5 Alasan Kenapa Istri Sering Bergidik Ngeri Saat Dengar Kata Poligami

Ngerinya Poligami

26 November 2021

Photo by RODNAE Productions via https://www.pexels.com

Mendengar kata “poligami” seringkali membuat perempuan bergidik ngeri. Apalagi bagi mereka para istri, pasti ada rasa was-was kalau nantinya suami terlintas keinginan untuk berpoligami. Kebanyakan, poligami sering menjadi momok bagi istri dan berharap kalau suaminya nggak melakukan hal tersebut. Di luar dari bahasan sisi agama, hal ini nyata terjadi di sekitar kita. Ya kan, Moms?

Poligami merupakan sistem pernikahan di mana sang suami akan menikah dengan lebih dari satu perempuan, dengan alasan yang beragam. Mungkin memiliki keinginan untuk tertarik dengan lawan jenis bahkan saat sudah menikah adalah hal yang manusiawi. Namun semua juga tergantung dengan pribadi masing-masing. Kalau memang setia pada satu orang, tentu nggak akan membagi cintanya.

Tapi Moms tahu nggak sih, bagi seorang perempuan khususnya mereka yang sudah menjadi istri, ada beberapa alasan mengapa selalu berpikiran aneh-aneh ketika mendengar kata poligami. Ternyata, berikut ini lo alasannya!

1. Nggak ingin atau takut jika kasih sayang suaminya terbagi dengan perempuan lain

Sifat pencemburu pada perempuan akan melekat sampai kapan pun. Apalagi kalau suaminya keluar rumah tanpa pamit dulu, pasti mikirnya udah aneh-eneh. Ketika laki-laki berpoligami, maka ia harus adil dengan istri lainnya, termasuk dalam berbagi kasih sayang. Sebagai perempuan tentunya nggak mau dong, kasih sayang suaminya juga diberikan ke orang lain. Maunya Cuma buat diri sendiri. Benar nggak, Moms?

2. Kalau nggak sesuai dengan konsep (agama) yang benar, perempuan sering mengartikan poligami sebagai perselingkuhan dan objektifikasi perempuan

Perasaan seorang perempuan tentunya sangat sensitif. Bahkan ketika ada yang aneh dengan gerak-gerik suami, instingnya pasti langsung gerak cepat. Tak heran kalau para Moms sering menganggap bahwa poligami merupakan ajang perselingkuhan karena sudah nggak ada kecocokan lagi di antara keduanya. Selain itu juga kerena “nafsu sesaat” yang bisa diartikan selingkuh atau hanya memanfaatkan perempuan.

3. Kekhawatiran dalam hal keuangan meski hidup berkecukupan

Financial selalu menjadi pembahasan yang sensitif dalam hubungan pernikahan. Pasalnya, kebutuhan urgent di luar rencana akan selalu ada. Belum lagi nanti kalau sudah punya anak. Ada biaya yang harus dipikirkan untuk beli susu anak hingga pendidikan anak. Kalau ngebayangin suami poligami, rasanya masih ngeri membangi keuangan dan memastikan semuanya tercukupi.

4. Cenderung memikirkan perasaan anak dan masa depannya

Mungkin kalau anak-anaknya masih kecil, mereka belum paham mengapa ayahnya punya banyak anak dari ibu yang berbeda. Namun, saat mereka sudah besar pasti akan muncul pertanyaan dan membuatnya kecewa hingga berpengaruh pada psikologis anak. Ada bayangan tentang bagaimana anaknya kelak jika tahu ayahnya berpoligami, atau bahkan akan menganggapnya sebagai aib di masa depan.

5. Nggak rela “berbagi ranjang” dengan alasan apapun

Mana ada perempuan yang rela kalau suaminya tidur dengan perempuan lain? Bukan karena egois ya, namun kalau seorang laki-laki sudah memilih perempuan sebagai pasangan hidup tentunya hanya mau “melakukannya” dengan yang dipilh tersebut. Apalagi, cenderung perempuan punya cemburu yang besar kerena nggak ingin suaminya diambil orang lain. Jangankan berbagi ranjang, suami melirik perempuan lain aja ngomelnya 7 hari 7 malam!

Sifat cemburu yang dimiliki istri ketika suaminya melirik perempuan lain adalah hal yang manusiawi. Namun, tak bisa dimungkiri kalau laki-laki memang kadang lemah mata, hingga menghalalkan segala cara. Itulah beberapa alasan mengapa Moms sering bergidik ngeri ketika mendengar kata “poligami”. Setuju nggak nih, Moms?