5 Rahasia Mendidik Anak Agar Kelak Menjadi Pribadi yang Baik dan Berempati

Mengajarkan Empati pada Anak

07 November 2021

Photo by Josh Willink via https://www.pexels.com

Pada umumnya, orang tua nggak menginginkan hal yang muluk-muluk pada anaknya. Yang paling diinginkan adalah agar nantinya anak tumbuh dengan pribadi yang penuh dengan empati. Semua anak berkah mendapatkan pendidikan yang layak dari kedua orang tuanya. Empati pada anak juga nggak langsung dimiliki ketika mereka sudah besar. Munculnya empati juga merupakan didikan yang diajarkan oleh orang tua sejak mereka masih kecil.

Berdasarkan American Jurnal of Pharmaceutical Education, empati adalah keterampilan hidup yang penting. EQ (emotional Quotient) atau kecerdasan emosional merupakan kemampuan memahami perasaan sendiri dan perasaan orang lain, serta mampu mengendalikan emosi sendiri dan melatih pengendalian diri.

Kecerdasan emosional seringkali dianggap lebih penting dari IQ (intelligence Quotient). Bahkan dalam penelitan yang dilakukan oleh Journal of Patient Experience pada tahun 2017, menunjukkan bahwa empati sangat penting bagi anak-anak agar selalu menjalin hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitarnya. Itulah mengapa anak-anak perlu diajarkan empati sejak dini.

Berikut cara yang bisa Moms lakukan agar anak memiliki empati sejak dini;

1.Memberikan edukasi pada anak seputar perilaku positif dan negatif di sekitarnya

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Moms bisa meluangkan waktu berdua bersama anak dengan mengajaknya menonton film. Berikan contoh bahwa setiap karakter dalam film tersebut ada yang baik dan buruk. Kedua karakter tersebut juga memberikan dampak yang berbeda. Dengan begitu, anak akan lebih menjaga perilakunya agar nggak merugikan orang lain.

2.Selalu bertanya kepada anak tentang perasaannya setelah melakukan sesuatu

Photo by PNW Production from Pexels

Mengajarkan empati pada anak kecil memang harus sabar karena emosi anak yang belum stabil. Kadang ada anak yang merebut mainan teman hingga membuat temannya tersebut menangis. Moms bisa menanyakan pada anak tentang apa yang sudah mereka lakukan. Misanya, “gimana perasaan adik kalau maiannya direbut?”. Dengan begitu anak akan lebih memikirkan perasaan orang lain juga seandainya berada di posisi tersebut.

3.Memberi tahu pada anak tentang berbagai jenis perasaan

Photo by Laura Garcia from Pexels

Anak akan lebih mudah mengenal empati ketika orang tua mengenalkan berbagai jenis perasaan. Ketika ia tanpa sengaja menyakiti temannya, Moms bisa memberi tahu kalau efek dari menyakiti temannya sangatlah buruk. Contohnya, “kamu menyakiti temanmu dan membuatnya sedih, mama yakin kamu bisa bersikap baik padanya agar dia nggak sedih”. Katakan pada si kecil kalau setiap orang bisa kecewa, sedih, marah, senang dan khawatir.

4.Memastikan kebutuhan emosional anak terpenuhi

Photo by Iris Carvalho from Pexels

Sebagai orang tua tentunya sangat penting untuk memastikan kebutuhan emosional anak. Moms juga harus bisa membantu anak dalam mengelola emosi negatifnya. Ketika orang tua bisa memenuhi kebutuhan emosi anak, maka mereka akan dengan mudah merasakan dan mengungkapkan empati kepada orang lain. Penting juga bagi orang tua agar mengajarkan bagaimana mengelola emosi anak dengan cara yang bijak.

5.Menjadi panutan bagi anak agar bisa belajar dengan baik bagi orang tuanya

Photo by Iris Carvalho from Pexels

Anak-anak tentunya akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang tuanya. Untuk itu, Moms harus memanfaatkan moment ini. Berikan contoh yang baik untuk anak karena semua orang tua adalah guru pertama bagi anak. Jangan sia-siakan kesempatan ini ya Moms. Toh, nantinya akan berdampak positif saat mereka dewasa.

Menjadi orang tua memang harus banyak belajar khususnya dalam mendidik anak. Pola asuh yang tepat seperti membekali empati sejak dini pada anak sangatlah penting. Siapa sih yang nggak ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang penuh dengan empati? Semoga bermanfaat ya, Moms!