Beginilah Cara Menggunakan Baby Walker yang Benar. Umumnya Cidera Karena Salah Penggunaan, Bukan Alatnya

Pro dan kontra baby walker

10 Januari 2019

Jangan sampai lepaskan pengawasan pada anak meski anak sedang ada di 'baby walker' via https://heromom681300795.wordpress.com

Kalau bicara soal baby walker alias alat bantu bayi berjalan, pasti deh di antara orangtua terjadi perdebatan. Banyak yang nggak setuju penggunaannya karena dianggap berbahaya. Ada juga yang merasa baby walker nggak masalah digunakan oleh bayi karena orangtuanya dulu menggunakan baby walker dan tetap bertumbuh dengan normal sampai dewasa. Nggak akan ada habisnya deh kalau mau membicarakan soal pro dan kontra baby walker.

Nah, ternyata, kontroversi soal baby walker ini sudah ada pembuktiannya secara ilmiah lo. Sebuah jurnal mengatakan kalau ternyata cidera karena penggunaan baby walker kebanyakan disebabkan oleh cara menggunakannya yang salah sehingga keselamatan bayi pun jadi masalah. Jadi, bukan cuma soal alatnya aja, tapi juga cara memakainya yang harus tepat. Lalu, gimana sih sebenarnya menggunakan baby walker yang benar?

Penggunaan baby walker harus melihat usia bayi. Sebaiknya sih dipakai bayi yang sudah cukup siap untuk berlatih berjalan sendiri ya

Kalau kepala bayi belum bisa mendongak dengan tegak dan kakinya belum menyentuh lantai saat pakai ‘baby walker’, sebaiknya jangan dipaksakan ya~

Menurut penelitian, sebenarnya baby walker dirancang untuk bayi berusia 5 sampai 15 bulan. Pada usia tersebut, bayi masih dalam tahap belajar untuk bisa berjalan sendiri. Yang paling penting, sebelum menggunakan baby walker, bayi sudah harus bisa menegakkan kepalanya sendiri serta kakinya sudah bisa menapak pada lantai saat menggunakan alat tersebut.

Meskipun bayi diletakkan di baby walker, bukan berarti orangtua membiarkan begitu saja. Bayi harus diawasi karena kebanyakan cedera terjadi karena bayi jatuh

Orangtua nggak boleh lepas tangan saat bayi berada di ‘baby walker’

Sebenarnya permasalahan baby walker yang dianggap nggak aman ini dikarenakan adanya penelitian dari American Academy of Pediatrics bahwa pada tahun 1990 sampai 2014, ada 230.676 anak usia dibawah 15 bulan yang mengalami kecelakaan karena baby walker. Sebagian besar yaitu 74,1% dari anak yang terluka tersebut disebabkan karena jatuh dari tangga. Maka dari itu, seharusnya nih saat bayi ada di baby walker, orangtua nggak lantas mendiamkannya begitu saja.

Selain itu, baby walker membuat bayi posisinya lebih tinggi. Jadi jangan lupa singkirkan barang-barang berbahaya yang bisa dijangkau bayi

Benda seperti kabel, colokan listrik, dan juga benda panas harus dijauhkan dari jangkauan bayi

Bayi pada usia menggunakan baby walker ada pada masa punya rasa ingin tahu yang tinggi. Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, mereka pasti suka menyentuh benda-benda di sekitarnya. Nah, baby walker membuat bayi lebih mudah untuk melakukan eksplorasi. Masalahnya adalah nggak semua benda di rumah itu aman. Bayi kan bisa saja menyentuh oven panas, colokan listrik, dan sebagainya sehingga terluka. Sebaiknya amankan deh benda yang berbahaya dalam jangkauan bayi. Biar bayi nggak terluka.

Semua yang dilakukan bayi nggak boleh lepas dari pengawasan orangtuanya, tak terkecuali pemakaian baby walker. Bukan salah alatnya, tapi sebenarnya salah orangtua yang kurang paham penggunaan baby walker sehingga bayi jadi korbannya.