5 Tips Mengatasi Suami yang Dulunya Anak Mami Banget

Suami yang dulunya anak Mami bukan berarti selamanya menjadi manja, asal Moms tahu cara mengatasinya!

23 Januari 2022

Photo by cottonbro from Pexels via ://

Memiliki suami tipe anak mami selalu menjadi tantangan tersendiri. Anak mami merupakan sebutan bagi mereka yang apa-apa selalu tergantung dengan ibunya meski dia sendiri sudah berkeluarga. Parahnya adalah ketika Moms mendapati ternyata suami adalah mantan anak mami, jadi jangan kaget kalau apapun keputusan yang dia buat salalu didapat dari campur tangan ibunya.

Mengatasi suami yang dulunya anak mami sebenarnya tidaklah sulit asal keduanya punya niatan yang sama. Dalam artian, keduanya membuat kesepakatan bahwa urusan rumah tangga harus menjadi urusan berdua tanpa campur tangan ibunya. Sayangnya, tipe suami yang dulunya anak mami ini seringkali mengutamakan pendapat ibunya daripada sang istri.

Melansir dari Times of Indian menyebutkan bahwa laki-laki yang terlalu dekat dengan orang tuanya khususnya sang ibu cenderung bergantung apalagi ketika sedang ingin membuat keputusan. Alhasil, seorang istri selalu menjadi prioritas nomer dua dan sering diabaikan ketika suami merasa bingung dalam membuat keputusan.

Suami yang masih menjadi anak mami ketika sudah menikah tentu sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Seharusnya, segala keputusan harus dibuat dan disepakati berdua tanpa campur tangan orang lain meski mereka adalah orang tua masing-masing. Nah, buat Moms yang ternyata bersuamikan mantan anak mami, berikut Mamin kasih cara cerdas mengatasi suami yang dulunya anak mami!

1. Hidup mandiri di rumah baru

Menikah adalah memulai kehidupan baru yang mana suami istri sebaiknya tinggal di rumah baru dan tidak campur dengan orang tua. Hal ini untuk mengindari konflik kecil antara Moms dengan mertua. Mau bagaimanapun, suami akan lebih membela ibu daripada istrinya. Meski, masih ngontrak, yang penting usahakan agar tidak campur satu atap dengan mertua.

2. Membuat batasan yang jelas

Sebagai seorang istri juga nggak ada salahnya jika Moms terang-terangan membuat batasan antara kepentingan rumah tangga dan hubungan antara ibunya. Keduanya memang sama-sama penting, hanya saja ketika pria sudah menikah dan punya istri maka posisi suami tetap menjadi kepala keluarga yang harus tegas tanpa bergantung pada ibunya ketika membuat keputusan.

3. Mengajak suami untuk selalu membuat keputusan bersama

Sebagai mantan anak mami, Dads pastinya sering diberi masukan terkait rumah tangganya. Akhirnya keduanya jadi saling bergantung dan melupakan peran Moms sebagai istrinya. Untuk itu, Moms sebaiknya terus mendampingi suami agar tidak “lari” ke mamanya ketika mengambil keputusan. Toh, alangkah lebih baik jika segala sesuatunya dibicarakan dengan istri.

4. Lebih menghindari konflik dengan mertua

Sebisa mungkin, Moms sebaiknya menghindari konflik dengan ibu mertua. Jangan sampai di mata suami, Moms justu terlihat menjauhkannya dari ibunya. Tipe suami yang dulunya anak mami biasanya lebih sensitif. Jangan sampai suami malah mengadu sama ibunya dan hanya akan menimbulkan konflik dengan mertua. Maka, Moms harus lebih sabar ya!

5. Usahakan untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan ibu mertua

Bagaimanapun juga, mertua adalah ibu dari suami yang juga menjadi ibu Moms juga. Meski suami  dulunya dekat dan masih bergantung pada ibunya, Moms bisa ikut mendekati mertua. Sesekali juga dengarkan nasihatnya agar mertua juga merasa dihargai. Dengan begitu, perlahan akan semakin percaya kalau anaknya mendapatkan istri yang baik sehingga tak perlu ikut campur dalam rumah tangga.

Itulah tips untuk mengatasi suami yang dulunya anak mami banget. Bahkan ketika masih menikah juga belum ada perubahan, tentu akan sangat mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga. Semoga bermanfaat ya!