5 Tanda Kalau Moms Ternyata Menjadi Korban Gaslighting dalam Pernikahan

Gaslighting Dalam Pernikahan

15 Desember 2021

Photo by Pavel Danilyuk via https://www.pexels.com

Tanpa sadar, seseorang ternyata bisa menjadi korban gaslighting dalam hubungan pernikahan, lo. Secara umum, gaslighting merupakan bentuk manipulasi yang sering terjadi dalam sebuah hubungan yang nggak sehat. Ini juga sering terjadi dalam hubungan pernikahan. Pelaku nantinya akan diam-diam menabur benih keraguan dalam diri pasangannya, sehingga akan membuat pasangan kehilangan harga diri hingga membuatnya depresi.

Gaslighting juga sering dianggap sebagai kekerasan secara emosional. Beberapa perempuan yang sudah menikah juga mengalaminya. Hanya saja mereka nggak sadar kalau sedang terjebak dalam hubungan pernikahan yang kurang sehat. Salah satu hal yang menyebabkan perempuan nggak sadar telah dimanipulasi adalah karena terlalu mencintai dan percaya dengan pasangannya.

Dalam hubungan pernikahan, seringkali mereka terjebak dalam gaslighting oleh suaminya sendiri. Secara mental, tentrunya akan sangat berbahaya. Apalagi sudah menikah, emangnya mau dimanipulasi pasangan setiap hari bahkan selamanya? Sayangnya, Moms seringkali nggak sadar kalau jadi korban.

Berikut tanda bahwa Moms sedang menjadi korban gaslighting dalam pernikahan!

1. Moms selalu disalahkan oleh pasangan. Dads sangat pandai menyudutkan sehingga seolah-olah adalah kesalahan Moms

Seharusnya, segala masalah dalam rumah tangga harus dibicarakan baik-baik. Namun, mereka yang pandai gaslighting akan selalu melimpahkan kesalahan pada pasangannya. Dengan akting yang sangat smooth, Dads bisa menyalahkan Moms secara berlebihan. Bahkan selalu menganggap Moms penyebab pertikaian tersebut.

2. Moms selalu dimintai pertanggung jawaban atas kesalahan Dads. Yang bikin salah si ayah, tapi yang kena semprot selalu ibu

Pernah nggak sih? suami pulang kerja dengan muka cemberut, ketika Moms tannya malah disemprot. Seolah yang menjadi penyebab hari buruknya adalah istrinya. Ada masalah dengan atasan atau rekan kerja, tapi yang jadi pelampiasan malah orang rumah, khususnya istrinya sendiri. Ditanya baik-baik malah bilang, “semua gara-gara kamu. Nggak mau tau pokoknya harus tanggung jawab”.

3. Dads seringkali memutar balikkan pembicaraan dan mengungkit kesalahan masa lalu hingga membuat Moms merasa terpojok

Diskusi antar suami istri adalah hal yang biasa. Namun, pada hubungan pernikahan yang nggak sehat, suami seringkali sulit diajak diskusi. Jika diajak dalam pembicaraan serius biasanya akan mengungkit yang telah lalu. Apalagi kalau ketahuan salah, jadinya malah memutarbalikkan kesalahan. Mereka yang suka gaslighting ini juga sering mengungkit-ungkit kesalahan pasangan di masa lalu. Hati-hati punya suami tipe kayak gitu Moms!

4. Sering berbohong dan mengulangi kebohongannya. Nggak ada kapoknya dalam membohongi pasangan

Salah satu hal yang membuat rumah tangga kurang harmonis adalah adanya kebohongan dari salah satu pasangan. Meski yang dilakukan Dads itu salah, namun tetap nggak ada rasa menyesal. Bahkan akan terus mengulangi kebohongan lain dan nggak peduli dengan perasaan istrinya. Pokoknya, para gaslighter ini punya cara yang terlihat meyakinkan saat melakukan kebohongan.

5. Moms merasa nggak diinginkan sebagai pasangan. Mereka seperti nggak membutuhkan sosok pasangan dalam hidupnya

Namanya seorang istri tentunya ingin selalu dihargai keberadaannya. Sayangnya, memiliki suami yang suka gaslighting hanya akan membuat istri nggak diinginkan keberadaannya. Hal ini karena apapun yang dilakukan istri selalu salah dan merasa nggak diinginkan keberadaannya. Jadi, kalau diteruskan hanya akan membuat mental istri semakin memburuk.

Kalau Dads seringkali membuat Moms merasa kecewa, bisa jadi sebenarnya pernikahan kalian nggak sehat dan hanya menjadi korban gaslighting. Itulah mengapa mengenal karakter pasangan sangat penting agar nantinya bisa benar-benar diajak menjadi “teman hidup” di saat suka maupun duka. Gimana menurut Moms?