Ternyata, Bisa Bayi Juga Bisa Bisulan. Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya, Yuk!

Penyebab Bisul Pada Bayi

03 Desember 2021

Photo by RODNAE Productions from Pexels via https://www.pexels.com

Bisul merupakan benjolan lunak berisi nanah yang biasanya muncul di permukaan kulit. Benjolan ini biasanya berwarna merah dan bisa menyerang siapa saja termasuk bayi. Pada umumnya bayi akan lebih sering rewel jika ada salah satu bagian tubuhnya yang terkena bisul. Bisul biasanya muncul pada area yang mudah berkeringan dan sering mengalami gesekan. Area pada bayi yang sering terkena bisul adalah bagian wajah, leher, ketiak, selangkangan hingga bagian bokong.

Sebagai orang tua baru yang mendapati si kecil terkena bisul, pasti khawatir. Bisul yang dialami orang dewasa saja kadang terasa sakit jika tersentuh, apalagi kalau dialami bayi, rewel sudah pasti iya. Bisul ini juga bisa pecah lo Moms, apalagi kalau sudah muncul nanah yang sering disebut dengan mata bisul, pasti mudah untuk memecahnya. Tapi, setelah pecah juga harus segera membersihkannya supaya nggak menimbulkan efek lainnya.

Penyebab bisul pada bayi juga harus mendapatkan penanganan dengan cepat. Berikut beberapa penyebab bisul pada bayi dan cara mengatasinya. Nggak perlu panik, Moms!

1. Adanya luka pada kulit bayi

Kulit bayi masih sangat sensitif, terluka sedikit saja bisa menyebabkan bisul. Salah satu penyebab bisul pada bayi adalah adanya luka pada kulit yang disebabkan oleh gesekan pada pakaian maupun popok. Bisul pada bayi juga bisa muncul karena bekas tindik telinga. Luka pada kulit bayi inilah yang menyebabkan kotoran dan debu mudah masuk sehingga menimbulkan bisul.

Untuk mengatasinya, Moms sebaiknya sering mengganti pakaian bayi ketika ia mulai banyak keringat. Jangan lupa sering cek popok bayi agar nggak terlalu lembab. Selain itu juga harus merawat kulit bayi agar senantiasa bersih dan sehingga nggak mudah terkena bisul.

2. Infeksi bakteri yang seringkali terjadi pada kulit bayi (Impetigo)

Bisul pada bayi juga bisa disebabkan oleh Impetigo, yaitu jenis penyakit yang bisa menular dan dapat menyebabkan munculnya lepuhan pada bagian wajah. Leher, lengan dan lipatan siku bayi. Hal ini tentunya membuat bayi merasa kurang nyaman dan terasa gatal. Apalagi jika berada di area wajah. Bisul nantinya juga bisa pecah dan dapat menimbulkan koreng berwarna kekuningan.

Jenis infeksi ini nantinya akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu. Namun jika Moms nggak tega dan ingin segera mempercepat penyembuhan bisul pada si kecil, maka bisa memberikan antibiotik dari resep dokter. Sebaiknya konsultasikan dulu ada tidaknya efek antibiotik bagi si kecil.

3. Infeksi pada folikel rambut

Infeksi folikel juga dapat menjadi pemicu tumbuhnya bisul pada bayi. Secara umum, ada tiga jenis folikel rambut, yaitu folikulitis (peradangan pada folikel rambut), furunkel (infeksi folikel rambut pada lapisan kulit yang lebih dalam), dan karbunkel (sekelompok folikel rambut yang terinfeksi nanah). Di antara ketika jenis tersebut, karbunkel dapat menyebabkan nyeri dan demam pada anak.

Untuk mengatasinya, folikulitis bisa hilang dengan sendirinya. Namun, untuk jenis furunkel dan karbunkel harus ditangani oleh dokter karena akan sulit untuk sembuh tanpa bantuan medis.

4. Infeksi berat pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus

Bakteri SSSS (staphylococcus aureus) ini seringkali menyerang bayi dan anak-anak. Umumnya, mereka akan mengalami demam selama beberapa hari hingga akhirnya muncul ruam di sekujur tubuh disertai bisul yang mudah pecah. Kondisi ini membuat bayi terlihat lemas dan kulitnya yang kering hinga pecah-pecah.

Bisul yang disebabkan oleh SSSS harus segera mendapatkan penanganan dari dokter. Hal ini karena infeksi tersebut mampu menyebabkan komplikasi yang parah pada bayi seperti sepsis dan dehidrasi.

Itulah penyebab bisul pada bayi mulai dari yang ringan hingga paling parah. Jangan sampai terlambat dalam penanganan ya Moms. Ketahui penyebabnya sejak dini. Semoga bermanfaat!