5 Trik Membuat Balita Lebih Percaya Diri. Bekal Positif buat Masa Depannya Nanti!

Menghilangkan Sifat Pemalu Balita

16 November 2021

Credit to Freepik.com via https://www.freepik.com

Sifat pemalu pada anak-anak merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika dibiarkan saja nantinya akan memberi pengaruh negatif pada kehidupan di masa depan. Mereka akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri dan cenderung menutup diri. Anak yang punya sifat pemalu juga dinilai lambat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Untuk itu harus dibiasakan sejak dini agar mereka perlahan bisa menghilangkan sifat pemalu yang berlebihan.

Bagi anak-anak yang ingin memasuki usia pra sekolah, tentunya harus lebih berani dan percaya diri agar nantinya bisa membaur dengan teman-temannya. Anak usia pra sekolah seharusnya antusias untuk bergaul dan mengeksplor dunianya, termasuk bagaimana caranya menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Sifat pemalu sebenarnya bukanlah kesalahan, karena Moms harus percaya bahwa setiap anak itu unik. Yang akan membedakan adalah peran orang tua dalam mendidiknya. Kadang memang ada anak yang menangis ketika diminta berbaur dengan teman-temannya. Namun, perlahan sifat itu bisa hilang kalau dibiasakan kok, Moms!

1.Hindari memaksa anak jika memang benar-benar kurang nyaman ketika berbaur dengan teman-teman barunya

Khususnya bagi anak yang sedang memasuki usia pra sekolah, mereka mungkin merasa asing dengan teman barunya. Ada baiknya jika Moms nggak memaksanya untuk langsung membaur. Terlalu memaksa hanya akan membuat anak semakin takut sehingga sulit untuk mendekatan dia pada orang baru. Katakan padanya kalau mereka adalah teman-teman bermainnya sehingga perlahan akan mulai paham dan nyaman.

2.Memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaannya. Tanyakan padanya apa yang membuatnya merasa takut bertemu dengan orang-orang baru

Ketika melihat anak merasa belum siap bertemu dengan teman barunya, Moms bisa menanyakan bagaimana perasaannya. Dekati si kecil dan tanyakan apa yang membuatnya malu. Ajak dia berkomunikasi hingga merasa nyaman. Dengan begitu akan mengurangi sedikit emosinya dan perlahan bisa mendekat dengan teman-temannya.

3.Mendampingi anak dan mengajarkan untuk menghadapi sesuatu. Awalnya memang sulit, untuk itu Moms perlu mendampingi anak dalam tiap fase baru kehidupannya

Mungkin beberapa anak memang sangat pemalu sehingga orang tua harus sabar untuk mengajarinya berbaur. Moms bisa mendampinginya terlebih dulu. Ajak si kecil mendekat dengan temannya. Ketika ia sudah mulai nyaman dengan temannya, Moms bisa menunggunya di ruang tunggu. Sesekali bisa menghampiri jika si kecil mencari dan ingin menangis.

4.Memberi pujian karena ia berhasil membaur dengan teman-temannya meski hanya sebentar. Hal tersebut dilakukan agar anak semakin percaya diri

Ketika si kecil sudah mulai explore dengan yang temannya meski hanya sebentar, Moms bisa memberikan pujian seperti, “wah adek tadi main sama Tania, ya”. Jika mereka sudah berani membaur dengan temannnya dalam waktu lama, sesekali lakukan kontak mata agar ia semakin berani. Setelah semua selesai, baru deh, beri pujian lagi, “hebat tadi udah main bareng teman-temannya”.

5.Selalu mengajarkan pada anak untuk bersikap sopan meski sedang gugup. Pemalu bukan sifat yang buruk dan bisa diubah

Jangan sampai ketika anak mendengar orang lain bilang, “kok malu-malu sih, jangan jadi anak pemalu dong!”, akan membuatnya kesal dengan orang tersebut. Sebaiknya ajarkan anak untuk memberikan respon yang sopan dan nggak perlu menanggapinya. Cara tersebut mampu mengajarkan anak untuk mengendalikan emosi dan nggak semua orang harus diladeni.

Anak-anak yang punya sifat pemalu cenderung mengalami gangguan kecemasan. Mereka seringkali mendengar omongan seperti, “jadi anak kok nggak bisa bergaul, nggak pandai bersosialisasi dan lain-lain”. Namun, sifat pemalu perlahan akan menghilang jika kita sebagai orang tua membiasakannya. Semoga tips dari Mamin bermanfaat ya, Moms!