7 Jenis Fobia yang Biasanya Dirasakan Anak. Perlu Diperhatikan Sejak Dini!

Fobia yang dirasakan anak

24 September 2021

Photo by Thirdman via https://www.pexels.com

Setiap orang selalu punya fobia yang berbeda-beda. Fobia merupakan perasaan takut yang berlebihan dan terjadi secara terus menerus pada situasi tertentu. Tak hanya dialami orang dewasa, fobia juga dialami sejak anak-anak. Sayangnya banyak orang tua yang nggak menyadari hal tersebut. Rasa takut berlebihan yang dialami anak-anak ini seringkali menimbulkan perasaan khawatir bagi orang tua. Untuk itu, para orang tua wajib tahu jenis fobia apa saja yang seringkali dialami anak-anak.

Berikut jenis fobia yang sering dirasakan anak-anak. Simak, ya!

1.Aquaphobia. Ini merupakan istilah yang sering dipakai untuk mereka yang takut dengan air

Photo by Juan Salamanca from Pexels

Pada umumnya anak-anak sangat senang bermain air, namun ternyata ada anak yang justru takut dengan air. Dilansir dari laman Healthline, seorang anak dapat mengalami aquaphobia karena adanya faktor genetik. Mereka cenderung merasa cemas hingga berkeringat ketika berhadapan dengan air. Ada kalanya orang tua membawanya ke psikolog jika dialami anak yang usianya hingga remaja.

2.Acrophobia. Ketakutan berlebihan terhadap ketinggian

Photo by Fröken Fokus from Pexels

Tak hanya anak-anak saja yang merasakan fobia ini, orang dewasa juga sering mengalaminya. Pada usia anak-anak biasanya akan merasa cemas ketika bermain di ketinggian. Mereka  mendadak panik, gugup hingga sakit kepala. Meski nggak berbahaya,namun hanya akan mebatasi ruang gerak anak. Ia cenderung sulit bemain di area ketinggian.

3.Claustrophobia. Ini merupakan ketakutan berlebihan terhadap ruangan sempit atau tertutup

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Anak-anak seringkali merasa cemas ketika berada di ruangan yang sempit. Mereka berimajinasi hingga menyebabkan trauma mendalam. Jika dibiarkan maka hanya akan berpengaruh pada kesehatan mentalnya. Terlebih saat ia mulai beranjak remaja dan berada di sebuah lift, hal tersebut akan membuatnya histeris tanpa sebab. Jenis fobia ini akan sembuh ketika rutin melakukan pengobatan dengan psikoterapi.

4.Agoraphobia. Ketakutan yang terjadi ketika berada di ruangan terbuka

Photo by Kat Jayne from Pexels

Berkebalikan dengan claustrophobia, anak yang mengalami agoraphobia ini cenderung cemas ketika  akan ke luar rumah khususnya di ruangan terbuka. Mereka lebih menghindari tempat yang ramai karena hanya akan membuatnya merasa sesak napas, cemas, kesemutan bahkan sampai mual dan diare. Penyebab anak mengalami fobia ini adalah karena depresi dan riwayat pelecehan fisik.

5.Ombrophobia. Ini merupakan jenis phobia terhadap hujan

Photo by Kaique Rocha from Pexels

Bermain hujan-hujanan adalah permainan yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun hal tersebut nggak berlaku bagi mereka yang memiliki fobia terhadap hujan. Anak-anak yang punya jenis fobia ini akan merasa panik dan takut ketika turun hujan. Mereka seolah menganggap akan ada banjir besar yang membuatnya hanyut.

6.Doronophobia. Ini merupakan fobia ketika membuka hadiah

Photo by Misha Voguel from Pexels

Anak biasanya akan sangat senang jika diberi hadiah. Namun siapa sangka ada anak yang justru merasa cemas ketika membuka hadiah. Mereka menganggap jika hadiah yang diberi akan membahayakan dirinya hingga mengancam nyawanya. Anak yang memiliki fobia ini biasanya akan langsung cemas dan enggan untuk membukanya.

7.Fobia medis. Jenis fobia ini dialami oleh mereka yang takut dengan suntikan jarum segala hal yang berhubungn dengan rumah sakit

Photo by Los Muertos Crew from Pexels

Fobia medis memang wajar dirasakan oleh anak-anak. Hal ini mungkin hanya berlangsung ketika mereka masih kecil. Namun ada juga orang dewasa yang mengalami fobia ini. Jenis fobia ini nggak membahayakan. Pada anak-anak akan perlahan sembuh ketika mereka mulai paham kalau jarum suntik ternyata nggak menakutkan.

Fobia yang dialami pada masa anak-anak sebenarnya nggak terlalu berbahaya. Hanya saja jika dibiarkan hingga remaja akan membuat mereka kurang bebas membaur dengan orang lain. Jika anak-anak mengalami fobia parah, maka Moms bisa membawanya ke psikolog untuk berkonsultasi. Semoga bermanfaat ya, Moms!