Daftar Nyinyiran Ini Kerap Diterima Ibu yang Melanjutkan Kuliah, Padahal Masih Punya Bayi

Nyinyiran Saat Melanjutkan Pendidikan

18 November 2021

Photo by Alexander Suhorucov from Pexels via https://www.pexels.com

Pendidikan bagi seorang perempuan seringkali diaggap tabu. Kebanyakan orang masih berkomentar seperti, “ngapain sih perempuan sekolah tinggi-tinggi, nanti juga ujung-ujungnya momong anak”. Kalau boleh Mamin ngasih pendapat nih, momong anak itu juga ada ilmunya lo, Moms. Dan yang paling penting, karakter anak saat sudah dewasa juga ditentukan dari bagaimana orang tua mendidiknya, khususnya ibu yang merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Nyatanya, nggak ada yang salah kokdengan perempuan yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya. Di luar sana juga banyak yang sudah menikah dan punya anak tapi tetap menomorsatukan pendidikan. Bagi beberapa perempuan yang sudah punya anak, melanjutkan pendidikan bukan semata-mata untuk mengejar karier, tetapi demi menjadi pribadi yang memiliki banyak pengetahuan khususnya dalam mendidik anak.

Khususnya di Indonesia, perempuan berpendidikan tinggi masih sering diomongin seperti, “ngapain kuliah kalau gajinya juga sama dengan lulusan SMA, buat apa perempuan sekolah tinggi kalau ujung-ujungnya Cuma masakin suami dan anak di rumah”. Apalagi kalau yang ingin melanjutkan kuliah ini punya anak kecil, pasti nyinyirannya bakal makin pedes. Ngalahin bon cabe level 12 pedesnya.

Berikut nyinyiran yang seringkali didengar oleh Moms yang masih semangat melanjutkan kuliah meski anak masih kecil-kecil;

1. ”Masih punya anak kecil kok bisa-bisanya egois pengin kuliah lagi sih?”

Meski sudah punya anak dan masih kecil, memangnya salah ya, kalau Moms ingin melanjutkan pendidikan lagi? Toh masih bisa fokus dalam mendidik anak dan suami juga mengizinkan. Melanjutkan kuliah lagi juga bukan suatu keegoisan. Egois adalah ketika seorang ibu meninggalkan anak demi mengejar kesenangan.

2. ”Apa sih gunanya kuliah lagi? Apa yang mau dikejar, sih?”

Realitanya, mendidik anak juga butuh banyak pengetahuan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik. Pasalnya, momong anak nggak hanya mandiin anak, nyuapain anak, menjaga anak biar nggak nangis dan menidurkan anak. Akan tetapi juga memastikan ia makan makanan sehat, mendidiknya agar berkarakter sejak dini, mengajarkan sopan-santun dan semua itu dibutuhkan dari ibu-ibu yang berpengalaman.

3. ”Mending uangnya ditabung buat sekolah anak, masa dihabisin semua buat kepentingan emaknya sekolah lagi”

Lucunya, orang-orang seringkali nyinyir dengan apa yang mereka nggak tahu. Ibu yang pandai  mengelola keuangan dalam rumah tangga biasanya sudah ada tabungan untuk sekolah anak. Jadi, uang yang digunakan untuk melanjutkan kuliah itu sudah direncanakan sendiri. Begitu juga untuk tabungan pendidikan anak, pasti sudah dibicarakan sama pak suami.

4. ”Sayang banget sih uangnya dipakai untuk kuliah lagi, padahal kan mending kerja aja?”

Orang-orang awam biasanya selalu mengaitkan kuliah tinggi dengan jabatan yang lebih tinggi juga di suatu perusahaan. Apalagi kalau melihat orang yang nggak kerja kantoran tapi dulunya kuliah, pasti langsung nyinyir, “Sayang banget kenapa dulu kuliah kalau Cuma kerja begituan”. Begitu juga dengan Moms yang memutuskan kuliah lagi padahal juga nggak dipakai untuk melamar kerja melainkan hanya mendidik anak di rumah.

5. ”Lanjut kuliah paling cuma mau nyari-nyari kesenangan sendiri, melipir dari kewajiban!”

Pekerjaan yang paling mudah adalah mengomentari urusan orang lain tanpa bukti yang jelas. Seperti itulah kalau orang-orang nyinyirin Moms yang kuliah lagi saat anaknya masih kecil. Gimana mau nyari selingkuhan, wong kuliahnya diantar sama suami dan anak. Ada-ada aja orang kalau komentar.

Semua omongan yang menyakitkan nggak perlu dimasukkan ke hati ya, Moms. Biarkan saja mereka berprasangka buruk, tapi kita juga berhak untuk nggak mendengarnya. Kalau Moms pernah denger nyinyiran kayak gimana lagi nih?