Pentingnya Penggunaan Car Seat yang Sering Disepelekan

Jangan anggap remeh pentingnya penggunaan car seat untuk bayi dan balita!

01 Maret 2022

Pict from Freepik.com via ://

Menjaga kemanan anak, termasuk saat berkendara, merupakan tanggung jawab orangtua. Salah satu benda penting untuk menjaga keamanan bayi dan anak yang sering disepelakan adalah car seat. Padahal, di beberapa negara penggunaan car seat telah menjadi kewajiban. Orangtua yang melanggar akan mendapatkan sanksi hukum.

Meski regulasi terkait car seat di Indonesia lebih longgar, bukan berarti kita bisa menganggapnya remeh. Sebab, kebiasaan memangku anak di mobil sama sekali tidak aman. Apalagi, bayi hingga anak usia SD memang belum bisa terlindungi dengan maksimal oleh sabuk pengaman yang tersedia di mobil. Jadi, mereka memerlukan car seat untuk berkendara di mobil. Simak, yuk pembahasan di bawah untuk memahami seputar penggunaan car seat pada bayi dan anak!

1. Car seat sebaiknya tidak diletakan di kursi depan

car seat
Letakkan car seat di kursi belakang | photo created by rawpixel.com from freepik

Tempat paling aman untuk anak saat berkendara adalah di kursi belakang karena umumnya benturan akibat kecelekaan terjadi di depan atau belakang. Rasio tabrakan samping jauh lebih jarang terjadi sehingga, penempatan car seat sebaiknya tidak di kursi sebelah pengemudi.

2. Bayi hingga usia 2 tahun sebaiknya menggunakan car seat dengan posisi menghadap belakang

car seat bayi
Car seat bayi menghadap belakang | Photo by Kampus Production from Pexels

Car seat menghadap belakang membantu untuk membatasi gerak kepala anak saat terjadi benturan. Hal ini mengurangi risiko cedera kepala, leher, dan tulang belakang jika kecelakaan terjadi. Itu sebabnya posisi menghadap belakang ini sangat disarankan bahkan untuk usia balita.

3. Perhatikan durasi pemakaian car seat untuk bayi dan balita

keluarga di mobil
Beri anak waktu istirahat dari car seat | Photo by Kampus Production from Pexels

Meski menggunakan car seat sangat dianjurkan, durasi pemakaiannya juga perlu diperhatikan. Bayi dan balita disarankan untuk menggunakan car seat maksimal selama 2 jam. Beri mereka waktu untuk merenggangkan badan jika ingin berkendara lebih dari durasi waktu tersebut. Menurut babysafeltd.com, menggunakan car seat lebih dari 2 jam berisiko menggangu pernapasan dan pertumbuhan tulang belakang bayi.

4. Anak usia SD tetap dianjurkan menggunakan booster seat

Anak menggunakan sabuk pengaman
Booster seat membuat sabuk pengaman lebih pas di badan anak | photo by People Creations from pikwizard

Saat anak beusia 6 tahun ke atas, mereka biasanya terlalu besar untuk duduk di car seat. Meski begitu, Moms dan Dads bisa menyediakan booster seat untuk membuat anak lebih aman saat berkendara di mobil. Berbeda dengan car seat, booster seat biasanya hanya berbentuk tambahan bangku yang membantu anak agar bisa lebih pas saat mengenakan sabuk pengaman. Harganya pun jauh lebih murah dibandingkan car seat yang diperuntukkan bagi bayi dan balita.

5. Anak berusia 13 tahun ke atas sudah dapat menggunakan sabuk pengaman

sabuk pengaman
Tetap gunakan sabuk pengaman setelah berhenti memakai car seat | photo by Creative Art from pikwizard

Saat berusia 13 tahun, umumnya tubuh anak sudah dapat dilindungi dengan sempurna oleh sabuk pengaman. Ingatkan anak untuk tetap menjaga keamanan sekaligus menaati peraturan lalu lintas dengan mengenakan sabuk pengaman dengan benar.

Yuk, berkendara dengan aman bersama si buah hati dengan menggunakan car seat maupun sabuk pengaman sesuai usianya! Selalu ingat, menjaga jauh lebih baik daripada mengobati. Jangan tunggu hingga celaka untuk menyadari pentingnya penggunaan car seat di mobil, ya!