Child Grooming, Perlakuan dengan Iming-Iming Manis Namun Berbahaya bagi Anak!

Child Grooming pada Anak

06 Desember 2021

Photo by Juan Pablo Serrano Arenas via https://www.pexels.com

Child grooming merupakan upaya seseorang untuk membangun hubungan pada anak dengan maksud mencari kesempatan untuk melakukan pelecehan sek*ual terhadap anak. Pada awalnya, para pelaku akan mendekati anak sehingga mereka merasa percaya dan bisa dekat secara emosional. Bahkan mereka yang tega melakukannya adalah orang-orang yang dikenal dengan baik oleh si anak, seperti dari pihak keluarga maupun gurunya.

Sebagai orang tua harus waspada tentang child grooming. Pasalnya, tindakan tercela tersebut nggak hanya dilakukan secara langsung tetapi juga melalui online ketika si anak mulai akrab dengan media sosial. Child grooming nggak hanya dialami oleh anak perempuan tetapi juga banyak anak laki-laki yang menjadi korban. Mereka mungkin nggak pernah bercerita dengan orang tuanya, namun ada beberapa tanda kalau anak mengalami child grooming.

Mereka yang menjadi korban child grooming biasanya akan mendapatkan barang-barang dari orang asing (jika pelakunya memang asing) dan dari orang-orang terdekatnya (jika pelakunya sebenarnya adalah orang yang dekat juga dengan ayah dan ibunya). Bahkan di usianya yang mengharuskan untuk banyak bersosialisasi dengan anak lain seusianya, mereka justru sering menyendiri di kamar dan lebih banyak diam.

Lalu, bagaimana dengan ciri pelaku child grooming? Simak ya, Moms!

1. Pelaku sering memberikan hadiah pada anak-anak

Awalnya pelaku mengintai siapa anak yang akan menjadi targetnya, kemudian melakukan pendekatan dan memberikan kepercayaan agar si anak percaya kalau pelaku adalah orang baik. Setelah itu, pelaku akan memberikan berbagai hadiah, makanan kesukaan hingga iming-iming uang yang membuat anak semakin tertarik. Dengan begitu anak-anak merasa diperhatikan.

2. Pelaku sering menunjukkan bantuan ke orang tua anak atau ke anak tersebut

Dengan demikian, berarti sudah jelas kalau pelaku adalah orang yang dikenal. Mereka akan memberikan bantuan apa saja agar orang tua merasa berhutang budi dan segan. Hal tersebut kemudian dijadikan kesempatan untuk berpura-pura mengajak anak keluar dengan alasan mau dibelikan mainan atau lainnya. Di situlah mereka mulai melakukan aksinya.

3. Pelaku sering mengajak anak di tempat-tempat sepi dan sulit dijangkau banyak orang

Ini bisa dilakukan oleh orang dekat maupun asing bagi anak. Pada orang dekat, mereka akan menjemput anak sepulang sekolah dan sengaja lewat tempat sepi agar bisa melakukan aksinya. Anak mungkin merasa nggak ada yang aneh karena pelaku adalah orang yang dikenalnya.

4. Pelaku mendekati anak di jalan ketika si anak terlihat murung

Tindak kejahatan pada anak seolah memang nggak ada habisnya. Sebagai orang tua juga harus waspada, salah satunya dengan nggak membiarkan anak pulang atau pergi sekolah sendiri. Sepele sih, namun pelaku child grooming akan mudah beraksi. Apalagi kalau si anak kelihatan murung. Mereka akan langsung mendekati dan memberikan hadiah sehingga si anak terlihat ceria. Selanjutnya akan mudah mengajak anak untuk pergi ke tempat yang mudah melakukan pelecehan seksual.

5. Pelaku menunjukkan gestur yang nggak biasa pada anak

Kadang para pelaku ini sebenarnya sudah dapat dilihat dari gesturenya, hanya saja dianggap biasa. Bahkan orang tuanya sendiri mengatakan, “nggak apa-apa namanya juga menunjukkan kasih sayang, ya wajar kalau kayak gitu”. Orang tua seharusnya lebih peka mana yang gestur kasih sayang sama gestur pedofil.

Modus pelecehan seksual yang satu ini nantinya akan berdampak pada kesehatan mental anak dan akan menghantuinya sampai kapanpun. Sebagai orang tua sebaiknya lebih peka tentang kejahatan seksual pada anak. Salah satunya adalah dengan nggak mudah percaya dengan orang asing, terlebih dalam memilih pengasuh anak. Semoga bermanfaat dan lebih berhati-hati ya, Moms!