Katanya Bercanda, 4 Candaan Ini Justru Bisa Merusak Mental Anak. Waspada!

Candaan yang Merusak Mental

29 Oktober 2021

Photo by Anthony Shkraba via https://www.pexels.com

Bercanda dengan anak adalah momen yang menyenangkan, sekaligus bisa menguatkan bonding antar anak dan orang tua. Hal tersebut nantinya juga akan meningkatkan mood anak menjadi lebih bahagia. Namun, sebagai orang tua juga harus paham kalau ada beberapa jenis bercandaan yang justru merusak mental anak dan akan memberikan trauma bagi mereka. Untuk itu, sangat penting untuk memilih kata yang tepat agar nantinya nggak merusak mental anak.

Memiliki anak yang dekat dengan orang tua adalah awal yang bagus untuk membentuk karakter anak. Salah satu cara yang biasanya dilakukan orang tua agar semakin dekat dengan anaknya adalah dengan mengajaknya bercanda. Moms dan Dads bisa memanfaatkan momen ini agar anak semakin nyaman. Tapi ingat ya Moms, jangan sekali-kali melontarkan bercandaan berikut ini karena hanya akan membuat anak merasa down dan berpotensi menyerang kesehatan mentalnya!

1.Candaan yang menyinggung fisik anak. Tanpa sadar orang tua sering melakukannya lantaran dianggap lucu

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Bercanda dengan membawa-bawa fisik anak itu nggak bailk lo Moms, Dads. Kadang memang anak ikut tertawa. Tapi dampaknya, jika teman-temannya juga mendengar maka mereka akan menjadi bahan ejekan yang membuatnya sakit hati. Misalnya begini, “Nak lubang hidungmu terlalu besar tuh, bisa dipakai buat colokan”. Mungkin anak akan tertawa, tapi suatu saat ia juga akan mengejek teman yang lubang hidungnya besar karena dianggap sebuah lelucon.

2.Candaan yang bersifat menakut-nakuti dan mengancam anak. Jenis candaan tersebut hanya akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Sebenarnya ketika ada orang tua yang ketika anak menangis selalu bilang, “Jangan nangis terus nanti ditangkap polisi lo”. Candaan lainnya seperti, “Kalau nggak mau nurut mama, nanti disuntik dokter lo”, juga mampu merusak mental anak. Mereka akan cenderung menjadi orang yang penakut saat dewasa nanti.

3.Candaan yang terkesan meremahkan anak. Tanpa sadar, model orang tua yang sering meremehkan anak dan dijadikan bahan candaan akan membuatnya menjadi kurang percaya diri

Photo by Tatiana Syrikova from Pexels

Kemampuan anak memang berbeda-beda. Orang tua perlu tahu hal tersebut dan nggak perlu membanding-bandingkan dengan anak lainnya. Jangan sampai karena candaan yang ujung-ujungnya membanding-bandingkan tersebut hanya akan membuat anak kurang percaya diri. Misalnya, “Si Andi saja bisa dapet nilai 9 masa kamu nggak bisa”.

4.Candaan yang membuat anak merasa cemburu. Kadang orang tua memakai candaan tersebut untuk mengetes seberapa sayang anak ke orang tuanya

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Di sela-sela waktu luangnya, kadang orang tua sering mengajak anak bercanda yang justru membuat anak merasa kesal. Misalnya, “Nanti kalau punya adik, mama papa bakalan lebih sering sama adik lo, kakak sedih nggak?”. Meski hanya bercanda, tapi hal tersebut bisa membuat anak merasa kesal seolah sudah nggak penting lagi di mata orang tua. Contoh lain, “Kalau nggak sayang sama mama, nanti mama diambil orang lo”.

Bercanda akan sangat menyenangkan ketika di kecil semakin bahagia. Bukan malah merasa insecure dan menjadikan beban. Para orang tua seharusnya bisa lebih bijak untuk mengajak anak bercanda dengan menghindari jenis candaan yang sudah Mamin share tersebut. Semoga bermanfaat ya!