur telentang juga membuat kepalanya menjadi peyang. Apalagi kalau ibunya nggak berusaha mengubah posisi tidurnya, lama-kelamaan akan berubah bentuk menjadi nggak simetris.

3. Bayi lahir prematur

Pada umumnya, bayi yang lahir prematur lebih besar kemungkinan untuk mengalami kepala peyang. Hal tersebut karena tulang tengkoraknya yang cenderung lebih lunak dibanding mereka yang lahir dalam usia yang cukup. Untuk itu dibutuhkan perawatan khusus.

4. Adanya kelainan pada tulang tengkorak

Meski masih jarang terjadi, namun kepala peyang pada bayi juga disebabkan oleh penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini (craniosynostosis) sehingga bentuk kepalanya menjadi nggak sempurna. Kondisi seperti ini jika nggak segera ditangani akan menjalar pada penglihatan dan keterlambatan perkembangan kognitif.

Moms bisa mengatasi kepala peyang pada bayi dengan beberapa cara berikut;

1. Mengubah posisi tidurnya

Tekanan yang terlalu lama seringkali membuat kepala bayi berubah bentuk. Apalagi tulang bayi masih sangat lunak. Moms bisa mengubah posisi tidurnya nggak hanya telentang yaitu dengan sesekali memiringkan ke posisi kanan atau kiri. Dengan begitu bisa mencegah kepala peyang pada bayi.

2. Menggendong dengan cara yang bervariasi

Gendongan ternyata juga memengaruhi bentuk kepala bayi dan terhindar dari peyang lo Moms. Jangan hanya menggendong dengan posisi miring saja. Sesekali bisa mengubah posisi gendongan menjadi tegak atau didekap agar mengurangi kelebihan pada satu sisi kepala.

3. Sering mengganti posisi saat menyusui

Kadang, ibu-ibu terlalu nyaman dengan hanya menyusui satu payudara. Namun ternyata itu juga membuat kepala bayi peyang. Sebaiknya mengganti posisi menyusui dengan payudara kanan dan kiri agar kepalanya bisa simetris. Hal ini berlaku ketika ibu menyusui sambil tiduran agar kepala bayi nggak hanya miring ke satu sisi saja.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan kepala bayi peyang dan bagaimana cara mengatasinya. Semua ibu pasti ingin anaknya punya fisik yang sempurna. Moms juga bisa mencegah agar si kecil nggak memiliki kepala peyang dengan tips yang Mamin kasih di atas. Semoga  bermanfaat!