6 Tips Agar Balita Tumbuh Menjadi Pribadi yang Optimis

Menanamkan Optimis Pada Anak

31 Desember 2021

Photo by mentatdgt from Pexels via ://

Membekali anak agar selalu memiliki sikap optimis tentunya sangatlah penting. Sebagai orang tua pasti ingin jika nanti anaknya tumbuh dewasa dengan memiliki sifat optimis dan selalu berpikir positif dalam hal apapun. Meski tidak mudah, namun Moms bisa melakukannya sejak dini, bahkan ketika usia anak masih dibawah 5 tahun.

Orang tua merupakan role model pertama bagi anak. Apa yang dilakukan orang tua secara tidak sengaja pasti ditiru oleh anak. Untuk itulah mengapa menjadi orang tua juga harus memberikan contoh yang baik untuk anak-anak termasuk sikap optimis. Pada dasarnya setiap anak berhak mendapatkan pola asuh yang tepat agar nantinya menjadi pribadi yang hebat.

Buat para Moms yang ingin si kecil selalu memiliki optimisme tinggi, berikut beberapa tips yang harus dilakukan agar balita tumbuh menjadi anak yang selalu optimis;

1. Berkaca pada diri sendiri terlebih dulu

Tidak perlu malu dengan apa adanya diri sendiri Moms. Mendidik anak agar selalu optimis juga harus dimulai  dari sikap orang tuanya. Kalau Moms ternyata masih sering pesimis, sebaiknya ubah dulu agar bisa menjadi pribadi yang lebih optimis. Dalam mendidik anak juga merupakan pendewasaan diri sehingga sangat penting untuk melihat bagaimana diri sendiri terlebih dulu.

2. Membantu mengelola emosi anak

Adalah hal yang wajar jika anak masih labil dengan emosinya. Sebentar bahagia, sebentar menangis, dan sebentar ngambek. Dalam situasi seperti ini, anak hanya memerlukan pendampingan untuk mengelola emosinya. Temani dia dan biarkan dia cerita sendiri apa yang sedang dialami. Jangan lupa untuk selalu mengatakan, “semua baik-baik saja, Nak”, agar mereka selalu optimis.

3. Tidak perlu memarahi anak ketika mereka melakukan kesalahan

Jangan menjadi orang tua yang dikit-dikit memarahi anak yang berbuat salah ya, Moms! Hal tersebut hanya akan membuatnya takut melakukan sesuatu karena hanya akan mendapatkan omelan. Berikan mereka kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Dari kesalahan tersebut akan membuatnya belajar agar nggak terulang lagi.

4. Selalu memberikan kritik yang membangun

Sangat penting bagi orang tua agar memberikan kritik yang membangun. Jangan hanya melabeli anak misalnya penakut, pemalu, dan sebagainya. Perkataan yang muncul dari orang tua seringkali menjadi pikiran bagi anak. Ia akan terus mengingat-ingat sehingga sulit untuk optimis. Ada baiknya jika menyampaikan dengan cara yang tepat sehingga anak nggak merasa sakit hati.

5. Hindari terlalu mengungkit dan membesar-besarkan masalah

Beberapa orang tua mungkin sering marah dengan anak yang tanpa sengaja memecahkan gelas. Ketika si anak mengambil gelas dan ingin minum, Moms justru mengatakan, “Nanti pecah lagi, berserakan lagi”. Intinya terlalu membesar-besarkan masalah sepele. Toh memberi tahu baik-baik juga bisa kan, Moms? Mengungkit masalah hanya membuatnya stuck dan merasa bahwa segala sesuatunya nggak ada solusi.

6. Memberikan pujian yang realistis

Memberikan pujian pada anak juga nggak ada salahnya asal harus realistis. Pujilah mereka ketika benar-benar melakukan sesuatu yang hebat. Dengan begitu ia merasa diapresiasi sehingga lebih optimis dengan hal lain yang ingin dilakukan.

Memiliki anak yang tumbuh dengan sehat dan berkarakter adalah dambaan semua orang tua. Oleh sebab itu, sedari kecil juga harus memulai bagaimana cara agar anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang optimis. Itulah tips dari Mamin. Semoga bermanfaat, ya!