5 Dampak Perselingkuhan Orang Tua bagi Anak

Dampak Peselingkuhan bagi Anak

11 Januari 2022

Photo by Mikhail Nilov from Pexels via ://

Perselingkuhan adalah suatu hal yang ditakutkan dan dihindari oleh banyak pasangan. Bagi mereka yang sudah menikah dan memiliki anak, maka dampak peselingkuhan ini juga berakibat buruk bagi anak. Apalagi kalau sampai bercerai, tak hanya keduanya saja yang tersakiti secara batin, anak juga terkena dampaknya. Keegoisan orang tua saat melakukan perselingkuhan suatu saat juga akan ketahuan, parahnya kalau anak sampai tahu.

Pada umumnya, perselingkuhan dalam rumah tangga memang masih sering terjadi. Sayangnya para orang tua nggak pernah memikirkan bagaimana perasaan anak ketika mengetahui salah satu orang tuanya selingkuh. Jika anak terpaksa tahu, yang ada malah meminta anak untuk merahasiakannya dari siapapun karena dianggap sepele. Akan tetapi yang ada malah semakin membebani mental anak.

Berikut beberapa dampak buruk yang dialami anak akibat perselingkuhan orang tuanya;

1. Anak mengalami depresi

Ketika mengetahui orang tuanya selingkuh, mereka kaget dan belum siap menerima kenyataan. Padahal anak-anak seusianya masih memiliki orang tua yang selalu ada sehingga ia akan menarik diri dari pergaulan lantaran ada rasa tertekan. Akhirnya anak lebih sering menyendiri hingga berujung kesepian dan depresi. Kalau anak depresi akibat ulah orang tuanya sendiri, percayalah Moms, Dads, nyeselnya bisa seumur hidup.

2. Anak akan terus-terusan merasa khawatir

Kadang ada orang tua yang mengaku khilaf telah berselingkuh dan berusaha untuk meyakinkan anak agar percaya lagi. Tapi, tak semudah itu Moms, Dads. Ia mungkin percaya, namun tetap ada rasa khawatir yang menghantui dirinya. Anak akan merasa khawatir kalau suatu saat nanti orang tuanya mengulangi perbuatannya lagi. Hal ini juga membuat mereka sulit percaya dengan orang tuanya sendiri.

3. Anak merasa ditinggalkan dan tidak diperhatikan

Akibat dari sikap egois orang tua yang malah justru sibuk dengan selingkuhannya, anak justru merasa ditinggalkan. Mereka berpikir kalau orang lain yang merupakan perusak rumah tangga orang tuanya malah justru diperhatikan daripada anaknya sendiri. Melansir dari Romper, seorang penulis buku Subconscious Power: Use Your Inner Mind to Create the Life You’ve Always Wanted, Kimberly Friedmutter mengatakan bahwa perasaan ditinggalkan menyebabkan ketidakpercayaan dan anak akan menarik diri dari orang tua tersebut.

4. Anak terpaksa harus ikut memikirkan orang tua telah berselingkuh

Meski mereka masih kecil, tapi anak-anak ingin orang tuanya bersatu kembali ketika salah satunya ketahuan selingkuh. Sadar atau tidak, anak akan ikut memikirkan bagaimana caranya agar Ayah dan Ibunya kembali rukun dan bahagia seperti sebelumnya. Padahal tidak seharusnya anak memikul tanggung jawab atas kesalahan orang tuanya tersebut. Moms dan Dads pasti nggak ingin si kecil ikut fokus dalam urusan orang dewasa, bukan?

5. Mereka cenderung berselingkuh saat sudah dewasa

Melihat orang tuanya berselingkuh juga akan membuat anak melakukan hal yang sama ketika nanti ia sudah dewasa. Berdasarkan penelitian dari, Latar Belakang Keluarga dan Kecenderungan untuk Terlibat Selingkuh, anak-anak dari orang tua yang terlibat perselingkuhan juga lebih mungkin untuk selingkuh saat dewasa. Sehingga, tak jarang jika anak akan melakukan apa yang mereka lihat sata kecil, salah satunya perselingkuhan orang tuanya sendiri.

Orang tua seharusnya menjadi panutan bagi anak. Mungkin di luar sana banyak orang tua yang mengaggap selingkuh adalah hal yang biasa dan anak tidak akan tahu apa-apa. Sayangnya, perlahan justru si anak paham dan menggoreskan luka batin yang belum tentu sembuh. Semoga kita bukan termasuk orang tua yang suka selingkuh, ya!