Pentingnya Penggunaan Car Seat di Berbagai Negara, Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, belum ada aturan khusus mengenai penggunaan car seat. Kenapa, ya?

01 Maret 2022

Pict by Freepik.com via ://

Berbeda dengan banyak negara lain, edukasi mengenai penggunaan car seat di Indonesia masih sangat minim. Banyak orangtua beralasan anak akan jauh lebih tenang jika dipangku dibandingkan duduk di car seat. Selain karena tidak terbiasa, Indonesia juga tidak punya aturan khusus terkait penggunaan car seat. Padahal, menggunakan car seat akan melindungi anak dari cidera hingga kematian saat terjadi kecelakaan.

Berbeda dengan Indonesia, beberapa negara di bawah ini memiliki regulasi yang ketat dalam berkendara bersama anak. Mari simak peraturan penggunaan car seat di Indonesia dan berbagai negara!

1. Australia mengatur penggunaan car seat berdasarkan kategori usia

car seat
Car seat untuk bayi dan balita | Photo by jeanvdmeulen from Pixabay

Di Australia, peraturan membawa bayi dan anak berkendara sangatlah ketat. Bayi hingga balita berusia 4 tahun harus menggunakan car seat dengan posisi menghadap ke belakang. Setelah usia 4 tahun, anak boleh duduk menghadap ke depan tetapi wajib tetap berada di kursi belakang. Mulai umur 7 hingga 16 tahun, anak tetap harus menggunakan booster seat.

2. Di California, membawa anak di bawah 8 tahun di kursi depan dan tanpa car seat adalah perbuatan melanggar hukum

Anak menggunakan sabuk pengaman
Booster seat membuat sabuk pengaman lebih pas di badan anak | photo by People Creations from pikwizard

Melihat anak duduk di kursi samping pengemudi bukanlah hal yang aneh di Indonesia. Namun, jangan coba lakukan hal tersebut di California jika tidak ingin melanggar peraturan lalu lintas. Hingga usia 8 tahun, anak wajib berada di kursi belakang dengan menggunakan car seat.

3. Arab Saudi menetapkan penumpang yang boleh duduk di kursi samping supir haruslah berusia 10 tahun ke atas dengan tinggi minimal 145cm

mobil jok belakang
Di Arab Saudi, kursi belakang wajib memiliki sabuk pengaman | Gambar oleh crescentdsgn dari Pixabay

Tidak hanya mewajibkan car seat bagi anak hingga usia 4 tahun, Arab Saudi bahkan mengharuskan warganya menggunakan sabuk pengaman meski duduk di kursi belakang. Jika ingin duduk di kursi depan, anak minimal berusia 10 tahun dengan tinggi 145cm.

4. Negara tetangga, Brunei Darussalam, mengatur bahwa anak di bawah usia 12 tahun wajib menggunakan car seat

car seat
Letakkan car seat di kursi belakang | photo created by rawpixel.com from freepik

Brunei Darussalam ternyata memiliki regulasi yang cukup ketat terkait penggunaan car seat dengan mewajibkan anak menggunakannya hingga usia 12 tahun.

5. Kamboja tidak membolehkan anak di bawah usia 10 tahun untuk duduk di samping pengemudi

sabuk pengaman
Tetap gunakan sabuk pengaman setelah berhenti memakai car seat | photo by Creative Art from pikwizard

Hampir sama dengan Arab Saudi, Kamboja tidak mengizinkan anak di bawah 10 tahun untuk duduk di kursi depan. Meski begitu, kewajiban menggunakan car seat hanya berlaku hingga anak berusia 4 tahun.

6. Di Belanda, anak yang belum mencapai tinggi 135cm harus menggunakan car seat saat berkendara

car seat bayi
Car seat bayi menghadap belakang | Photo by Kampus Production from Pexels

Selain mengatur penggunaan car seat berdasarkan batas tinggi badan, peraturan negeri kincir ini jauh lebih ketat dibandingkan beberapa negara lainnya karena anak tidak boleh duduk di kursi depan hingga berusia 18 tahun.

7. Indonesia memiliki UU no. 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat 6 yang mengatur penggunaan sabuk pengaman

sabuk pengaman
Pasanglah sabuk pengaman saat berkendara | Gambar oleh cfarnsworth dari Pixabay

Di Indonesia, peraturan terkait keselamatan berkendara mewajibkan penumpang yang duduk di samping pengemudi roda empat untuk menggunakan sabuk pengaman. Meski begitu, tidak ada batasan minimal usia atau tinggi badan mengenai penumpang yang boleh duduk di samping pengemudi.

Seperti terlihat di atas, peraturan di Indonesia masih belum spesifik dalam mengatur keselamatan bayi dan anak saat berkendara. Apalagi, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak di bawah usia 12 tahun belum bisa terlindungi dengan optimal hanya dengan sabuk pengaman. Sabuk pengaman harus berada di area tengah dada dan bahu anak serta sempurna melindungi pinggul. Jika posisi sabuk masih di area leher, sebaiknya bantu dengan booster seat.

Larangan anak berada di kursi depan bukan hanya karena sabuk pengaman. Namun, airbag yang mengembang saat terjadi kecelakaan justru berpotensi melukai anak alih-alih menyelamatkannya. Meski peraturan di Indonesia belum spesifik, sebaiknya orangtua mengikuti anjuran berkendara yang aman demi keselamatan si buah hati, ya!