3 Rahasia Mendidik Anak Agar Ia Nggak Sungkan Curhat ke Orang Tuanya. Penting!

Membiasakan Anak Curhat Sejak Dini

01 Oktober 2021

Photo by Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Anak yang suka curhat dengan orang tua mungkin terlihat sepele, tapi manfaat yang akan didapat luar biasa, lo. Nggak mudah menciptakan momen di mana anak mampu mengutarakan perasannya, meski ke orang tua sendiri. Hal tersebut juga bisa menghindarkan anak dari pergaulan yang kurang baik di masa depan. Moms dan Dads tentunya nggak ingin si anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang buruk, bukan? Untuk itu sangat penting membiasakan anak curhat sejak dini.

Komunikasi antara orang tua dan anak yang bagus adalah kunci agar anak nggak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Sayangnya banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan urusannya sehingga kurang meluangkan waktu untuk anak. Akibatnya, anak jadi kurang dekat dengan orang tua dan lebih mencurahkan perasaannya pada teman-temannya. Kalau temannya memberikan dampak yang positif sih nggak papa, namun bagaimana jika teman atau orang lain yang didekati justu memberikan dampak negatif?

Hubungan yang bagus antara orang tua dan anak sejak kecil sangat memengaruhi perilakunya. Itulah mengapa sebagai orang tua sangat penting untuk membiasakan anak curhat sejak dini. Membangun komunikasi dengan anak sejak usianya masih kecil akan membuatnya nyaman bercerita apa saja tanpa mencari orang lain untuk menceritakan apa yang dirasakan. Moms pasti nggak mau kan, kalau anak nantinya malah curhat sama orang lain?

1.Mendengarkan apa yang diceritakan anak tanpa memberikan tanggapan terlebih dulu. Sebagai orang tua sangat penting untuk menjadi pendengar yang baik

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Terkadang yang membuat anak malas untuk bercerita pada orang tua adalah tanggapan yang terlalu terburu-buru. Ketika anak antusias untuk menceritakan sesuatu, maka jangan langsung menyelanya. Moms dan Dads harus melatih kesabaran untuk mendengarkan. Dengan begitu meraka akan nyaman bercerita di kemudian hari.

2.Jangan terlalu memberikan reaksi yang berlebihan sehingga membuat anak merasa menyesal telah bercerita. Reaksi orang tua juga akan menjadi penentu apakah mereka selanjutnya akan bercerita lagi atau nggak

Photo by Ron Lach from Pexels

Setiap anak selalu mempunyai cerita yang berbeda setiap harinya. Saat mereka menceritakan sesuatu yang dianggap berbahaya, jangan langsung memberikan komentar, “nanti kalau kamu kenapa-napa gimana?”. Biarkan mereka selesai cerita dulu, setelah itu Moms bisa menanyakan mengapa mereka tertarik berinteraksi dengan hal yang dianggap membahayakan. Cara ini akan membuat anak merasa didengarkan sehingga nggak sungkan lagi ketika ingin bercerita.

3.Hindari memberikan jawaban yang membuat anak justru bersalah setelah bercerita. Anak akan nyaman bercerita meski sebenarnya yang mereka ceritakan adalah sesuatu yang salah

Photo by Monstera from Pexels

Setelah bermain dengan teman-temannya, maka banyak hal di benak anak yang ingin mereka ceritakan pada orang tua. Kadang mereka juga menceritakan kelakuan teman-temannya, ada yang tergolong bandel dan lainnya. Sebagai orang tua, jangan langsung memberikan respon, “kok kamu main sama anak nakal”. Terkadang anak hanya ingin didengar, bukan langsung dikomentari seperti itu.

Sangat mudah untuk mengajarkan anak curhat sejak dini. Jika mereka nyaman dengan respon orang tua ketika diajak bercerita, maka akan menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa. Menjadi pendengar yang baik untuk anak sangatlah penting agar ia mendapatkan perhatian. Mumpung masih kecil, jalinlah komunikasi yang bagus dengan anak agar orang tuanya lah yang menjadi tempat bercerita. Moms bisa lakukan cara membiasakan anak untuk curhat sejak dini seperti yang sudah Mamin tulis. Semoga bermanfaat ya, Moms!