Nggak Hanya Ibu yang Berjuang Saat Melahirkan, Ayah pun Mengalami 10 Perasaan Tak Karuan Ini

Perasaan suami saat istrinya berjuang melahirkan

22 Januari 2019

Beginilah potret persalinan yang diabadikan oleh selebgram Dwi Handayani via https://www.instagram.com

Hamil dan melahirkan adalah perjuangan hebat. Ternyata, nggak hanya Ibu yang berjuang demi melahirkan bayi yang sehat, Ayah yang baik juga akan ikut berjuang bersama lo. Meski Ibu merasa Ayah hanya bisa melihat dan membantu tanpa merasakan kesulitan yang dialami saat kehamilan hingga persalinan, Ayah adalah orang yang paling khawatir akan kondisi Ibu. Apalagi saat kehamilan anak pertama, jangan heran deh kalau Ayah mendadak jadi posesif dan sedikit lebay.

Hal itu juga yang dialami oleh Muhamad Putra (@mputrasetia) yang merupakan suami dari seorang selebgram hijab Dwi Handayani (@dwihandaanda). Saat istrinya melahirkan dan merasa begitu kesakitan, ia sangat khawatir bahkan pasrah saat rambutnya dijambak untuk melampiaskan rasa sakitnya. Momen itu diabadikan dengan sangat manis di Instagram mereka lo. Beginilah potret lengkap bagaimana perasaan campur aduk Ayah saat harus mendampingi Ibu dari hamil hingga melahirkan.

1. Sebenarnya Ayah merasa sangat khawatir kalau Ibu mual-mual dan susah makan di awal kehamilan. Ayah akan memaksa Ibu makan demi kesehatannya

Saat mual, Ayah khawatir kalau Ibu kekurangan zat gizi

2. Karena antrean dokter kandungan sangat panjang, Ayah nggak mau Ibu akan kelelahan menunggu. Maka Ayah rela mengambil nomor antrean lebih dulu

Biar Ibu nggak nunggu lama, Ayah mengambilkan antrean dahulu

3. Ayah adalah orang yang sangat penasaran pada kondisi janin setiap kali kontrol dan melakukan USG. Apalagi saat bisa mendengar detak jantungnya dan tahu jenis kelaminnya~

Melihat janin dalam gambar hitam putih bikin Ayah merasa bahagia

4. Jangan heran kalau Ayah berubah jadi lebih posesif. Pokoknya Ibu nggak boleh kelelahan, jangan pergi sendirian, dan wajib selalu memberi kabar

Ayah bahkan rajin mengingatkan minum vitamin dan makan yang sehat

5. Ayah selalu rindu saat berpisah dengan Ibu dan calon jabang bayi. Rasanya ingin segera bertemu dan mengelus perut Ibu lalu berbicara dengan janin di dalamnya

Ayah selalu ingin mengelus dan berbicara dengan calon jabang bayi di dalam perut

6. Saat kehamilan makin besar, Ayah nggak tega lihat Ibu badannya mulai pegal dan tidur tidak nyaman. Ayah mau kok sesekali memijat Ibu agar lebih enakan

Nggak hanya badan, tapi kaki juga pegal karena sedang hamil besar

7. Mendekati waktu melahirkan, Ayah sebenarnya cemas. Dia ingin bisa selalu siaga untuk Ibu jika sewaktu-waktu harus diantar ke rumah sakit bersalin

Ayah ingin jadi pahlawan yang siaga untuk istrinya terutama menjelang kelahiran anaknya

8. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit bersalin, perasaan Ayah sebenarnya nggak karuan lo. Segala rasa panik dan pikiran buruk menghantuinya

Ayah takut dan panik saat mengantar istrinya ke rumah sakit untuk melahirkan

9. Melihat Ibu merasa kesakitan karena kontraksi dan mengejan, Ayah merasa sangat khawatir dan tidak tega. Tapi, Ayah juga nggak bisa berbuat banyak kecuali mendampinginya

Ayah rela kok dicakar hingga dijambak asal itu bisa mengurangi rasa sakit istrinya

10. Ketika bayi akhirnya lahir ke dunia, nggak hanya Ibu saja yang bahagia, Ayah akan merasa sangat terharu setelah mengalami prosesnya dan melihat perjuangan istrinya

Ayah ikut terharu melihat perjuangan Ibu untuk melahirkan sang bayi

Jadi, jangan meremehkan peran Ayah dalam mendukung kehamilan dan persalinan Ibu lo. Meski nggak bisa merasakan rasa sakitnya, tapi Ayah sudah berusaha sebaik-baiknya kok.