4 Fakta Ilmiah Tentang Ngidam. Katanya Kalau Nggak Dituruti, Anaknya Bakal Ileran!

penjelasan ilmiah ngidam

06 Maret 2021

Ngidam/ Credit: 30 Seconds via https://www.freepik.com

Kadang mendengar ibu hamil yang ngidam aneh-aneh mungkin membuat para suami yang mesti mencarikan keinginan tersebut menjadi sedikit skeptis “Hmm, ini beneran nggak sih?”. Namun pada akhirnya biasanya bakal dituruti juga, apalagi hal ini didukung dengan mitos yang selama ini sudah beredar di masyarakat bahwa jika ngidam tak dituruti maka akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, seperti misalnya bayi tersebut akan sering ‘ngiler’ saat sudah lahir nanti.

Itu kalau berdasarkan mitos, lalu sebenarnya bagaimana ya jika hal ini dilihat dengan kacamata ilmiah? Apa yang sebenarnya menjadi penyebab hal ini bisa terjadi? Apakah hal ini harus selalu dituruti? Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan Hipwee YoungMom berikut!

Jika kamu bertanya apakah fenomena ngidam ini benar-benar terjadi ternyata jawabannya iya, memang benar demikian. Tapi…

Credit: freepik.com

Dilansir dari Family & Co Nutrition, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa lebih dari 76% wanita di Amerika Serikat mengalami ngidam pada minggu ke-13 kehamilan. Puncak dari frekuensi dan intensitasnya akan terjadi pada trimester kedua dan berkurang secara signifikan pada waktu berikutnya. Ada pola yang bisa dilihat dari tiap trimester. Biasanya ibu hamil akan ngidam makanan gurih di trimester pertama, di trimester kedua menjadi ngidam makanan manis, dan di trimester terakhir biasanya ibu hamil ngidam makanan asin.

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya ngidam, yang pertama adalah terjadinya perubahan hormon pada ibu hamil

Credit: freepik.com

Adanya perubahan hormon pada wanita hamil akan menyebabkan adanya perubahan pula pada daya tanggap sensorik. Dalam sebuah sumber, 26% wanita dilaporkan merasakan adanya perubahan selera dan ada juga 65% yang mengalami perubahan sensitivitas pada indra penciuman. Dengan kata lain ada perubahan dalam cara merasakan, mencium, dan merasakan tekstur makanan yang membuat makanan yang diinginkan mungkin beda dari biasanya.

Mulai dari kekurangan nutrisi tertentu hingga adanya molekul spesifik pada makanan, hal ini bisa menyebabkan terjadinya fenomena yang disebut ngidam

Credit: freepik.com

Adanya janin di dalam rahim membuat kebutuhan nutrisi menjadi berlipat ganda. Sehingga kekurangan nutrisi akan menyebabkannya ingin makan makanan tertentu. Tapi hal ini bukan melulu makanan hijau ya, malah kebanyakan makanan manis hingga makanan cepat saji.

Ada juga kemungkinan molekul yang spesifik pada makanan menyebabkan ngidam terjadi. Sebagai contoh, adanya methylxanthines yang termasuk kafein akan menyebabkan keinginan untuk makan cokelat yang dapat membantu menangani gejala fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan yang mungkin terjadi saat hamil.

Tak bisa dimungkiri, ternyata efek kultural dan psikologis juga bisa menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya keinginan untuk makan makanan tertentu

Credit: freepik.com

Masih dilansir dari Family and Co Nutririon, berdasarkan sebuah penelitian ngidam ternyata bersifat kultural di mana di negara yang berbeda ternyata makanan yang diinginkan juga berbeda. Di Amerika Serikat, cokelat menjadi makanan yang paling diidamkan tapi hal ini tak berlaku di Mesir. Sedangkan wanita Jepang banyak ngidam untuk makan nasi. Dapat dilihat bahwa perbedaan budaya menyebabkan perbedaan ngidam juga.

Makanan-makanan yang menyebabkan ngidam tersebut boleh saja kamu konsumsi jika tak membahayakan. Namun kamu perlu mempertimbangkan seberapa sering kamu merasakannya, berat badanmu saat ini, diet yang seimbang, dan perubahan tubuh yan terjadi. Jika kamu tak terlalu yakin dengan pola makan tersebut, kamu bisa berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan.