5 Plus Minus Menikah Karena Dijodohkan

Antara nurut sama orang tua, atau terpaksa untuk bahagia :(

16 Januari 2022

Photo by Trung Nguyen from Pexels via ://

Perihal menikah dengan siapa adalah keputusan diri kita sendiri. Lalu bagaimana kalau kita dijodohkan oleh orang tua? Kita seperti nggak tahu seperti apa rupa calon suami atau istri yang nantinya akan menjadi teman hidup. Yang kita tahu cuma keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya dengan pilihannya. Kalau yang dijodohkan memang mau, sebenarnya nggak masalah. Namun ketika anak sudah punya pilihan sendiri, apakah orang tua masih kekeuh untuk tetap menjodohkannya?

Perjodohan dalam pernikahan tak hanya berada di zaman Siti Nurbaya. Sekarang juga masih banyak orang tua yang seolah terlalu ikut campur soal jodoh anaknya. Terlebih ketika sudah cukup umur tapi belum juga menikah, yang ada justru dijodohkan dengan anak dari teman orang tua.

Mau dijodohkan atau memilih pendamping hidup sendiri ternyata ada plus minusnya, lo. Berikut dampak postif dan negatif menjalani pernikahan dari hasil dijodohkan oleh orang tua;

Dampak Positif

1. Mengalami peningkatan pada status sosial

Dalam mencarikan pasangan untuk anaknya, orang tua pasti akan melihat dari bebet, bibit dan bobot seseorang. Tidak mungkin sebagai orang tua hanya akan menjodohkan anaknya dengan orang “biasa”. Mereka cenderung melihat latar belakang keluarga calon menantu apakah benar-benar dari keluarga yang terhormat dan memiliki latar belakang yang bagus.

2. Lebih fokus dalam menjalani kehidupan di masa depan

Dijodohkan dengan seseorang yang merupakan pilihan orang tua tentunya juga memiliki sisi positif. Salah satunya bisa lebih fokus menjalani kehidupan di masa depan. Dari yang sama-sama tidak saling mengenal sehingga malah nggak tahu tentang bagaimanan masa lalu dari masing-masing. Yang ada justru fokus membuka lembaran baru.

3. Memiliki keputusan yang rasional

Buat yang sama-sama sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga, perjodohan dari orang tua tentunya bisa menjadi hal yang sangat rasional. Terlebih bagi mereka yang secara financial dan kesiapan memiliki anak sudah terencana dengan baik, maka hal ini bukan suatu paksaan.

Dampak Negatif

1. Sering merasa kurang cocok dalam hal apapun

Merasa nggak cocok satu sama lain merupakan hal yang biasa terjadi ketika menikah atas dasar perjodohan orang tua. Hal ini karena belum saling mengenal kepribadiaan masing-masing. Bahkan belum sempat bertemu dan hanya melalui foto saja sehingga agak kaku dalam membangun komunikasi. Apalagi kalau keduanya sama-sama berkepribadian keras.

2. Sulit untuk saling percaya

Salah satu hal terpenting dalam hubungan pernikahan adalah saling percaya. Namun, mereka yang dijodohkan oleh orang tua biasanya akan sulit membangun kepercayaan masing-masing. Padahal, kunci penting demi membangun keharmonisan rumah tangga adalah komunikasi dan kepercayaan. Jika tidak memiliki keduanya, maka hubungan pernikahan menjadi kurang harmonis.

3. Orang tua selalu ikut campur dalam rumah tangga anaknya

Ketika pasangan terlibat konflik, maka orang tua juga akan ikut campur karena telah menjodohkan mereka. Bahkan juga memicu perdebatan kedua keluarga. Dengan begitu lama kelamaan akan menyebabkan renggangnya dua keluarga tersebut. Tidak ada yang salah dengan perjodohan, hanya saja jangan terlalu mencampuri urusan rumah tangga anak.

Perjodohan di era sekarang memang mengandung banyak yang pro dan kontra. Itulah plus dan minus dalam menjalani pernikahan yang dijodohkan oleh orang tua. Memilih pasangan sehidup semati memang harus sesuai dengan kriteria. Pastikan kamu mencari pasangan hidup yang benar-benar klik dan mau berkomitmen bersama. Semoga bermanfaat ya!