Meski Menggemaskan, Pahami 5 Bahaya Obesitas pada Anak

Anak yang kegemukan rentan mengalami masalah kesehatan dan psikologis, lo!

01 Maret 2022

Pict from Freepik.com via ://

Kegemukan atau obesitas merupakan kondisi yang terjadi akibat asupan kalori yang melebihi jumlah kalori yang dikeluarkan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya obesitas pada anak, di antaranya pola makan yang tidak seimbang, faktor genetik, hingga kurangnya aktivitas fisik. Kasus obesitas ini mungkin belum terlalu menjadi concern karena dianggap sepele, namun kenyataannya tidak demikian.

Dengan dalih terlihat menggemaskan, anak yang kegemukan sering dianggap bukan masalah jika dibandingkan anak yang terlalu kurus. Padahal, dua kondisi tersebut sama-sama memiliki bahaya kesehatan. Agar Moms dan Dads lebih waspada, ini beberapa risiko obesitas pada anak yang tidak boleh disepelekan.

1. Anak obesitas berpotensi mengalami gangguan saluran napas saat tidur

balita tidur
Obesitas menyebabkan anak sulit mendapat waktu tidur berkualitas | Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels

Menurut penelitian, 7% dari anak obesitas mengalami gangguan saluran napas saat tidur yang disebut sleep apnea. Gangguan ini ditandai dengan berhentinya napas selama 10 detik atau lebih ketika sedang tidur. Kondisi ini menimbulkan asupan oksigen ke dalam darah menurun secara drastis dan berpotensi menimbulkan kesulitan konsentrasi dan menurunnya daya ingat. Dalam skala lebih serius, sleep apnea bisa menggangu irama jantung.

2. Saat beraktivitas atau berolahraga, anak obesitas cenderung mengalami serangan sesak napas meski tidak memiliki riwayat asma

Anak berolahraga
Anak obesitas akan sulit melakukan aktivitas fisik | Foto oleh Lukas dari Pexels

Sesak napas pada anak dapat terjadi akibat kelainan sistem pernapasan yang ditandai oleh penyempitan saluran napas. Hal ini sebetulnya bersifat sementara dan dapat dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, obesitas menjadi faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kelainan ini meski anak tidak memiliki riwayat asma.

3. Diabetes melitus adalah penyakit yang berisiko menimbulkan komplikasi kesehatan serius pada anak yang kegemukan

sayuran
Bentuk pola makan sehat pada anak untuk mencegah obesitas dan diabetes | Foto oleh Arina Krasnikova dari Pexels

Dahulu, penyakit diabetes melitus hanya dialami oleh orang dewasa atau lansia. Namun kini, anak-anak pun berisiko mengalami diabetes melitus tipe 2 akibat pola makan yang tidak sehat serta kurangnya aktivitas fisik yang berujung pada kondisi obesitas. Hal yang lebih mengkhawatirkan, penderita diabetes melitus berisiko mengalami komplikasi penyakit berat seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal.

4. Gangguan sendi dan tulang juga berpotensi dialami oleh anak yang kegemukan

menjaga keseimbangan
Keseimbangan akan menjadi hal yang menantang pada anak obesitas | Foto oleh 12138562 dari Pixabay

Setengah dari anak yang menderita obesitas mengalami masalah keseimbangan saat berdiri, berjalan, dan berlari. Kondisi ini juga berpengaruh pada pertumbuhan tulang kaki anak dan sering menimbulkan asa nyeri di pinggang dan juga lutut.

5. Bukan hanya gangguan fisik, obesitas dapat menyebabkan masalah psikologis dan sosial pada anak

anak perempuan sedih
Potensi depresi akibat perundungan lebih besar pada anak yang mengalami obesitas | Foto oleh Pixabay dari Pexels

Masalah psikologis pada anak obesitas sebetulnya rentan terjadi akibat perundungan dari teman sebaya. Cemoohan ini bisa membuat kepercayaan diri anak menurun bahkan berujung pada depresi. Mereka pun akan menarik diri dari pergaulan karena sering mendapat olokan.

Melihat bahaya yang mungkin timbul dari obesitas pada anak, sebaiknya orangtua tidak lagi mewajarkan kondisi kegemukan dengan dalih anak terlihat lucu dan menggemaskan. Sayangilah anak-anak kita dengan membantu mereka memiliki tubuh yang ideal. Ajarkan anak untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta lengkapi dengan aktivitas fisik sesuai usia anak ya, Moms dan Dads!