Sederet Alasan Kenapa Ibu Belum Boleh Keluar Sebelum 40 Hari Pasca Melahirkan

Larangan Setelah Melahirkan

24 November 2021

Photo by Vidal Balielo Jr. via https://www.pexels.com

Sebagai calon ibu baru yang mendekati persalinan pasti nggak asing dengan kata-kata orang tua seperti ini, “nanti setelah melahirkan jangan keluar rumah dulu sampai 40 hari”. Pertanyaannya, apakah masih ada yang benar-benar nggak keluar rumah selama 40 hari setelah melahirkan? Hmm…kalau dilihat dari kesibukan mama muda masa kini, mungkin nggak ya harus menunggu 40 hari untuk keluar rumah sejak melahirkan?

Namun nggak ada salahnya juga lo kalau Moms juga mengetahui alasan kenapa pasca melahirkan itu belum boleh keluar sebelum genap 40 hari. Tentunya bisa dilihat dari segi kesehatan atau kebaikan Moms sendiri, bukan hanya mengelak hanya karena alasan bahwa ini mitos. Yuk, coba dipahami dulu lewat penjabaran berikut ini!

Lalu, apa alasan seorang ibu nggak boleh keluar rumah selama 40 hari setelah melahirkan?

Menurut medis, sebenarnya nggak ada larangan sih. Mungkin karena adanya masa nifas selama 40 hari sehingga perempuan lebih sering ganti pembalut dan merasa kurang nyaman jika beraktifitas di luar rumah. Hal itulah yang sering menjadi pertimbangan. Daripada ribet ganti pembalut ketika berada di luar, mereka lebih memilih di rumah sampai masa nifasnya berakhir.

Alasan lainnya juga karena fisik Moms yang belum pulih maksimal. Setelah melahirkan tentunya memerlukan istirahat yang cukup sehingga akan lebih baik jika berada di rumah saja. Bahkan juga harus membatasi kegiatan rumah selama masa nifas mengingat kesehatan fisik belum stabil. Dengan menunda ke luar rumah juga akan lebih mudah memastikan kondisi Moms benar-benar baik.

Mau tahu apa yang terjadi pada tubuh Moms selama 40 hari setelah melahirkan?

  • Yang terjadi pada rahim

Setelah melahirkan, ukuran rahim akan terus menyusut dari yang pada saat hamil memiliki berat mencapai 1000 gram. Pada minggu ke enam setelah melahirkan, berat rahim akhirnya menjadi 50-100 gram saja.

  • Yang terjadi pada vagina

Bagi yang melahirkan secara normal tentunya masih merasa nyeri setelah melahirkan. Vagina yang mengalami peningkatan aliran darah dan pembengkakan, umumnya akan kembali normal setelah 6 hingga 10 minggu.

  • Yang terjadi pada perineum

Proses persalinan secara normal sangat memungkinkan parineum robek karena proses mengejan atau tindakan episiotomi. Saat Moms sedang dalam masa nifas, vulva yang membengkak nantinya akan kembali pulih dalam jangka waktu 1-2 minggu. Namun untuk kekuatan otot-otot perineum akan kembali seperti semula selama 6 minggu setelah melahirkan.

  • Yang dialami pada payudara

Selama kehamilan, payudara sudah mengalami banyak perubahan seperti lebih besar dan terisi. Bahkan setelah melahirkan khususnya saat nifas, payudara akan semakin kencang, penuh dan ada rasa nyeri yang akan dialami. Hal tersebut sebagai persiapan untuk menyusui bayi.

  • Yang terjadi pada dinding perut

Melahirkan secara normal tentunya akan berpengaruh pada dinding perut yang kirang kencang seperti sebelum melahirkan. Pada awal-awal minggu setelah melahirkan tentunya akan membuat dinding perut mengendur. Tenang Moms, semuanya akan pulih dengan cepat jika diimbangi dengan olahraga yang fokus pada pengencangan perut. Tapi harus dengan konsultasi dokter ya, biar aman.

Mungkin hal-hal diatas bisa menjadi pertimbangan mengapa perempuan setelah melahirkan sebaiknya tetap di rumah saja. Demi kebaikan dan kesehatan Moms, setelah itu bebas deh mau ngapain aja. Memastikan kesehatan setelah melahirkan sangatlah penting untuk mengantisipasi terjadinya infeksi atau pendarahan. Semoga bermanfaat ya Moms!