Tanpa disadari, 4 Hal Berikut Merupakan Jenis “Pelecehan” Terhadap Anak. Waspada!

Jenis Pelecehan Terhadap Anak

10 November 2021

Photo by Victoria Borodinova via https://www.pexels.com

Pelecehan terhadap anak memang kerap kali terjadi meski banyak yang nggak menyadariya. Namun, pelecehan yang dimaksud di sini bukanlah yang berhubungan dengan s*ksualitas semata. Yang dimaksud pelecehan terhadap anak di sini adalah merendahkan atau menganggap remeh kemampuan anak. Tanpa sadar, orang tua lah yang justru yang paling sering melakukan pelecehan terhadap anaknya sendiri.

Setiap anak terlahir dengan bakatnya masing-masing. Hanya karena nggak seperti anak lain, bukan berarti mereka nggak mampu melakukan sesuatu seperti yang diinginkan orang tuanya. Sebagai orang tua tentunya juga nggak boleh memaksakan kehendak anak. Biarkan mereka tumbuh dengan apa yang mereka inginkan, selama hal tersebut wajar, nggak ada salahnya kok Moms.

Kira-kira apa aja sih jenis pelecehan terhadap anak yang tanpa sadar masih sering dilakukan oleh orang tua?

1.Menjadikan fisik anak sebagai bahan candaan. Terlihat sepele sih, namun kalau si anak sudah besar justru menjadi bahan ejekan teman-temannya

Photo by Abu Hakeem from Pexels

Kondisi fisik merupakan hal yang nggak boleh dijadikan candaan. Meski maksud orang tua hanya bercanda, tapi kalau temannya mendengar, ia juga akan menirunya. Misalnya saja si anak dipanggil dengan sebutan si keriting lantaran ia berambut keriting.

Mungkin bagi orang tua merasa lucu dengan panggilan tersebut, namun kalau teman-temannya ikut memanggil dengan sebutan seperti itu hanya akan membuat anak kecewa. Bisa jadi anak juga akan melakukan hal yang sama pada orang lain. Untuk itu sangat penting memberikan contoh yang baik untuk anak-anak.

2.Mengabaikan kemampuan anak. Beberapa anak mungkin memiliki keahlian yang nggak diketahui orang tua

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Beberapa anak mungkin punya keahlian yang berbeda dari orang tuanya. Misalnya, ketika Moms ternyata nggak punya bakat melukis dan si kecil ternyata malah bisa melukis dengan bagus. Lantas ia menunjukkan lukisannya ke orang tua. Sayangnya respons yang didapat anak justru menyakitinya.

Tanpa sadar, mengabaikan kemampuan anak merupakan jenis pelecehan lo, Moms. Kalau ia suka melukis, sebaiknya diapresiasi agar menjadi pribadi yang percaya diri. Jangan malah mengabaikan kemampuannya. Mungkin memang ada bakat terpendam yang berasal dari dirinya sendiri. Support aja ya, Moms!

3.Memandang rendah kemampuan otaknya. Ketika anak mampu berpikir di luar nalar, kadang justru orang tuanya lah yang mematahkannya

Photo by Helena Lopes from Pexels

Mungkin Moms pernah melihat anak umur 5 tahun yang sudah bertanya banyak hal. Namun jawaban yang didapat dari orang tua hanyalah, “kamu masih kecil nak, nggak ngerti apa-apa”. Jawaban seolah merendahkan otaknya tersebut bisa berdampak saat mereka tumbuh dewasa nanti lo, Moms.

Ana-anak selalu memiliki imajinasi yang bahkan membuat orang tua merasa belum waktunya untuk tahu. Ada benarnya sih, hanya saja jangan memberikan jawaban yang justru meremehkan kemampuan otaknya. Wajar kalau anak-anak suka bertanya macam-macam. Sebagai orang tua sebaiknya memberikan jawaban yang bijak.

4.Berlebihan dalam memarahi. Bagi orang tua yang kurang sabar biasanya akan langsung mengeluarkan kata-kata yang menyakiti anak

Photo by samer daboul from Pexels

Adalah hal yang wajar kalau anak sering ceroboh dalam melakukan sesuatu. Mengajari anak memang butuh waktu Moms, khususnya kalau masih kecil. Hanya karena mereka sedikit ceroboh bukan berarti orang tua bisa memaki-maki seenaknya. Contoh makian berlebihan yang merupakan jenis pelecehan terhadap anak adalah, “kamu ini dibilangin berulang kali nggak paham-paham, kok bodoh banget sih”.

Yuk Moms, mulai sekarang lebih berhati-hati lagi ketika berbicara pada anak. Meski mereka masih kecil, bukan berarti orang tua bisa memperlakukan seenaknya. Jangan sampai anak-anak mendapatkan pelecehan dari orang tuanya sendiri. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak ya Moms!