6 Pertimbangan dalam Memilih Dokter Anak Langganan

Memilih dokter anak yang cocok memang susah-susah gampang. Sebelum menjatuhkan pilihan, cek ini dulu, ya!

14 Maret 2022

Tips memilih dokter anak langganan | Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels via ://

Di tahun pertama kelahirannya, si kecil biasanya akan rutin mengunjungi dokter anak untuk imunisasi maupun kebutuhan kontrol kesehatan lainnya. Meski ada banyak dokter anak yang bisa dipilih, biasanya orangtua lebih suka untuk memiliki satu dokter anak langganan. Dengan memiliki dokter anak langganan, tumbuh kembang si kecil akan terpantau dengan lebih baik karena sang dokter telah memahami riwayat kesehatannya.

Itu sebabnya, penting untuk memilih dokter anak yang cocok bagi Moms dan Dads, terutama si kecil. Jika Moms dan Dads masih bingung untuk memilih dokter anak langganan, beberapa faktor berikut ini mungkin bisa menjadi pertimbangan.

1. Ketahui pengalaman dan reputasi dokter anak yang akan Moms pilih sebagai dokter langganan

dokter
Mintalah rekomendasi dari keluarga dan kerabat untuk memilih dokter langganan | Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels

Saat memilih dokter, apalagi untuk anak, Moms dan Dads pasti menginginkan yang terbaik. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk rutin berkonsultasi pada satu dokter, pastikan Moms mengetahui pengalaman serta reputasi dokter tersebut.

Gali informasi dari keluarga, rekan, dan kerabat yang sudah lebih dulu memiliki anak. Biasanya, mereka memiliki beberapa rekomendasi dokter anak yang cocok dan bisa Moms pertimbangkan. Selain itu, Moms jgua bsia bergabung di berbagai grup atau milis terkait pengasuhan. Biasanya, sering ada pembahasan mengenai rekomendasi dokter anak di berbagai kota yang bisa Moms pilih.

2. Pilihlah dokter anak yang sejalan dengan visi misi Moms dan Dads sebagai orangtua

dokter anak
Pastikan dokter anak langganan sejalan dengan tujuan pengasuhan Moms dan Dads | Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels

Sebagai orangtua, Moms dan Dads tentu memiliki visi misi pengasuhan yang ingin direalisasikan. Misalnya, jika Moms ingin memberikan ASI selama 2 tahun, penting untuk memilih dokter anak yang pro ASI eksklusif. Dengan memiliki dokter langganan yang sejalan, Moms akan mendapat dukungan dan intervensi medis yang tepat untuk membantu Moms mewujudkan visi misi pengasuhan tersebut.

3. Kenyamanan si kecil dengan dokter anak langganannya mesti sejalan dengan kenyamanan Moms dan Dads dalam berkonsultasi

dokter anak
Pastikan anak nyaman dan menyukai dokter anak langganannya | Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels

Bagi beberapa bayi dan anak, pengalaman ke dokter bisa jadi meninggalkan trauma. Karena, hal yang dia ingat setiap kali kunjungan adalah rasa sakit akibat suntikan imunisasi. Nah, untuk memilih dokter langganan, sebaiknya Moms dan Dads melihat kenyamanan si kecil dalam berinteraksi dengan sang dokter. Kenyamanan ini akan membantu si kecil untuk lebih tenang dalam setiap kunjungan rutin.

Selain kenyamanan si kecil, pastikan juga komunikasi antara Moms dan Dads dengan sang dokter berjalan lancar. Dokter yang mau menjelaskan dengan detail serta tak segan menjawab pertanyaan biasanya menjadi favorit banyak orangtua. Jadi, apakah kualitas ini ada pada dokter anak yang akan Moms dan Dads pilih?

4. Jarak antara lokasi praktik dan tempat tinggal Moms juga penting untuk dipertimbangkan

rumah sakit
Pastikan jarak antara tempat tinggal dan lokasi praktik dokter cukup terjangkau | Foto oleh Pixabay dari Pexels

Idealnya, lokasi dokter anak langganan yang dipilih berada tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Moms. Namun, jangan buru-buru mengambil keputusan jika dokter anak yang sesuai kriteria praktik di lokasi yang agak jauh. Biasanya, dokter praktik di beberapa lokasi. Jadi, penting untuk mengetahui jadwal dan lokasi praktik dokter langganan Moms karena bisa jadi ada lokasi praktik yang lebih dekat dan mudah terjangkau dalam kondisi darurat.

Selain itu, pemilihan lokasi praktik yang ramah anak juga bisa dijadikan pertimbangan. Misalnya, lokasi praktik tersebut menyediakan ruang tunggu dengan fasilitas mainan ataupun dekorasi yang nyaman untuk si kecil.

5. Tarif dokter anak mungkin saja berbeda-beda, pilihlah yang sesuai dengan kemampuan

dokter anak
Karena akan menjadi kunjungan rutin, pastikan tarif dokter langganan sesuai dengan kemampuan finansial | Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Setiap dokter biasanya memiliki tarif yang berbeda-beda. Bahkan, seorang dokter yang sama pun bisa jadi memiliki tarif yang berbeda tergantung tempat praktiknya. Beberapa hal yang memengaruhi perbedaan tarif dokter adalah riwayat pendidikan, keterampilan, hingga kebijakan RS.

Selain mempertimbangkan kemampuan finansial, pahami juga metode pembayaran yang mungkin diterima di tempat praktik dokter tersebut. Hal ini terkait jenis dan klaim asuransi yang mungkin dapat digunakan untuk pemeriksaan maupun keadaan darurat.

6. Pahami fleksibilitas dokter anak yang akan dipilih menjadi langganan si kecil

dokter menelepon
Ketahui fleksibilitas dokter langganan si kecil untuk dihubungi di luar waktu kunjungan | Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Beberapa dokter yang telah menjadi langganan ada yang bersedia untuk dihubungi secara pribadi untuk berkonslutasi ada juga yang tidak. Moms perlu memahami fleksibilitas dokter yang akan dipilih menjadi langganan si kecil. Pastikan juga untuk mendapat rekomendasi dokter yang dapat menggantikan dokter anak langganan jika beliau berhalangan atau tidak dapat dihubungi. Jadi, Moms dan si kecil tetap tenang saat menghadapi kondisi darurat.

Memilih dokter anak langganan yang pas memang bisa sangat menantang. Itulah beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan Moms dan Dads dalam memilih dokter anak langganan. Semoga bermanfaat, ya!