6 Karakter Suami yang Berpotensi Memperkeruh Rumah Tangga. Ternyata, Memang Ada!

Ciri Suami yang Berbahaya

12 Oktober 2021

Credit to freepik.com via https://www.freepik.com

Bagi seorang perempuan, memilih seorang laki-laki yang nantinya akan menjadi suami memang harus mempertimbangkan banyak hal. Bukan karena pilih-pilih, namun karena dia akan dijadikan teman hidup yang menyandang predikat “imam” hingga akhir nanti. Wajar kalau kebanyakan orang masih sering menganggap bebet, bibit dan bobot itu penting dalam memilih pasangan. Semua orang tentunya mendambakan hubungan yang harmonis dalam berumah tangga, bukan?

Setiap orang pasti ingin memiliki pasangan yang baik dan bisa saling menerima kekurangan ketika nanti menjadi suami istri. Sebagai perempuan juga harus pandai memilih calon suami. Penting untuk diketahui para perempuan bahwa ada beberapa hal yang bisa membuat pernikahan perlahan goyah, salah satunya ialah karakter laki-laki yang justru menjadi pemicunya. Bahkan ini lebih parah dari perselingkuhan!

Meski seringkali dianggap hal yang sepele, namun berikut ini adalah ciri-ciri calon suami yang nantinya punya pengaruh yang buruk bahkan bisa bikin pernikahan hancur. Bukan menakut-nakuti, simak detailnya di bawah ini!

1.Suami yang masih jadi “anak mami”. Dia adalah tipe orang yang selalu mengadu permasalahannya ke orang tua

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Menjadi laki-laki kesayangan ibunya sejak kecil memang hal yang wajar. Akan tetapi, kalau sudah menikah dan masih jadi “anak mami”, yang ada malah jadi masalah. Laki-laki yang sudah menikah tentunya punya tanggung jawab atas keluarga kecilnya dan harus bisa menyelesaikan masalah tanpa campur tangan orang tua. Mau seburuk apapun pasangan dan mau seberapa besar pun permasalahan, rasanya nggak elok sebagai suami justru punya karakter mengadu semacam ini.

2.Suami yang enggan mengusahakan tempat tinggal bagi istri dan anak-anaknya juga perlu introspeksi diri. Begini maksudnya…

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Tinggal serumah dengan orang tua atau mertua setelah menikah memang nggak buruk, tapi nggak selamanya baik juga. Ada beberapa risiko yang menghadang ke depannya, termasuk soal pengasuhan dan urusan dapur. Kedua hal yang terlihat sepele, namun bisa menjadi bumerang ke depannya bagi hubungan rumah tangga. Suami perlu memiliki inisiatif terkait hal ini, karena istri dan anak-anak juga punya hak untuk merasa nyaman serta aman.

3.Suami yang nggak bisa menjadi penengah antara istri dan orang tuanya. Kalau ada masalah biasanya nggak bisa berbuat apa-apa dan justru diam seribu bahasa

Photo by Mikhail Nilov from Pexels

Seorang laki-laki yang sudah berkeluarga punya peran penting dalam membela istri. Membela istri bukan berarti mengurangi rasa berbaktinya pada orang tua. Kalau suami nggak bisa menjadi penengah antara istri dan keluarga, kedepannya mungkin akan tetap sama sehingga membuat rumah tangga kurang harmonis. Jika dibiarkan, maka risiko perpisahan jelas menghadang di depan mata.

4.Suami yang lebih memprioritaskan orang tuanya daripada istri dan anaknya. Baginya, orang tua tetap nomor satu, keluarga kecilnya seringkali dinomorduakan

Photo by Alex Green from Pexels

Setelah menikah, suami akan bertanggung jawab penuh dengan keluarganya. Dia seharusnya lebih memprioritaskan istri dan anaknya, baru kemudian orang tua. Anak lelaki tetaplah anak lelaki, namun ketika sudah menikah, maka tanggung jawabnya ada pada istri dan anak. Kalau terus-terusan memprioritaskan orang tua hanya akan menimbulkan masalah pada keluarga kecilnya.

5.Suami yang masih suka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang sendiri bahkan hingga lupa kewajibannya

Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels

Siap berumahtangga berarti siap juga untuk mengubur rasa egois alias menang sendiri. Menuruti hobi dan kesenangan sendiri nggak pernah akan ada habisnya, terlebih jika seorang istri sudah menegur dan meminta haknya untuk diperhatikan sang suami. Jika diteruskan, hal semacam ini hanya akan menjadi pemantik perdebatan dan konflik berkepanjangan dalam hubungan rumah tangga.

Bukan menuntut laki-laki untuk menjadi selalu sempurna, namun tetap ada beberapa kriteria yang wajib dipahami sebelum hal-hal buruk tadi terjadi. Semoga Dads di rumah nggak seperti itu, ya!