4 Alasan Mengapa Suami Jangan Membiarkan Istrinya Terlalu Mandiri. Penting untuk Dipahami!

Kemandirian Istri yang Berbahaya

07 Oktober 2021

Photo by Anna Shvets via https://www.pexels.com

Kehidupan dalam berumah tangga memang tak lepas dari saling membutuhkan satu sama lain. Beberapa suami mungkin merasa senang ketika sang istri lebih mandiri dan merasa nggak direpotkan karena istrinya mampu mengerjakan apa-apa sendiri. Memiliki istri yang mandiri memang sebuah kebanggaan, namun ternyata hal itu juga nggak selalu berimbas baik ketika istri terlalu mandiri dan akhirnya seperti “lalai” jika ia punya suami.

Saat seseorang memutuskan untuk menikah dan hidup bersama, maka akan ada saling ketergantungan antara keduanya. Apapun permasalahan dalam rumah tangga harus diselesaikan berdua. Termasuk hal-hal kecil sekalipun karena ini merupakan bentuk keharmonisan dalam rumah tangga. Jadi, untuk para suami, jangan merasa aman-aman saja ketika istri terlalu mandiri, ya!

1.Jangan biarkan istrimu memasang galon, tabung gas dan membetulkan genteng bocor sendirian. Bantulah dia, sebelum dia benar-benar nggak membutuhkan bantuanmu lagi!

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Kalau memang suami sedang nggak ada di rumah, wajar kalau angkat galon sendiri maupun memasang tabung gas. Parahnya adalah ketika ada suami di rumah dan sedang santai, tapi membiarkan si istri melakukannya hal-hal tadi sendiri. Meski nggak ada masalah siapa yang wajib pasang tabung gas, namun apa salahnya membantu istri meski ia nggak minta bantuan. Jangan malah bergumam, “Wah…istriku mandiri banget apa-apa nggak minta bantuan lagi”. Hmm…jangan sampai para suami nggak membantu, ya!

2.Jika sedang senggang, antarkan istrimu menjemput anak dan mencari keperluan rumah tangga seperti belanja ke pasar. Dengan seperti ini, hubungan pun akan semakin harmonis

Photo by Artem Beliaikin from Pexels

Mungkin istri mandiri karena terbiasa dulunya juga ke mana-mana sendiri. Namun ketika sudah berumah tangga, suami sebaiknya jangan membiarkan istri mencari kebutuhan untuk rumah tangga juga sendiri. Sesekali pas weekend bisa menemani istri agar tahu apa saja yang dibutuhkan. Kalau untuk urusan jemput anak maupun antar les anak juga bisa gantian. Komunikasikan agar semuanya nggak hanya dilakukan istri seorang diri.

3.Istri yang bisa memperbaiki genteng bocor, mengecat kamar anak hingga memperbaiki sepeda anak yang rusak pun jangan dibiarkan. Bantu ia selagi bisa!

Photo by Blue Bird from Pexels

Mungkin dengan istri bisa inisiatif untuk memperbaiki genteng sendiri, suami merasa bangga sehingga nggak perlu repot-repot membantunya lagi. Apalagi kalau mainan anak rusak dan istri yang harus turun tangan sendiri untuk mengantarkannya ke tukang reparasi mainan anak. Belum lagi ketika hujan deras dan genteng bocor, tanpa banyak bicara, si istri langsung memperbaikinya. Hal tersebut seharusnya membuat suami sadar kalau istrinya terlalu mandiri dan itu nggak baik.

4.Saat seorang istri sudah jarang bahkan nggak pernah meminta nafkah lagi, silahkan para suami mawas diri. Ingat, memberi nafkah pada istri itu kewajiban!

Photo by Ono Kosuki from Pexels

Bagi suami, mungkin merasa lega karena istri nggak pernah minta uang bulanan lagi. Jadi uang suami aman. Akan tetapi seharusnya berpikir bahwa itu tandanya rumah tangga sedang nggak baik-baik saja. Meski suami istri punya penghasilan, namun sudah kewajiban suami memberi nafkah untuk istri. Kalau istri nggak minta, bukan berarti nggak mau. Akan terlihat ganjal ketika istri mulai nggak minta penghasilan suami lagi.

Bagi para suami, memiliki istri yang mandiri itu nggak salah. Hanya saja, kalau terlalu mandiri akan menyebabkan kurang harmonis dalam berumah tangga. Seharusnya bisa bagi tugas sehingga terjalin komunikasi. Terciptanya keluarga yang harmonis juga karena keduanya saling membutuhkan untuk meminta tolong dalam hal kecil apapun. Mandiri dengan terlalu mandiri itu beda jauh. Semoga para suami cepat paham ya, kalau istri yang terlalu mandiri hanya akan menciptakan ketidakharmonisan dalam berumah tangga.