6 Efek Samping KB IUD Pasca Persalinan

Efek Samping KB IUD

28 Desember 2021

Photo by Sora Shimazaki from Pexels via ://

KB Spiral atau yang lebih populer dengan sebutan IUD (Intra Uterine Device) merupakan salah satu metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Namun setiap metode yang dipilih tentunya menyebabkan beberapa efek samping seperti halnya KB Spiral. KB IUD merupakan perangkat plastik berbentuk T kecil yang nantinya dimasukkan ke dalam rahim.

Beberapa ibu pastinya sudah memikirkan matang-matang ketika memilih KB IUD. Meski begitu selalu ada rasa khawatir seperti merasa sakit, tetap bisa kebobolan hingga ada yang spiralnya lepas sendiri. Yang paling parah adalah ketika suami juga ikut komplain ketika memutuskan memilih KB IUD. Pemakaian alat kontrasepsi ini juga ada efek sampingnya lo.

Sebelumnya Moms perlu tahu kalau ada dua macam KB IUD. Yang pertama adalah IUD Tembaga (Cu, Copper). Jenis IUD ini bisa digunakan hingga 10 tahun dan merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang paling efektif. Sedangkan yang kedua adalah IUD Hormonal. Kandungan hormon yang berada di dalamnya adalah progestin dan levonorgestrel. Durasi penggunaannya adalah selama 3 hingga 5 tahun.

Sebelum menentukan memilih jenis KB IUD, Moms juga harus memperhatikan beberapa efek sampingnya seperti berikut ini;

1. Mengalami gangguan menstruasi

Moms nantinya nggak perlu kaget ketika darah menstruasi mengalami peningkatan. Selain itu juga akan mendapati flek antara periode menstruasi. Banyak sedikitnya flek atau bercak selama periode mentruasi juga tergantung jenis KB IUD yang dipilih. Jenis IUD hormonal diketahui lebih sedikit fleknya.

2. Rasa nyeri yang luar biasa

Untuk pemasangannya memang dimasukkan ke rahim. Tentunya hal tersebut menyebabkan rasa nyeri khususnya pada bagian punggung. Bahkan rasa nyeri selama pemasangan ini juga hampir mirip seperti saat nyeri haid. Selain itu juga akan merasakan kram dalam beberapa jam setelah pemasangan.

3. Mengalami radang pada bagian panggul

Meski nggak semua ibu-ibu mengalami radang pada bagian panggul, namun jika penggunaan alat-alatnya kurang steril juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit menular seksual. Untuk itu sangat penting dalam memperhatikan kebersihan alat-alat yang digunakannya.

4. Kista

Efek samping ini juga seringkali muncul ketika memakai KB Spiral khususnya untuk jenis IUD hormonal. Ini dapat menyebabkan tumor jinak atau non kanker yang disebut dengan kista ovarium. Meski bisa hilang dengan sendirinya, namun akan memerlukan waktu lama.

5. Perforasi uterus

Perforasi ini artinya bocor. Umumnya terjadi pada kasus 1 banding 1000 wanita. Perforasi uterus ini terjadi ketika KB IUD terjebak di dalam atau menusuk rahim sehingga menyebabkan proses perforasi pada rahim. Biasanya terjadi pada saat proses pemasangan. Bagi yang mengalaminya maka KB IUD harus segera dilepas.

6. Mengalami spiral lepas

Kasus lepasnya spiral ini juga harus diperhatikan ibu-ibu yang memilih metode KB IUD. Pada umumnya memang spiral lebih mungkin terlepas ketika dipasang setelah persalinan dan keluar ketika sedang mengalami menstruasi. Jika terjadi begini sebaiknya harus ditindaklanjuti agar tidak terjadi “kebobolan”.

 

Buat para Moms sebaiknya selalu memikirkan efek terlebih dulu sebelum memutuskan untuk memakai KB IUD. Yang paling penting adalah bahwa dampak dari KB IUD juga dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Untuk itu perlu dipikirkan lebih matang lagi ya Moms. Semoga bermanfaat!