Tentang Generasi Alfa; Kenali, Pahami dan Maksimalkan Potensinya

Anak-anak yang lahir di antara tahun 2010 hingga 2025 termasuk dalam kategori generasi alfa

15 Maret 2022

Generasi alfa punya potensi besar di masa yang akan datang | Photo by Alena Darmel from Pexels via ://

Istilah generasi alfa disebutkan oleh Mark McCrindle, seorang pembicara TEDx dan peneliti sosial. Generasi alfa merujuk pada anak-anak yang lahir di antara tahun 2010 hingga 2025. Jadi, usia generasi alfa yang paling tua saat ini adalah 12 tahun. Pada usia 12 tahun, generasi alfa kemungkinan telah menjadi generasi yang paling banyak mengakses teknologi.

Apalagi, kondisi pandemi telah membuat sebagian besar generasi alfa harus beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi masa kecil orangtua generasi alfa yang rata-rata merupakan generasi milenial.

Itu sebabnya, mari kenali karakteristik generasi alfa agar Moms dan Dads bisa menyusun strategi pengasuhan untuk mengoptimalkan potensinya!

1. Generasi alfa tumbuh bersama teknologi dalam setiap aspek kehidupan mereka

virtual reality
Teknologi merupakan bagian penting dalam kehidupan generasi alfa | Photo by Vanessa Loring from Pexels

Meski generasi milenial menjadi generasi pertama yang melek teknologi, tetapi generasi alfa akan menjadi generasi yang menggunakan teknologi dalam setiap aspek kehidupan mereka. Mereka akrab dengan Siri ataupun Google Assistant layaknya teman sendiri.

Diperkirakan, pada usia 8 tahun penguasaan generasi alfa pada teknologi sudah melebihi orangtuanya. Kondisi pandemi dan pembelajaran jarak jauh juga telah mempercepat situasi tersebut.

2. Diperkirakan, mereka akan menjadi generasi paling berpendidikan

teknologi
Generasi alfa punya potensi besar di masa yang akan datang | Photo by Alena Darmel from Pexels

Tak bisa dimungkiri, teknologi dan internet yang tumbuh bersama generasi alfa telah memberikan mereka akses kepada pengetahuan seluas-luasnya. Hal ini membuat mereka diperkikaran menjadi generasi yang paling berpendidikan dibandingkan generasi sebelumnya.

3. Generasi alfa lebih berani menentang aturan

bermain
Melakukan sesuatu dengan kaku bukanlah gaya anak generasi alfa | Photo by Gustavo Fring from Pexels

Teknologi dan internet membuka kesempatan bagi generasi alfa untuk belajar hal baru tanpa batas. Ketidakterbatasan ini membuat generasi alfa cenderung tidak menyukai aturan yang ketat. Mereka berani mencoba berbagai kemungkinan yang memungkinkan anak generasi alfa melatih kreativitas mereka.

4. Akses informasi dalam genggaman membuat generasi alfa lebih mudah belajar hal yang diminati

anak merakit robot
Generasi alfa lebih leluasa untuk belajar hal yang disukainya | Photo by Vanessa Loring from Pexels

Generasi alfa tumbuh dengan akses informasi tanpa batas dalam genggaman mereka. Hal ini membuat generasi alfa lebih mudah mengenali minat dan bakat mereka. Ada kecenderungan generasi alfa akan lebih suka belajar sesuai kecepatan mereka sendiri pada hal-hal yang mereka minati.

5. Anak-anak generasi alfa memiliki cara kerja yang berbeda dengan generasi sebelumnya

anak dan teknologi
Teknologi membuat generasi alfa menjadi sosok individualis | Photo by Norma Mortenson from Pexels

10 tahun ke depan, anak-anak generasi alfa akan masuk ke dunia kerja bersama dengan beberapa generasi sebelumnya. Menurut para ahli, para generasi alfa memiliki pendekatan yang berbeda dalam memecahkan masalah. Hal ini terjadi karena mereka terbiasa dalam kondisi yang tidak terbatas lewat teknologi. Dijelaskan pula bahwa generasi alfa lebih suka berinteraksi dengan teknologi dibandingkan dengan rekan kerjanya secara langsung.

Itulah beberapa karakteristik menonjol dari generasi alfa. Bagi Moms dan Dads yang memiliki buah hati dalam rentang usia ini, pastikan untuk tetap memperbarui diri dalam bidang teknologi agar dapat mendampingi perkembangan mereka. Jadilah sosok yang dapat ditiru buah hati Moms dan Dads dengan tetap mengajarkan pentingnya interaksi langsung di dalam keluarga. Hal ini penting karena mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi ke depannya.

Saat anak sudah mulai mandiri menggunakan teknologi, Moms dan Dads perlu memiliki batasan yang jelas mengenai aturan pemakaiannya. Komunikasikan mengenai risiko yang mungkin terjadi dalam interaksi daring dan jadilah sosok yang selalu dapat diandalakan anak sebagai tempat bercerita.

Membesarkan anak-anak yang berbeda generasi memang bisa jadi pekerjaan menantang. Semoga informasi ini bisa membantu Moms dan Dads memilih strategi pengasuhan yang tepat untuk memaksimalkan potensi dari generasi alfa.