Cuti Melahirkan Menjadi 6 Bulan, para Ibu Sambut Bahagia Kabar Ini!

Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan

05 Desember 2021

Photo by Jonathan Borba via https://www.pexels.com

Kabar baik buat para Moms nih, pasalnya cuti melahirkan yang dulunya hanya 3 bulan, kini menjadi 6 bulan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan RUU Ketahanan Keluarga yang diusulkan oleh lima anggota DPR, yaitu Ledia Hanifa, Netty Prasetiyani, Endang Maria Astuti, H. Sodik Mudjahid dan M. Ali Taher.

Dikutip dari laman resmi DPR RI, yang melatarbelakangi usulan draft RUU Ketahanan Keluarga antara lain, adalah membangun 81,2 juta keluarga yang kuat, maka Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat. Strong Families Make Strong Nation.

Menurut laman resmi wakil rakyat tersebut, salah satu pasal yang paling menyita perhatian adalah ketentuan soal cuti hamil untuk karyawan wanita yang baru saja melahirkan ataupun menjelang hari kelahiran. Yang tadinya hanya 3 bulan, kini ditetapkan menjadi 6 bulan.

Peraturan terkait cuti melahirkan juga tertuang dalam undang-undang Pasal 29;

(1) Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD) wajib memfasilitasi istri yang bekerja di instansi masing-masing untuk mendapatkan:

a. Hak cuti melahirkan dan menyusui selama 6 (enam) bulan, tanpa kehilangan haknya atas upah atau gaji dan posisi pekerjaannya:

b. Kesempatan untuk menyusui, menyiapkan, dan menyimpan air susu ibu perah (ASIP) selama waktu kerja:

c. Fasilitas khusus untuk menyusui di tempat kerja dan di sarana umum; dan

d. Fasilitas rumah pengasuhan anak yang aman dan nyaman di gedung tempat bekerja.

Peraturan pemberian cuti melahirkan berlaku di semua badan usaha swasta, BUMN, BUMD, dan instansi pemerintahan. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk menyediakan fasilitas khusus untuk ruang menyusui dan rumah pengasuhan anak yang aman dan nyaman di gedung tempat bekerja.

RUU Ketahanan Keluarga nggak hanya memberikan cuti untuk ibu yang baru melahirkan, bahkan juga mengizinkan cuti bagi suami yang istrinya melahirkan agar suami bisa menemani istri. Tentu hal ini sangat menguntungkan bagi suami istri.

Mendidik anak bukan hanya tugas seorang ibu saja, seorang ayah juga harus ikut andil dalam menemaninya ketika si anak lahir dan membantu istri merawat si kecil. Perpanjangan cuti setelah melahirkan menjadi 6 bulan tentunya juga membuat para ibu bisa memberikan ASI ekskusif selama 6 bulan. Yang pasti lebih fokus dalam memasuki masa-masa emas dengan bayinya.

Meski masih belum sepenuhnya diterapkan, namun ada baiknya Moms mempersiapkan segala kemungkinannya, ya. Semangat!