Tanpa Disadari, Ini 5 Ciri Ayah Toxic dalam Mendidik Anak Perempuan

Ciri-ciri Ayah Toxic

15 Desember 2021

Photo by Katie E via https://www.pexels.com

Mendidik anak tentunya nggak hanya dilakukan oleh ibu karena seorang ayah juga memiliki peran penting untuk tumbuh kembang. Kedudukan ayah juga nggak hanya sebagai kepala rumah tangga namun juga menjadi pengaruh yang kuta dalam membentuk karakter anak. Khususnya bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertamanya. Mereka mendapatkan kasih sayang yang tulus dari seorang laki-laki pertama yang mereka panggil dengan sebutan ayah.

Akan tetapi, apakah semua ayah sudah mendidik anak perempuannya dengan baik? Tanpa disadari, ada beberapa gaya parenting dari ayah yang ternyata toxic dan membuat anak perempuannya merasa tertekan. Jika dibiarkan akan berpengaruh pada tumbuh kembang si anak perempuan. Sampai kapan pun, sosok ayah sangat dibutuhkan bagi anak perempuan sehingga dalam mendidiknya juga harus dengan cara yang terbaik.

Seperti apa sih, ciri-ciri ayah toxic dalam mendidik anak perempuannya? Yuk simak bareng-bareng biar Dads nantinya nggak melakukan beberapa hal berikut untuk si kecil;

1. Tidak berusaha lebih dekat dengan anak. Meski melihat anak sedang bermain sendiri, si ayah nggak mencoba menemaninya

Ayah yang toxic biasanya hanya memenuhi kebutuhan materi anak seperti membelikan mainan, memberi barang kesukaannya dan lain-lain. Yang penting si anak bisa memiliki segala yang diinginkan. Tapi, sadar nggak sih Dads, kalau anak juga butuh diajak main bersama, ditanyai bagaimana perasaannya hari ini, dan perhatian kecil lainnya. Ayah yang toxic juga akan membuat anak merasa diabaikan hingga akhirnya malas berinteraksi dengan ayahnya.

2. Terlalu kritis pada anak. Ayah yang toxic biasanya kurang menghargai prestasi anak, sehingga yang dilakukan selalu kurang dan kurang

Menjadi ayah yang tegas sih oke-oke aja ya Dads, tapi jangan sampai terlalu mengkritisi apa-apa yang dilakukan anak. Biarkan mereka berusaha semampunya tanpa memenuhi ekspektasi ayahnya inginnya selalu sempurna. Terlalu banyak komentar hanya akan membuat anak stres lo Dads, lebih baik hargai pencapaian si kecil.

3. Selalu melakukan tindak kekerasan pada anak baik itu kekerasan fisik, mental hingga kekerasan sek*ual

Hanya karena ingin membekali anak perempuan agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bukan berarti Dads bisa seenaknya membentak anak. Apalagi ketika anak melakukan kesalahan sepele dan langsung mengungkitnya dengan kesalahan lain, hal tersebut tentunya sangat menyakitkan bagi anak. Parahnya lagi kalau si ayah melakukan kekerasan sek*ual pada anak perempuannya.

4. Memiliki kepribadian egois dan narsis. Tipe ayah seperti ini hanya akan membuat anak perempuan merasa tertekan

Sebagai seorang ayah tentunya punya cara didik yang beda untuk ratu kecilnya. Sayangnya, ada yang justru terlalu narsis dan membuat anak merasa terbebani. Tipe ayah toxic yang satu ini akan menuntut anak menjadi pribadi yang paling sempurna demi keegoisan ayahnya. Misalnya, “Kamu harus jadi anak papa yang paling cantik di antara anak teman papa lainnya”, “kamu harus juara 1 terus”, “papa malu kalau kamu nggak punya prestasi”. Anak malah jadi stres karna ayahnya sendiri.

5. Nggak bisa menghargai privacy anak. Jangan sampai pola asuh dari ayahnya malah justru terlalu over protective

Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, maka ia juga butuh privacy. Biarkan ia mandi sendiri, di kamar sendiri, atau apapun selama Dads bisa mengawasinya dari jauh. Selama masih di dalam rumah dan Dads bisa mengawasinya, maka jangan diikuti terus. Anak-anak juga butuh privacy dan sebagai orang tuah harus bisa menghargai.

Pesan untuk para Dads, jadilah ayah yang sekaligus teman terbaik untuk anak perempuanmu. Selagi mereka masih kecil, berikan kasih sayang dan perhatian tanpa harus mengekang apa yang mereka inginkan. Kelak, kalau putrimu sudah besar, ia akan sangat berterima kasih padamu.

Jangan sampai jadi ayah yang toxic ya, Dads!