Aturan Baru Pemberian Nama Anak di Dokumen Kependudukan. Pahami Yuk, Moms!

Ada aturan baru terkait pemberian nama anak nih, Moms!

20 Juni 2022

Aturan nama di dokumen kependudukan | Foto oleh Johnkwan dari Depositphoto via ://

Setiap Moms dan Dads pasti ingin memberikan nama yang mengandung arti dan doa yang indah untuk anak. Seiring berkembangnya zaman, referensi nama anak juga makin beragam, mulai dari serapan bahasa asing hingga akronim tertentu. Maka, tidak heran jika nama anak zaman sekarang sulit diucapkan dan cukup panjang.

Namun, tahukah Moms dan Dads, jika saat ini ada aturan baru pemberian nama anak di dokumen kependudukan? Aturan ini akan mengatur syarat dan tata cara pencatatan nama anak di dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), akta lahir, KTP dan dokumen lainnya. Yuk simak seperti apa aturan baru ini!

Syarat terbaru pencatatan nama

Aturan nama di dokumen kependudukan
Penamaan | Foto oleh Realinemedia dari Depositphoto

Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022 tentang pencatatan nama pada dokumen kependudukan, ada aturan baru yang harus diikuti. Aturan ini berlaku mulai 21 April 2022 ya Moms, jadi sebelum itu jika tidak sesuai aturan ini maka tidak apa-apa. Berikut syarat pencatatan nama dalam aturan terbaru:

1. Mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multi tafsir. Nah, berarti Moms dan Dads tentu harus memikirkan nama yang baik secara arti dan mudah dalam pengucapannya, ya.

2. Jumlah huruf paling sedikit 2 kata. Buat Moms dan Dads yang ingin menamai anak dengan singkat, padat, dan jelas, saat ini tetap harus memenuhi syarat minimal 2 kata ya!

3. Jumlah huruf paling banyak 60 huruf termasuk spasi. Nah, inilah yang perlu diingat bagi Moms Dads nih. Jangan sampai karena ingin memberikan arti nama yang dalam bagi anak, tapi sampai kelebihan huruf ya. Syarat ini dibuat tentu untuk memudahkan pengucapan dan penulisan nama, apalagi saat anak ujian nanti~

 

Tata cara pencatatan nama di aturan terbaru

Aturan nama di dokumen kependudukan
Penamaan | Foto oleh Alexskopje dari Depositphoto

Selain syarat di atas, ada pula cara pencatatan nama dalam dokumen kependudukan yang perlu Moms dan Dads perhatikan. Berikut beberapa poinnya!

1. Menggunakan huruf latin sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Jadi, Moms dan Dads tidak boleh menggunakan huruf lain selain huruf latin, ya.

2. Nama marga, famili atau yang disebut nama lain dapat dicantumkan pada dokumen kependudukan yang meliputi biodata penduduk, KK, E-KTP, KIA (Kartu Identitas Anak), SKK (Surat Keterangan Kependudukan).

3. Gelar pendidikan, adat dan keagamaan yang penulisannya dapat disingkat bisa ikut dicantumkan pada KK dan E-KTP

Perlu Moms dan Dads ketahui juga, dalam aturan ini juga dilarang beberapa ketentuan pencatatan nama sebagai berikut:

  • Tidak boleh disingkat kecuali tidak diartikan lain
  • Menggunakan angka dan tanda baca, misalnya yang sering terjadi menggunakan tanda strip (-) atau petik atas (‘)
  • Mencantumkan gelar pendidikan pada akta pencatatan sipil yang meliputi akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, akta perceraian, pengakuan dan pengesahan anak

Nah, itulah beberapa poin aturan penamaan anak pada dokumen kependudukan yang harus Moms dan Dads ketahui. Jangan sampai anak sampai telat untuk dibuatkan dokumen gara-gara terhalang aturan ini ya. Semoga bisa membantu membuat pertimbangan saat Moms dan Dads akan memberi nama anak ya 🙂