Bukan Cuma pada Anak, Ini 5 Alasan Kenapa Seorang Ibu Bisa Tantrum Juga!

Penyebab Ibu Tantrum

29 November 2021

Photo by Liza Summer via https://www.pexels.com

Tak hanya anak-anak saja yang mendadak tantrum. Seorang ibu pun juga sering mengalaminya, lo. Tapi bedanya, tantrumnya ibu itu bentuknya bukan menangis atau berteriak seperti anak-anak, mungkin lebih sering uring-uringan, ngomel-ngomel, diam tanpa kata bahkan sampai nyesek nangis sendiri. Tantrum yang dialami ibu juga wajar karena tugas dan tanggung jawabnya semakin banyak. Moms pasti tahu bagaimana rasanya, kan?

Merawat dan mendidik anak bukan hal yang mudah. Namun semua dilakukan agar nanti anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Meski seringkali emosi, tapi tetap haru sabar karena apapun yang dilakukan orang tua tentunya akan ditiru langsung oleh anak. Jadi harus banyak sabar ya Moms. Tantrum pada ibu juga disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut penyebab ibu mengalami tantrum:

1. Merasa lelah lahir batin

Kelelahan dalam mengurus anak seringkali membuat ibu tertekan. Namun bukan berarti kurang maksimal dalam mendidik anak. Belum lagi kalau capek bersih-bersih rumah dan beresin mainan anak, eh malah diobrak-abrik lagi. Mau marah kok rasanya kasihan sama anak, kalau dipendem ya jadinya malah tertekan. Akhirnya Cuma bisa mewek diem-diem.

2. Merasa kurang dukungan dari sumi dalam menjalani kehidupan rumah tangga

Hidup berumah tangga tentunya apa-apa harus dibicarakan bersama-sama. Sayangnya beberapa orang nggak seberuntung itu. Ada yang justru merasa kurang dukungan dari pasangan sehingga meski hidup satu atap tapi malah asing. Tidak adanya dukungan tersebut seringkali membuat Moms nyesek hingga menyebabkan uring-uringan. Hm…kesel banget ya Moms rasanya!

3. Kurangnya waktu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri

Bukan hanya mereka yang masih lajang saja yang suka meluangkan waktu untuk diri sendiri. Me time juga penting dilakukan oleh yang sudah menikah atau ibu rumah tangga. Tidak adanya waktu untuk me time juga menjadi penyebab ibu mengalami tantrum. Kadang memang butuh jeda sejenak dari aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Biasanya minimal 1 jam untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri saja sudah cukup, kok. Misalnya, menikmati secangkir teh tanpa gangguan dan lainnya.

4. Banyaknya tuntutan dari pasangan tanpa memberikan solusi

Ketidakkompakan pasangan suami istri mungkin adalah sesuatu yang wajar. Namun jika salah satunya banyak menuntut tentu akan membuat pasangan merasa tertekan. Apalagi tuntutan perihal mendidik anak. Suami maunya harus menerapkan pola asuh A, tapi nggak pernah memberi solusi pada istri. Parahnya lagi kalau suami nggak mau ikut andil dalam mendidik anak, tingkat stres Moms juga pasti semakin bertambah!

5. Sulitnya membangun komunikasi dengan pasangan

Komunikasi dalam hubungan pernikahan sangatlah penting. Jika keduanya merasa kesulitan dalam berkomunikasi maka akan membuat rumah tangga juga kurang harmonis. Alangkah lebih baik jika Dads meluangkan waktu buat Moms, menanyakan apa yang dilakukan di hari itu sehingga ia bisa berbagi apa yang dialami. Dengan begitu Moms akan terhindar dari tantrum.

Penyebab tantrum pada ibu memang seringkali dianggap sepele. Namun bisa berdampak pada kesehatan mentalnya. Kalau seorang ibu sudah kehilangan jati diri, maka akan kurang fokus dalam mengurus anak dan keluarga. Hal ini karena mood ibu sangat berpengaruh dalam mendidik anak. Kalau banyak emosi juga berakibat fatal untuk tumbuh kembang anak. It’s okay kalau misalnya hati Moms sedang nggak baik-baik saja, pahami itu dan minta bantuan suami jika diperlukan, ya!