4 Kerugian Seorang Pria Ketika Sudah Jadi Ayah. Ingat, Hidup Cuma Sekali!

Karakter Ayah yang Buruk

18 Oktober 2021

Menjadi kepala keluarga tentunya bukan hanya soal memberi nafkah untuk istri dan anaknya. Salah satu yang nggak kalah penting dalam menjadi seorang ayah adalah ikut serta dalam mendidik anak. Seorang laki-laki di luar sana mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa mengurus anak nantinya adalah tugas seorang istri. Kalau sampai saat ini masih ada laki-laki yang beranggapan seperti itu, maka termasuk calon Dads yang merugi.

Mendidik anak bukan sepenuhnya tugas seorang istri, suami juga harus ikut merawatnya. Untuk para lelaki yang sudah menjadi suami dan Dads, bertanggung jawab memberi nafkah saja nggak cukup. Ada beberapa hal yang lebih penting dari sekadar itu, karena sesuatu yang bahkan nggak terlihat justru yang paling dibutuhkan.

Agar nggak terlambat dan menyesal di kemudian hari, berikut tanda-tanda seorang Ayah yang rugi dan akhirnya menyesal di kemudian hari. Dads jangan sampai melakukan ini, ya!

1.Seorang Ayah yang nggak mau tahu perkembangan anaknya. Yang terpenting baginya adalah mencukupi kebutuhan si anak dan membelikan apa saja yang anak inginkan

Photo by Naassom Azevedo on Unsplash

Mungkin dengan dibelikan apa yang anak inginkan, seorang Ayah sudah merasa mencukupi kebutuhannya. Akan tetapi, nggak selamanya hal itu bagus untuk perkembangan anak. Kehadiran Ayah di samping anak juga sangat penting. Para Ayah akan sangat rugi jika melewatkan masa emas anak karena nggak akan pernah terulang saat mereka dewasa.

2.Seorang Ayah yang nggak mencoba untuk dekat dengan anak ketika waktu luang. Ia malah sibuk dengan smartphone atau hobinya

Photo by David Straight on Unsplash

Kesibukan seorang Ayah seringkali hanya punya waktu sedikit untuk anaknya. Namun jangan sampai saat waktu luang, malah lebih memilih sibuk dengan smartphone daripada main sama anak. Ini adalah contoh Ayah yang rugi karena nggak mencoba dekat dengan anaknya. Jadi, jangan kaget kalau anak sudah remaja malah dekat dengan orang lain karena merasa selalu dicueki Ayahnya.

3.Seorang Ayah yang bekerja dari pagi-pagi buta dan pulang larut malam sehingga hampir nggak pernah ketemu anaknya. Ia pun nggak berusaha membagi waktunya

Photo by Danielle MacInnes on Unsplash

Di luar sana mungkin masih banyak Ayah yang mencari nafkah dari pagi hingga larut malam karena kepentingan tertentu. Salah satunya sengaja berangkat pagi banget buat menghindari kemacetan dan ketika pulang, anak sudah pada terlelap. Sekalinya ada waktu, malah dihabiskan bersama teman-temannya. Ini tentunya membuat anak nggak kenal sosok Ayahnya. Si Ayah juga pasti akan menyesal karena si anak nantinya merasa canggung dengan sosok ayahnya lantaran hampir nggak pernah bertemu.

4.Ayah yang ambisius, tempramental dan seringkali melampiaskan kekesalannya di depan anak

Photo by Derek Thomson on Unsplash

Sibuk bekerja memang kadang masih wajar. Akan tetapi jika kekesalan di tempat kerja dibawa sampai ke rumah pastinya sudah keterlaluan. Apalagi ketika si anak sengaja menunggu Ayah pulang, namun sesampainya di rumah justru mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan dari si ayah. Capek kerja atau sedang bermasalah di tempat kerja memang hal yang wajar, asal jangan dibawa pulang dan melampiaskan pada istri dan anak.

Mumpung belum terlanjur, sebaiknya hindari perilaku tersebut. Seorang Ayah punya peran penting untuk tumbuh kembang anak. Bahkan penelitian juga menyebutkan bahwa sosok Ayah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Anak yang dekat dengan Ayahnya lebih memiliki kecerdasan emosional yang bagus. So, buat calon Ayah, jangan menjadi ayah yang rugi seperti yang sudah Mamin tuliskan di atas, ya!