Anak Punya Benda Kesayangan Sampai Ketergantungan, Apa yang Harus Moms Lakukan?

Ada beberapa poin yang perlu Moms perhatikan juga nih!

20 Juni 2022

Anak memiliki benda kesayangan | Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via ://

Hampir setiap anak pasti memiliki benda kesayangan. Bahkan, sebagian anak terlalu lengket dengan benda kesayangan, yang biasanya berupa boneka, selimut, bantal, handuk, dan sejenisnya. Benda kesayangan ini biasanya harus dibawa kemana pun saat pergi, bahkan saat liburan atau menginap di rumah kerabat pun, Moms harus membawanya.

Jika anak memiliki benda kesayangan seperti ini biasanya ia akan rewel dan tidak bisa tidur ketika tidak memegang benda tersebut. Tidak heran jika Moms sering merasa kerepotan dengan sikap anak yang demikian, apalagi jika benda kesayangan anak sudah rusak, lusuh, kumal, bau, dan tidak layak untuk dibawa pergi. Apakah Moms mengalami hal ini?

Mungkin Moms juga khawatir jika anak bisa ketergantungan hingga besar dengan benda kesayangannya.  Lalu apakah anak yang ketergantungan dengan benda kesayangannya itu wajar? Apa yang harus Moms lakukan?

 

Anak memiliki benda kesayangan yang selalu dibawa kemana pun itu hal yang wajar

anak memiliki benda kesayangan
Anak bermain | Foto oleh Pixabay dari Pexels

Anak-anak usia balita biasanya memiliki cara yang unik untuk mengatasi kecemasan atau pun ketakutan. Salah satunya dengan memegang, memeluk, dan meraba suatu benda. Melansir dari Parents, anak usia 1-4 tahun cukup wajar untuk memiliki benda kesayangan yang harus dibawa ketika tidur, makan, dan kondisi-kondisi tertentu.

Biasanya benda kesayangan anak tersebut dianggap mampu memberikan rasa aman dan nyaman, meski sering sekali bentuk dan rupanya sudah tidak layak bagi Moms. Meski cukup wajar, tapi Moms juga harus membantu anak supaya tidak terlalu ketergantungan. Sebab, Moms akan kerepotan sendiri ketika anak memasuki usia sekolah tapi masih harus membawa benda kesayangannya.

 

Jangan pernah merebut benda kesayangan anak, latih ia supaya tidak ketergantungan tapi pelan-pelan

anak memiliki benda kesayangan
Jangan merebut mainan anak | Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Saat menyiapkan anak memasuki usia sekolah, Moms harus mulai membatasi anak dengan benda kesayangannya. Misalnya dengan membatasi kondisi atau saat-saat tertentu anak boleh bersama benda kesayangannya itu. Meski membatasi waktu atau kondisi, Moms tetap harus menghargai anak dan keputusannya menyayangi benda tersebut. jangan pernah merebutnya hanya karena Moms merasa benda itu memalukan, karena mungkin wujudnya sudah sangat lusuh.

Ajak anak berdiskusi untuk menentukan waktu kapan ia sangat membutuhkan benda itu, dan Moms juga bisa membuat aturan kapan anak tidak boleh membawa benda itu. Dengan demikian, anak bisa pelan-pelan melepas ketergantungannya dengan benda kesayangannya.

 

Memiliki benda kesayangan bagi anak memiliki dampak baik, tapi sekaligus bisa menjadi ancaman

anak memiliki benda kesayangan
Anak dan boneka kesayangannya | Foto oleh Kamaji Ogino dari Pexels

Benda kesayangan bagi anak ternyata bisa mengatasi kecemasan, karena anak menganggap benda tersebut bisa memberinya rasa aman dan nyaman. Hal ini terbukti jika saat anak bersama benda kesayangannya, ia bisa tidur lebih nyenyak, bahkan mudah tidur sendiri. Tentunya ini sangat membantu, Moms kan?

Sayangnya, jika si kecil sangat lengket dengan benda itu justru bisa membatasi daya eksplorasi dan kemampuan sosialnya. Apalagi jika anak hanya mau bermain atau memegang benda itu ketika sedang proses beradaptasi dengan lingkungan, seperti saat bermain bersama teman baru atau saat berada di lingkungan baru. Jika demikian, Moms memang harus lebih sabar untuk membantu anak sedikit demi sedikit lepas dari benda itu.

 

Jika anak punya benda kesayangan di usia yang wajar, Moms hanya perlu menghargai keputusan si kecil

anak memiliki benda kesayangan
Menghargai nak dan dan benda kesayangannya | Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Di usia anak yang wajar memiliki benda kesayangan, Moms tidak perlu khawatir. Namun, Moms tetap harus berusaha membatasi sedikit demi sedikit, tanpa merebutnya. Selama proses pembatasan yang berlangsung sebelum usia sekolah, Moms perlu menghargai si kecil dan benda kesayangannya. Jangan sampai anak jadi merasa bersalah, ketakutan dan merasa dibenci karena memiliki benda kesayangan. Berikut beberapa hal yang harus Moms lakukan untuk menghargai anak dan benda kesayangannya:

  1. Ikut menjaga barang kesayangan anak, jangan sampai hilang dan makin rusak
  2. Ikut memanggil atau menyebut barang itu dengan nama atau sebutan yang anak berikan
  3. Jangan merebut paksa atau menyita barang kesayangan anak sebagai hukuman
  4. Minta izin pada anak jika akan mencuci barang itu, jika memungkinkan ajak anak untuk mencuci bersama
  5. memberikan pemahaman pada anak, kapan ia bisa membawa benda itu dan kapan tidak boleh. Berikan alasan yang logis dan mudah dipahami anak

Nah, itulah beberapa hal yang harus Moms ketahui jika anak memiliki benda kesayangan, bahkan jika sampai ketergantungan. Meski kadang mungkin Moms cukup risih karena benda itu sudah lusuh, tapi kenyamanan anak memang patut dihargai ya Moms.